Catnip Bukan Sekadar Tanaman Mint, Ini Alasan Sebagian Kucing Langsung Tergila-gila

Author: Qoo Media

Catnip sering dianggap hanya tanaman mint biasa, tetapi pada banyak kucing, tanaman ini bisa memicu perubahan perilaku yang sangat cepat. Dalam hitungan detik, kucing yang tenang dapat menjadi lebih aktif, berguling, menggosokkan wajah, atau tampak jauh lebih rileks.

Efek itu tidak terjadi pada semua kucing. Sebagian kucing tidak bereaksi sama sekali, sementara sebagian lain justru menunjukkan respons yang kuat karena sensitivitas terhadap catnip dipengaruhi faktor genetik.

Apa sebenarnya catnip

Catnip atau Nepeta cataria adalah tanaman herba abadi dari famili mint. Tanaman ini dikenal lewat daun hijau pucat dan aroma khas, serta tumbuh di seluruh Amerika Serikat.

Catnip mengandung nepetalactone, minyak esensial yang memicu respons perilaku kuat pada beberapa kucing. Sensitivitas terhadap zat ini bersifat genetik, dan sekitar 30 persen hingga 50 persen kucing tidak menunjukkan reaksi sama sekali.

Tanaman ini bisa tumbuh setinggi dua hingga tiga kaki dan mudah menyebar jika tidak dikendalikan. Catnip tumbuh baik di tempat yang cerah, tidak membutuhkan banyak perawatan, dan akan mati di musim dingin di daerah yang lebih dingin sebelum tumbuh lagi pada musim semi.

Kenapa kucing suka catnip

Aroma nepetalactone dapat menstimulasi bagian otak kucing yang berkaitan dengan suasana hati dan kebahagiaan. Ada teori bahwa efek itu muncul karena aroma catnip meniru feromon seks kucing.

Respons yang muncul biasanya berlangsung sekitar 10 menit untuk sebagian besar kucing. Setelah itu, mereka cenderung menjadi kurang peka untuk sementara waktu.

Perilaku yang muncul juga beragam. Ada kucing yang berguling-guling, menggosok wajah, mengeluarkan suara, melamun, atau berbaring dalam keadaan rileks.

Sebagian kucing lebih suka memakan catnip, terutama saat masih segar. Saat dimakan, catnip sering memberi efek menenangkan.

Tidak semua kucing bereaksi sama

Catnip tidak selalu membuat kucing tenang dan bahagia. Pada sebagian kucing, euforia justru muncul sebagai hiperaktivitas atau bahkan agresi.

Perbedaan itu terjadi karena dua hal utama. Selain genetik, kepribadian juga memengaruhi cara kucing merespons rangsangan.

Itu sebabnya, ada kucing yang sangat tertarik pada catnip, ada yang hanya mengendus lalu pergi, dan ada juga yang tidak bereaksi sama sekali. Respons yang berbeda ini membuat catnip lebih mirip pemicu perilaku daripada sekadar mainan biasa.

Apakah catnip aman untuk kucing

Catnip umumnya aman untuk kucing. Konsumsi berlebihan jarang terjadi, tetapi jumlah yang terlalu besar dapat menyebabkan gangguan pencernaan ringan.

Sebagian besar kucing secara naluriah tahu kapan harus berhenti. Meski begitu, interaksi dengan catnip tetap perlu diawasi agar reaksinya tetap sesuai.

Penggunaannya sebaiknya dibatasi hanya beberapa kali dalam seminggu. Catnip juga sebaiknya tidak diberikan kepada kucing yang agresif atau cemas karena reaksinya dapat bervariasi.

Cara memperkenalkan catnip

Bagi kucing yang belum pernah mencoba catnip, jumlah kecil lebih aman daripada langsung banyak. Cara memperkenalkannya juga sederhana karena catnip tersedia dalam beberapa bentuk.

Catnip bisa dibeli sebagai herbal kering, bentuk segar, campuran dalam mainan dan makanan kunyah, atau dalam bentuk ekstrak minyak dan semprotan. Mainan catnip, taburan di mainan atau tiang garukan, serta penempatan di tempat baru bisa membantu melihat respons kucing.

Catnip juga bisa diletakkan di dalam kandang kucing untuk membantu menenangkannya saat perjalanan mobil atau saat pergi ke dokter hewan. Jika disimpan dalam bentuk kering, catnip sebaiknya diletakkan di wadah kedap udara di dalam freezer agar tetap segar.

Dengan memahami cara kerja catnip, pemilik kucing bisa memanfaatkannya sebagai cara aman untuk merangsang aktivitas dan membantu mengurangi stres. Yang terpenting, respons setiap kucing tetap perlu diamati karena efek catnip tidak selalu sama pada semua hewan.

Source: www.idntimes.com
Terbaru