Ikan Luderick Australia, Ternyata Disukai Di Satu Negara Tapi Dihindari Di Negara Lain

Perairan Australia menyimpan satu ikan yang sering luput dari perhatian, padahal perannya dekat dengan manusia dan ekosistem pesisir. Ikan itu adalah luderick (Girella tricuspidata), spesies yang hidup di perairan dangkal, sering bergerombol, dan dikenal punya corak garis hitam di sisi tubuhnya.

Bagi banyak orang, luderick bukan sekadar ikan kecil yang lewat di tepian karang. Spesies ini bisa tumbuh jauh lebih besar dari ukuran yang umum dibahas, dan pada saat yang sama tetap menjadi bagian penting dari sejarah konsumsi di Australia.

Ukuran dan ciri fisiknya

Luderick dilaporkan memiliki panjang sekitar 35 hingga 71 centimeter. Fishbase mencatat panjang maksimumnya berada di kisaran 22 sampai 29,5 centimeter, tetapi sejumlah individu dapat tumbuh jauh lebih besar hingga 71 centimeter dengan bobot mencapai 4 kilogram.

Tubuhnya tampak agak membulat dengan sisik halus dan mata hitam besar. Warna tubuhnya cenderung abu-abu atau perak, lalu dihiasi garis hitam di bagian samping.

Sebaran di Australia dan Selandia Baru

Penyebaran alami luderick mencakup Australia dan Selandia Baru. Di Australia, ikan ini ditemukan di Australia Selatan, New South Wales, Victoria, Queensland, dan Tasmania.

Di Selandia Baru, luderick tercatat berada di North Island, North Cape, dan Selat Cook. Ikan ini umumnya terlihat di kedalaman 0 hingga 20 meter, meski kadang dapat menyelam sampai 200 meter.

Habitat yang disukai

Luderick kerap ditemukan berkelompok di perairan dangkal. Habitat favoritnya mencakup area karang, daerah berbatu, dasar laut berpasir, perairan dengan vegetasi rapat, wilayah pesisir, dan sungai air payau.

Suhu yang cocok untuk ikan ini berada di kisaran 14,6 hingga 23,6 derajat Celsius. Lingkungan seperti itu menyediakan makanan melimpah, mulai dari kerang, cacing laut, krustasea, alga, hingga tanaman air.

Anakan luderick juga memanfaatkan rumput laut sebagai tempat bersembunyi dari predator. Pola hidup ini memperlihatkan bahwa vegetasi pesisir punya fungsi penting dalam menjaga kelangsungan hidupnya.

Dari santapan hingga ikan yang dihindari

Di wilayah penyebaran alaminya, luderick dimanfaatkan sebagai bahan pangan oleh masyarakat lokal. Orang-orang Suku Māori, khususnya Te Tai Tokerau Māori, diketahui menangkap ikan ini dengan jaring.

Namun, pandangan terhadap luderick tidak sama di semua tempat. Pada era kolonial, para penjajah Eropa di Selandia Baru tidak menyukai ikan ini karena dianggap kurang lezat dan sering merusak jaring nelayan.

Situasinya berbeda di Australia. Masyarakat setempat justru menyukai luderick, bahkan ikan ini sempat menjadi salah satu ikan konsumsi paling penting pada abad ke-20 dalam beberapa kesempatan.

Posisi taksonomi dan kedekatan kerabat

Secara ilmiah, luderick masuk ke famili Girellidae, kelompok yang juga disebut nibblers. Famili ini diklasifikasikan kembali ke ordo Centrarchiformes.

Klasifikasi itu membuat luderick berkerabat cukup dekat dengan ikan bass australia, ikan perch, ikan rajawali, dan ikan matahari. Di famili Girellidae sendiri hanya ada dua genus, yaitu Girella yang mencakup luderick dan kerabat dekatnya, serta Graus yang hanya memiliki satu spesies, yaitu Graus nigra.

Kelimpahan yang masih terjaga

Luderick juga disebut sebagai spesies yang populasinya cenderung stabil dan masih melimpah. Kondisi ini penting karena menunjukkan adanya keseimbangan yang masih terjaga antara pemanfaatan oleh manusia dan kelestarian di alam.

Di perairan Australia, luderick menjadi contoh ikan pesisir yang bukan hanya menarik secara biologis, tetapi juga memiliki nilai sosial dan kuliner. Dari habitat dangkal hingga meja makan, spesies ini memperlihatkan bagaimana satu ikan bisa terhubung erat dengan ekologi, budaya, dan sejarah konsumsi di dua negara.

Source: www.idntimes.com

Berita Terkait

Back to top button