
Antarmuka otak-komputer atau brain-computer interface (BCI) sudah mulai mengubah hidup sebagian pasien. Teknologi ini membantu orang berkomunikasi lebih mudah, menggerakkan kursor, hingga mengendalikan kursi roda.
Namun, para peneliti memperingatkan bahwa manfaat itu datang bersama risiko baru yang tidak kecil. Implan yang dirancang untuk memulihkan kemandirian juga berpotensi menghadirkan peretasan, komplikasi medis, dan biaya yang sangat tinggi.
Teknologi yang membaca sinyal otak
BCI bekerja dengan menangkap sinyal listrik dari otak lalu menerjemahkannya menjadi perintah yang bisa diproses komputer secara langsung. Dalam praktiknya, sistem ini dapat membuat seseorang menggerakkan kursor, mengendalikan perangkat, atau mengubah teks tertulis menjadi suara.
Ada dua jenis utama BCI. Sistem non-invasif berada di luar tubuh, biasanya memakai headset EEG untuk mengukur aktivitas otak.
Sementara itu, sistem invasif ditanam lewat operasi di permukaan otak. Jenis ini dikembangkan untuk membantu memulihkan kemampuan berbicara dan bergerak setelah stroke atau cedera sumsum tulang belakang.
Harapan besar, minat besar
Kategori implan inilah yang paling banyak menyedot perhatian peneliti dan investor. Sejumlah perusahaan seperti Blackrock Neurotech, Synchron yang berbasis di Australia, dan Neuralink milik Elon Musk sedang mengembangkan implan otak.
Menurut The Conversation, aturan yang berlaku saat ini masih membuat hanya segelintir peserta uji klinis di seluruh dunia yang bisa menggunakannya. Meski begitu, pasar global BCI diperkirakan naik dari sedikit di bawah US$3 miliar saat ini menjadi sekitar US$14 miliar pada 2033.
Potensi manfaatnya juga besar bagi keluarga pasien. Lebih dari 3 miliar orang di dunia hidup dengan gangguan neurologis yang dapat memengaruhi gerak, komunikasi, atau fungsi sensorik, termasuk epilepsi, Parkinson, stroke, cerebral palsy, dan cedera otak traumatis.
Salah satu bidang yang paling menjanjikan adalah komunikasi. Studi 2023 yang dikutip The Conversation menunjukkan pasien lumpuh yang memakai BCI bisa berkomunikasi hingga 78 kata per menit, naik dari 15 kata per menit pada 2021.
Manfaat medis yang lebih luas
BCI tidak hanya diuji untuk pasien yang kesulitan berbicara atau bergerak. Teknologi ini juga dipakai di ruang operasi untuk memetakan aktivitas otak saat prosedur yang rumit agar dokter tidak merusak area penting.
Para peneliti juga meneliti potensinya dalam gangguan tidur dan rehabilitasi. Jika berhasil, penggunaan itu bisa membantu diagnosis dan rencana perawatan menjadi lebih tepat.
Di sisi lain, kemajuan itu masih banyak terjadi dalam uji klinis yang ketat. Sistem non-invasif sudah lebih mudah diakses, sedangkan perangkat implan masih sangat dibatasi.
Risiko yang ikut menempel
Para ilmuwan mengatakan kekhawatirannya serius. Implan dapat memicu perdarahan, infeksi, peradangan, dan pembentukan jaringan parut seiring waktu.
Sebuah studi terbaru juga memunculkan kemungkinan bahwa peretas bisa mengakses data saraf pribadi atau mengganggu pikiran dan gerakan. Risiko itu membuat isu keamanan digital ikut masuk ke ranah kesehatan otak.
Biaya juga menjadi hambatan besar. Menurut The Conversation, harga implan berada di kisaran US$50.000 hingga US$140.000 sebelum perawatan berkelanjutan, sehingga belum terjangkau bagi kebanyakan orang.
Aturan dan pertanyaan yang belum selesai
Peneliti dan pembuat kebijakan mulai bergulat dengan isu privasi dan keamanan. Beberapa yurisdiksi di Amerika Serikat sudah berupaya melindungi data saraf lewat hukum, tetapi celah regulasi besar masih ada jika perangkat ini makin umum dipakai di layanan kesehatan.
Karena itu, pasien dan keluarga dianjurkan mengajukan pertanyaan yang cermat sebelum memilih teknologi ini. Hal yang perlu dipahami antara lain apakah perangkat itu invasif atau non-invasif, bagaimana perawatan jangka panjangnya, bagaimana data otak disimpan, dan apakah teknologi tersebut digunakan dalam uji klinis yang diatur.
Para ilmuwan juga menilai masih dibutuhkan lebih banyak riset independen tentang dampak fisik dan psikologis jangka panjang dari implan permanen. Mereka menekankan bahwa pendanaan publik bisa membantu teknologi ini berkembang lebih aman dan lebih mudah diakses.









