
Kucing tetap jadi salah satu hewan peliharaan paling populer karena dua hal yang paling dekat dengan manusia: teman sehari-hari dan kemampuan membantu mengendalikan hama. Di balik wajah menggemaskan dan tubuhnya yang ramping, kucing menyimpan sejumlah trivia unik yang membuatnya menarik untuk diamati lebih jauh.
Salah satu yang paling terkenal adalah kedekatan kucing dengan peradaban Mesir Kuno. Saat itu, kucing dianggap makhluk gaib dan bahkan disembah sebagai dewa, sementara kucing dari keluarga kaya ada yang dimumikan dan dikubur bersama pemiliknya.
Jejak sejarah yang kuat
Peran kucing di Mesir Kuno bukan sekadar simbolik. Menyakiti kucing dianggap sebagai kejahatan, dan hukuman bagi pembunuh kucing bahkan disebut bisa berupa kematian, termasuk jika dilakukan secara tidak sengaja.
Pada abad ke-2 SM, popularitas kultus Bastet mencapai puncaknya. Dalam periode itu, orang-orang mengenakan jimat bergambar kucing untuk melindungi rumah dan membawa keberuntungan saat melahirkan.
Kucing juga sering tampil sebagai inspirasi perhiasan. Bentuk kucing atau anak kucing disebut menjadi hadiah Tahun Baru yang populer pada masa tersebut.
Tubuh kecil, kemampuan besar
Di kehidupan modern, kucing dikenal karena kelincahan tubuhnya. Otot kaki yang kuat membuat mereka mampu melompat hingga enam kali tinggi badannya dan menjangkau tempat-tempat tinggi dengan mudah.
Kemampuan itu membantu kucing bergerak ke cabang pohon, atap, atau perabotan tinggi. Mereka juga memiliki refleks meluruskan yang memungkinkan tubuh berputar di udara lalu mendarat dengan mulus di atas kaki.
Karena itu, kucing dikenal sebagai hewan dengan keterampilan bertahan hidup yang tinggi. Mereka tetap bisa menyesuaikan posisi saat jatuh dari ketinggian dan meminimalkan risiko cedera.
Kebiasaan tidur yang panjang
Kebiasaan lain yang sering menarik perhatian adalah durasi tidur kucing. Purina menyebut kucing menghabiskan sekitar 70 persen waktunya untuk tidur, dan banyak di antaranya berlangsung dalam tidur ringan.
Pola ini membantu mereka menghemat energi untuk aktivitas saat terjaga. Tidak heran kucing sering terlihat santai, lalu bergerak aktif kembali dalam waktu singkat.
Meski suka berpelukan dan tidur di pangkuan manusia, kucing tetap mudah terbangun. Naluri waspada membuat mereka cepat bereaksi ketika merasa ada ancaman di sekitar.
Dari luar angkasa ke pintu rumah
Trivia kucing juga menyentuh dunia luar angkasa. Pada 1963, Felicette menjadi kucing pertama yang pergi ke luar angkasa dan disebut ikut melambungkan Prancis dalam perlombaan luar angkasa.
Felicette dipilih dari 13 kucing lain untuk menjalani pelatihan penerbangan luar angkasa. Sifatnya yang santai dan kinerjanya yang baik dalam latihan membuatnya terpilih untuk misi tersebut.
Kisahnya bahkan memicu kampanye penghormatan pada 2017 karena banyak pihak menilai ia terlupakan secara tidak adil. Dua tahun kemudian, sebuah patung didirikan di Prancis sebagai bentuk penghormatan.
Hal lain yang tak kalah menarik datang dari Isaac Newton. Saat bekerja di Universitas Cambridge, Newton disebut terganggu oleh kucing-kucingnya yang mencakar pintu, lalu meminta tukang kayu membuat dua lubang agar kucing induk dan anak-anaknya bisa keluar masuk tanpa mengganggu pekerjaannya.
Lubang itu disebut masih dapat dilihat di universitas tersebut hingga kini. Dari solusi sederhana itu, pintu kucing berkembang menjadi konsep pintu hewan peliharaan modern yang digunakan sampai sekarang.
Fakta menarik yang dekat dengan keseharian
Di luar trivia sejarah dan sains, perilaku kucing di rumah juga punya penjelasan sederhana. Saat membawa tikus atau serangga ke pemiliknya, kucing sedang mengikuti naluri berburu yang juga dipakai induk kucing di alam liar untuk mengajari anaknya makan dan berburu.
Kucing juga mampu mengenali nama yang sering dipanggil pemiliknya. Namun, respons mereka bergantung pada suasana hati dan seberapa tertarik mereka terhadap situasi saat itu.
Mata kucing yang tampak menyala di tempat gelap juga bukan hal mistis. Efek itu muncul karena lapisan tapetum lucidum di belakang retina yang memantulkan cahaya dan membantu penglihatan di kondisi minim cahaya.
Tak sedikit kucing yang suka duduk di laptop atau keyboard. Mereka cenderung memilih tempat hangat dan permukaan yang sering dipakai pemiliknya karena aroma manusia terasa familiar dan memberi rasa aman.
Source: www.idntimes.com








