
Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan bahwa kesepakatan jet tempur Rafale menjadi salah satu penanda utama penguatan kemitraan pertahanan antara Prancis dan Indonesia. Dalam pertemuan bilateral dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Élysée, Paris, Macron menilai hubungan kedua negara kini bergerak semakin erat, terutama di bidang keamanan dan pertahanan.
Macron menyebut kerja sama itu tidak hanya soal pembelian alutsista, tetapi juga soal penguatan kedaulatan dan penguasaan teknologi pertahanan. Ia mengatakan, “Indonesia dan Prancis dipersatukan oleh kemitraan luar biasa yang secara nyata memungkinkan kita memperkuat kedaulatan masing-masing serta maju dalam bidang teknologi dan industri paling mutakhir.”
Rafale jadi simbol hubungan yang kian erat
Macron menyoroti kedatangan pesawat tempur Dassault Rafale pertama yang dibeli Indonesia sebagai bukti nyata dari meningkatnya kerja sama pertahanan kedua negara. Menurut dia, pengiriman pesawat itu mencerminkan hubungan strategis yang tidak lagi sebatas dialog politik, melainkan sudah masuk ke tahap implementasi di sektor militer.
Pernyataan itu muncul dalam konferensi pers bersama usai kunjungan kenegaraan Prabowo. Macron menilai pembahasan dengan Presiden RI menunjukkan kesamaan pandangan untuk terus memperluas kerja sama yang sudah dibangun selama ini.
Pelatihan militer dan latihan gabungan ikut diperkuat
Selain pengadaan Rafale, kedua negara juga sepakat memperdalam kerja sama operasional dan pelatihan militer. Macron mengatakan Prancis dan Indonesia akan memperbanyak latihan bersama dan memperkuat kemampuan antarpasukan melalui agenda yang sudah disiapkan ke depan.
Ia menyebut beberapa latihan bersama akan kembali digelar dalam beberapa bulan mendatang, termasuk melalui misi Pégase 2026 pada September 2026. Macron mengatakan, “Kami akan memperkuat pelatihan, kerja sama operasional, dan kami telah memperbanyak latihan bersama.”
Kemitraan menjangkau udara, laut, dan darat
Macron menilai hubungan pertahanan Prancis dan Indonesia kini telah masuk ke dimensi baru. Ruang lingkupnya tidak hanya mencakup pesawat tempur, tetapi juga kemampuan angkatan laut, angkatan darat, latihan bersama, dan pelatihan personel.
Ia menegaskan, kerja sama yang berkembang itu memberi nilai tambah bagi kedua negara di berbagai bidang strategis. “Dalam seluruh bidang, baik pesawat tempur, kemampuan angkatan laut Indonesia, kemampuan angkatan darat, latihan bersama maupun pelatihan, kami telah memberikan dimensi baru bagi kemitraan pertahanan dan keamanan ini,” ujarnya.
Peluang kerja sama strategis baru
Macron juga membuka peluang pembahasan lanjutan untuk memperluas perspektif kerja sama pertahanan di masa mendatang. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan bilateral Prancis dan Indonesia masih memiliki ruang besar untuk dikembangkan, terutama pada sektor strategis yang berkaitan dengan keamanan nasional dan modernisasi alat utama sistem persenjataan.
Kunjungan kenegaraan Prabowo ke Prancis sendiri menjadi bagian dari penguatan hubungan bilateral kedua negara di sejumlah sektor. Selain pertahanan, pembahasan juga mencakup ekonomi, transisi energi, dan teknologi strategis yang dinilai penting bagi kerja sama jangka panjang.
Source: teknologi.bisnis.com








