
Roskilde bukan sekadar kota tua di Denmark. Di wilayah ini, jejak kejayaan Viking, pusat kekuasaan kerajaan, dan budaya modern masih berdiri berdampingan dalam satu lanskap sejarah yang padat.
Di Pulau Zealand, Roskilde pernah memegang peran vital sebagai ibu kota Denmark selama berabad-abad. Kota ini juga dikenal sebagai salah satu pusat politik dan keagamaan terpenting di Denmark pada Abad Pertengahan.
Nama yang lahir dari legenda
Nama Roskilde diyakini berasal dari Raja Ro atau Hroar, sosok legendaris yang disebut sebagai pendiri kota. Unsur “kilde” merujuk pada mata air, dan beberapa mata air yang terkait dengan penamaan itu masih dapat ditemukan di sekitar kota.
Kisah Raja Ro juga muncul dalam kronik abad pertengahan Denmark dan puisi kuno Beowulf. Dalam tradisi tersebut, ia digambarkan membangun pemukiman di Zealand, sementara saudaranya, Helghe, menguasai jalur perairan di sekitarnya.
Pusat kekuatan Viking
Roskilde menempati posisi penting saat bangsa Viking mencapai masa kejayaan. Kota ini didirikan sekitar tahun 980 oleh Harald “Bluetooth” Gormsson, Raja Denmark dan Norwegia yang sangat berpengaruh pada zamannya.
Letaknya yang dekat jalur fjord membuat Roskilde berkembang menjadi titik strategis untuk perdagangan, pelayaran, dan ekspedisi Viking. Pelabuhannya dipenuhi kapal perang dan kapal dagang, sementara kawasan ini juga menjadi ruang tumbuhnya kekuasaan politik Viking saat Denmark mulai membangun sistem pemerintahan yang lebih teratur.
Pada periode itu, pengaruh agama Kristen mulai masuk dan perlahan menggantikan tradisi kepercayaan lama. Pergeseran ini ikut membentuk wajah Roskilde sebagai kota yang bergerak dari pusat maritim menuju pusat kerajaan.
Jejak kapal perang di dasar fjord
Salah satu bukti paling kuat dari sejarah maritim Roskilde adalah temuan lima kapal asli abad ke-11 di dasar fjord yang mengelilingi kota. Kapal-kapal itu sengaja ditenggelamkan untuk membentuk penghalang pertahanan laut agar armada musuh sulit masuk ke pusat pemerintahan melalui jalur fjord.
Kelima kapal yang sudah diangkat dan direkonstruksi menampilkan fungsi yang berbeda-beda. Ada kapal perang panjang dan ada pula kapal dagang pengangkut barang.
Kini, semua kapal itu dipamerkan di Viking Ship Museum di tepi perairan Roskilde. Struktur kayu asli, bekas sambungan paku, dan bentuk rangka kapal masih dapat dilihat dengan jelas di sana.
Katedral yang jadi makam kerajaan
Perubahan Roskilde menjadi kota kerajaan tampak melalui Roskilde Cathedral di pusat kota. Bangunan ini mulai dibangun pada abad ke-12 dan dikenal sebagai katedral bergaya Gotik pertama di Skandinavia yang menggunakan material batu bata.
Pengaruh arsitekturnya menyebar luas dan ikut memengaruhi pembangunan gereja lain di Eropa Utara. Sejak abad ke-15, katedral ini juga menjadi tempat pemakaman resmi keluarga kerajaan Denmark.
Di dalamnya terdapat puluhan makam raja dan ratu Denmark, termasuk Ratu Margrete I yang pernah mempersatukan wilayah Skandinavia melalui Uni Kalmar. Setiap ruang makam memiliki bentuk arsitektur berbeda sesuai gaya bangunan dari masa pemerintahan masing-masing penguasa.
Kota modern yang tetap hidup dengan sejarah
Roskilde tidak berhenti di masa lalu. Kota ini menjadi lokasi stasiun kereta api pertama di Denmark, yang dibangun pada tahun 1847 untuk menghubungkan Zealand dengan Kopenhagen.
Jalur transportasi itu mempercepat perkembangan ekonomi dan membantu menjadikan Roskilde salah satu kota penting di Denmark modern. Di saat yang sama, identitas sejarahnya tetap terjaga melalui kawasan fjord, gereja kuno, dan peninggalan Viking yang masih menjadi bagian penting kota ini.
Roskilde juga dikenal lewat Roskilde Festival, yang digelar setiap tahun sejak 1971. Festival musik berskala internasional ini menghadirkan musisi dari berbagai negara dan melibatkan ribuan sukarelawan setiap musim panas.
Source: www.idntimes.com








