
Kapur sirih ternyata bukan sekadar bahan tradisional untuk menginang. Zat ini juga dipakai di berbagai bidang, mulai dari pengolahan air, konstruksi, makanan, kecantikan, hingga kesehatan gigi.
Pertanyaan yang paling sering muncul justru sederhana: kapur sirih terbuat dari apa? Jawabannya mengarah pada senyawa bernama kalsium hidroksida, yang memiliki sifat kimia dan fisik tertentu serta bisa dimanfaatkan dalam batas aman.
Bahan dasar dan proses pembuatannya
Secara kimia, kapur sirih adalah kalsium hidroksida dengan rumus Ca(OH)2. Senyawa ini terbentuk dari campuran kalsium oksida dan air, dan berbentuk bubuk putih seperti tepung.
Kalsium hidroksida juga dikenal dengan beberapa nama lain, seperti kapur mati, kapur terhidrasi, dan hydrated lime. Zat ini tidak berbau, terasa sedikit pahit dan alkali, tidak mudah terbakar, serta lebih padat daripada air.
Dalam praktiknya, kapur sirih dapat dibuat dari batu kapur. Batu kapur dibakar pada suhu tinggi hingga menghasilkan kalsium oksida atau kapur tohor, lalu kapur tohor dihidrasi dengan air menjadi kalsium hidroksida.
Proses kimianya berlangsung melalui dua tahap. Batu kapur CaCO3 berubah menjadi CaO dan CO2, lalu CaO bereaksi dengan H2O menjadi Ca(OH)2.
Ada pula daerah yang memakai cangkang kerang sebagai bahan baku utama. Di beberapa wilayah seperti Pulau Sugara, Kalimantan Selatan, dan Jayapura, cangkang kerang dibakar sekitar 10 jam, dihancurkan hingga halus, lalu ditambahkan air sebelum digunakan.
Mengapa kapur sirih banyak dipakai
Sifat kimia kapur sirih membuatnya berguna di banyak sektor. Dalam konstruksi, zat ini dipakai sebagai tambahan semen dan mortar untuk meningkatkan daya tahan bahan bangunan.
Di pertanian, kapur sirih digunakan untuk menetralkan tanah yang asam. Fungsinya membantu mendorong pertumbuhan tanaman.
Dalam pengolahan air, kapur sirih membantu mengolah air limbah agar logam berat hilang dan toksisitas berkurang. Di industri makanan, zat ini digunakan sebagai pengembang dan bahan pengawet.
Kapur sirih juga dipakai di industri kecantikan. Fungsinya mengontrol keasaman atau alkalinitas produk perawatan kulit agar tetap aman digunakan.
Manfaat di bidang kesehatan
Di bidang medis, kapur sirih memiliki beberapa kegunaan yang sudah dikenal. Salah satunya adalah untuk perawatan gigi, terutama membantu merawat dan mendesinfeksi saluran akar agar proses penyembuhan lebih cepat.
Kapur sirih juga dijadikan formula antasida. Tujuannya menetralkan asam lambung dan meredakan nyeri ulu hati.
Selain itu, kapur sirih memiliki fungsi disinfektan. Sifat ini membantu menghilangkan patogen yang berbahaya dalam penggunaan tertentu.
Risiko jika dipakai berlebihan
Meski bermanfaat, kapur sirih tetap perlu digunakan dengan hati-hati. Paparan berlebihan atau sensitivitas terhadap zat ini dapat memicu efek samping pada kulit, mata, pernapasan, lambung, dan usus.
Kapur sirih dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan mata, bahkan paparan jangka panjang bisa menimbulkan luka bakar. Debu dan asapnya juga dapat mengganggu saluran pernapasan, memicu batuk dan sesak napas.
Jika terjadi keracunan kalsium hidroksida, dampaknya bisa sangat serius. Gejalanya dapat berupa sakit perut parah, muntah, hingga darah dalam tinja.
Paparan langsung lewat hidung juga berisiko menimbulkan nyeri, bengkak, dan kesulitan bernapas. Dalam kondisi tertentu, efek lainnya dapat meningkatkan kemungkinan botulisme atau otot kaku.
Karena itu, penggunaan kapur sirih di bidang kesehatan perlu mengikuti petunjuk dokter. Zat ini memang punya banyak kegunaan, tetapi manfaatnya hanya aman bila dipakai secara tepat dan tidak berlebihan.
Source: www.idntimes.com








