
Banyak pemilik kucing baru sadar bahwa persalinan anabul tidak selalu berlangsung cepat. Proses ini punya beberapa tahap, dan durasinya bisa berbeda-beda tergantung kondisi induk serta jumlah anak kucing yang akan lahir.
Karena itu, memahami berapa lama kucing melahirkan penting agar pemilik bisa lebih tenang dan tahu kapan harus waspada. Dalam banyak kasus, proses persalinan berjalan alami, tetapi ada momen tertentu yang perlu dipantau ketat agar induk dan anaknya tetap aman.
Tahap awal bisa berlangsung paling lama
Persalinan kucing umumnya dimulai dari tahap persiapan. Pada fase ini, kucing biasanya mencari tempat aman, menjilati area genital, tampak gelisah, sering meong, atau bahkan berhenti makan.
Tahap pertama ini bisa berlangsung sekitar 24 hingga 36 jam. Tubuh kucing sedang menyiapkan kontraksi yang lebih kuat sebelum anak kucing keluar.
Saat anak kucing lahir, waktunya lebih singkat
Tahap kedua adalah momen keluarnya anak kucing. Kontraksi rahim mendorong anak kucing ke jalan lahir, dan selaput ketuban biasanya pecah saat proses kelahiran berlangsung.
Untuk tiap anak kucing, proses lahirnya biasanya memakan waktu 5 hingga 30 menit setelah kontraksi kuat dimulai. Secara keseluruhan, begitu masuk tahap persalinan, kelahiran sering berlangsung selama 2 hingga 6 jam.
Jeda antar anak kucing masih tergolong normal
Setelah satu anak lahir, induk kucing bisa berhenti sebentar sebelum melahirkan anak berikutnya. Jarak waktu antarkelahiran biasanya 10 menit hingga 1 jam, tergantung kondisi induk.
Pada beberapa kucing, jeda itu bahkan bisa mencapai 24 hingga 36 jam. Fenomena ini disebut interrupted labor, dan masih tergolong normal selama induk tampak tenang, mau menyusui, tidak mengejan kesakitan, dan tidak mengeluarkan cairan berbau busuk.
Plasenta keluar setelah setiap anak lahir
Tahap berikutnya adalah pengeluaran plasenta atau ari-ari. Plasenta biasanya keluar segera setelah anak kucing lahir, atau paling lama 5 hingga 10 menit setelahnya.
Dalam sebagian kasus, dua anak kucing bisa lahir berurutan sebelum dua plasenta keluar. Yang penting, jumlah plasenta harus sama dengan jumlah anak kucing yang lahir karena plasenta yang tertinggal bisa memicu infeksi rahim yang fatal.
Tanda kucing akan melahirkan perlu dikenali
Ada beberapa tanda yang biasanya muncul sebelum persalinan dimulai. Kucing bisa mencari tempat aman, sering ke kotak pasir tanpa buang air, kehilangan minat makan, atau menjilati bagian belakang secara berlebihan.
Cairan cokelat atau merah juga bisa muncul menjelang persalinan. Jika darah terlihat banyak, pemilik perlu segera menghubungi dokter hewan.
Kapan harus lebih waspada
Ada situasi yang menandakan masalah saat melahirkan. Setelah ketuban pecah, anak kucing pertama idealnya lahir dalam 30 hingga 60 menit.
Jika induk terus mengejan kuat lebih dari 30 hingga 45 menit setelah ketuban pecah tetapi tidak ada anak yang keluar, kondisi itu disebut distosia. Dalam keadaan seperti ini, bantuan dokter hewan perlu segera dicari.
Perawatan setelah melahirkan juga penting
Induk kucing sebaiknya tidak langsung dimandikan seluruh tubuhnya setidaknya sampai 3 hingga 4 minggu setelah melahirkan. Memandikan terlalu cepat bisa menghilangkan aroma tubuh alami yang dikenali anaknya, memicu stres, dan membuat induk serta anak kucing lebih mudah kedinginan.
Jika tubuh induk kotor oleh darah atau ketuban, cukup seka perlahan dengan kain bersih yang dibasahi air hangat. Perawatan yang tenang membantu masa awal setelah lahir tetap aman bagi induk dan anak kucing.
Source: www.idntimes.com








