Roket milik Blue Origin meledak saat menjalani uji pembakaran mesin di landasan peluncuran pada Kamis (28/5/2026). Ledakan itu sempat mengguncang rumah warga di sekitar lokasi dan memunculkan bola api oranye di langit.
Insiden terjadi ketika New Glenn menjalani uji engine-firing sebagai persiapan peluncuran satelit yang dijadwalkan pekan depan. Blue Origin menyatakan tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut.
Uji mesin berujung ledakan
Blue Origin mengungkapkan roket itu sedang dalam tahap pengujian mesin sebelum peluncuran. Perusahaan antariksa milik Jeff Bezos tersebut belum menjelaskan penyebab ledakan dan menyebut penyelidikan masih berjalan.
Jeff Bezos juga menanggapi insiden itu melalui platform X. Ia mengatakan, “Masih terlalu awal untuk mengetahui penyebabnya, tetapi kami sudah mulai bekerja untuk menemukannya.”
Ia menambahkan bahwa perusahaan akan membangun kembali bagian yang perlu diperbaiki dan kembali terbang. Bezos menyebut langkah itu tetap sepadan meski kejadian ini menjadi pukulan besar bagi tim pengembang.
Riwayat masalah New Glenn
New Glenn sebelumnya juga menghadapi masalah pada April lalu. Roket itu gagal menempatkan satelit ke orbit yang tepat akibat gangguan mesin.
Gangguan terbaru ini menambah daftar tantangan pada salah satu roket awal Blue Origin yang dirancang untuk misi berat. New Glenn juga disiapkan untuk mendukung pengiriman pendarat bulan dalam program NASA Artemis.
Dampak ke program Bulan NASA
NASA telah memberi kontrak bernilai ratusan juta dolar kepada Blue Origin untuk mendukung misi ke Bulan. Kerja sama itu mencakup pengiriman wahana penjelajah dalam beberapa tahun mendatang.
Administrator NASA Jared Isaacman menyebut pengembangan teknologi peluncuran berat memang sangat kompleks dan penuh risiko. Ia mengatakan pihaknya akan mengevaluasi dampak insiden ledakan ini terhadap program Artemis.
Roket besar andalan Blue Origin
New Glenn memiliki tinggi sekitar 98 meter dan menjadi salah satu roket terbesar yang dikembangkan Blue Origin. Roket ini diproyeksikan menjadi tumpuan perusahaan untuk misi-misi berat di masa depan.
Insiden saat uji mesin ini kini menjadi perhatian karena terjadi menjelang rencana peluncuran satelit dan di tengah keterlibatan Blue Origin dalam sejumlah program antariksa besar, termasuk dukungan terhadap ambisi eksplorasi Bulan milik NASA.
Source: www.beritasatu.com