Berang-berang laut sering menarik perhatian karena tingkahnya yang terlihat lucu di permukaan. Namun, di balik itu, hewan ini punya pengaruh besar terhadap kesehatan ekosistem pesisir dan bahkan bisa menentukan apakah hutan bawah laut tetap hidup atau berubah menjadi hamparan tandus.
Para ilmuwan menempatkan berang-berang laut sebagai salah satu spesies paling penting di ekosistem pesisir. Kehadiran atau hilangnya satu spesies ini dapat memicu perubahan besar pada rantai makanan, habitat, dan kestabilan lingkungan laut.
Pengendali bulu babi yang menjaga kelp
Peran paling menonjol berang-berang laut ada pada kemampuannya mengendalikan bulu babi. Hewan ini memangsa berbagai organisme kecil seperti bulu babi, kepiting, kerang, dan abalon, tetapi bulu babi menjadi salah satu mangsa yang paling penting karena mereka memakan kelp.
Saat populasi bulu babi tidak terkendali, hutan kelp bisa habis dalam waktu relatif singkat. Kondisi itu membuat banyak spesies lain kehilangan tempat berlindung dan sumber makanan.
Dengan memangsa bulu babi, berang-berang laut membantu menjaga keseimbangan rantai makanan. Efeknya langsung terasa pada kesehatan hutan kelp yang menjadi fondasi banyak kehidupan di pesisir.
Hutan kelp yang sehat berarti ekosistem lebih hidup
Hutan kelp sering disebut sebagai hutan bawah laut karena ukurannya yang besar dan fungsinya yang luas. Habitat ini menjadi rumah bagi ikan, moluska, krustasea, hingga berbagai jenis burung laut.
Kelp juga menyerap karbon dioksida dari atmosfer dan membantu melindungi garis pantai dari hantaman ombak. Ketika berang-berang laut menjaga jumlah bulu babi tetap rendah, kelp dapat tumbuh subur dan membentuk lingkungan yang lebih produktif.
Sebaliknya, ketika berang-berang laut menghilang dari suatu wilayah, bulu babi sering meledak populasinya. Dasar laut kemudian dapat berubah menjadi area tandus yang dikenal sebagai urchin barrens.
Dampak berantai pada keanekaragaman hayati
Hutan kelp yang sehat biasanya dihuni lebih banyak spesies dibanding wilayah yang tandus. Saat habitat ini tumbuh baik, tersedia lebih banyak tempat berlindung, lokasi berkembang biak, dan sumber makanan bagi berbagai organisme.
Mulai dari alga kecil, ikan, invertebrata, hingga burung laut dapat memanfaatkan habitat tersebut. Karena itu, kehadiran berang-berang laut ikut mendorong naiknya keanekaragaman hayati secara tidak langsung.
Semakin banyak spesies yang hidup dalam satu ekosistem, semakin stabil pula sistem tersebut. Kestabilan ini penting karena ekosistem pesisir terus menghadapi tekanan dari luar.
Lebih tahan menghadapi gangguan lingkungan
Gelombang panas laut, badai, penyakit, dan perubahan iklim dapat memberi tekanan besar pada ekosistem pesisir. Tidak semua wilayah punya kemampuan yang sama untuk bertahan dalam kondisi seperti ini.
Ekosistem yang kaya spesies biasanya lebih mampu menghadapi gangguan tersebut. Para ilmuwan menyebut kemampuan itu sebagai resiliensi ekosistem.
Karena berang-berang laut membantu menjaga kesehatan hutan kelp dan keanekaragaman hayati, mereka juga ikut memperkuat ketahanan ekosistem. Peran ini membuat kawasan pesisir tidak mudah runtuh ketika menghadapi perubahan lingkungan.
Berpengaruh pada nutrisi, perikanan, dan ekonomi
Aktivitas mencari makan berang-berang laut juga membantu pergerakan nutrisi di laut. Saat menggali dasar laut untuk mencari mangsa, mereka mengaduk sedimen dan membantu mendistribusikan bahan organik.
Proses itu membuat nutrisi lebih mudah dimanfaatkan oleh organisme lain, termasuk tumbuhan laut. Meski tidak seterkenal perannya dalam menjaga kelp, kontribusi ini tetap penting bagi produktivitas pesisir.
Manfaatnya juga dirasakan manusia. Hutan kelp yang sehat menjadi tempat pembesaran berbagai ikan bernilai ekonomi, dan banyak spesies ikan komersial bergantung pada habitat ini pada fase awal kehidupannya.
Berang-berang laut juga menarik wisatawan yang datang untuk mengamati satwa liar, menyelam, atau menikmati keindahan hutan kelp. Karena itu, menjaga populasi mereka ikut membantu mendukung ekonomi masyarakat pesisir.
Tanda penting kesehatan laut
Berang-berang laut membutuhkan lingkungan pesisir yang relatif bersih dan produktif untuk bertahan hidup. Jika populasinya turun, itu sering menjadi petunjuk bahwa ada masalah di laut.
Penurunan jumlah mereka bisa menandakan pencemaran, berkurangnya makanan, wabah penyakit, atau gangguan lain dalam ekosistem. Karena itu, para peneliti kerap memantau populasi berang-berang laut untuk membaca kondisi kesehatan lingkungan pesisir secara keseluruhan.
Source: www.idntimes.com