5 Gadget Visioner Era 60-An Yang Diam-Diam Memprediksi Masa Depan

Bayangan masa depan sering muncul lebih awal daripada yang disadari banyak orang. Pada 1960-an, sejumlah teknologi yang kini terasa biasa justru sudah dirancang, diuji, dan dalam beberapa kasus dipakai sebagai fondasi bagi internet, video call, lampu hemat energi, hingga robot cerdas.

Dekade itu dikenal sebagai masa lompatan besar dalam sains dan teknik. Saat manusia mendarat di bulan dan berbagai penemuan seperti laser, Kevlar, serta artificial heart mulai membuktikan nilai praktisnya, ada pula gagasan yang belum langsung populer karena biaya, keterbatasan teknologi, atau belum siapnya pasar.

Internet lahir dari jaringan riset

Jauh sebelum World Wide Web dibuka ke publik pada 1993, dasar internet sudah dibangun pada 1969 lewat ARPANET. Jaringan ini dibuat oleh U.S. Department of Defense untuk membantu peneliti berkomunikasi dan berbagi informasi secara aman melalui komputer di kota atau negara yang berbeda.

Kunci utamanya adalah packet switching, yang membuat data bisa melintasi jaringan dan disusun ulang tanpa bergantung pada satu titik pusat. Dari pengembangan itu lahir TCP/IP, protokol yang masih dipakai untuk menghubungkan perangkat lintas jaringan hingga sekarang.

Video call sudah dicoba sejak 1964

Teknologi untuk melihat lawan bicara saat menelepon bukanlah konsep baru. Pada April 1964, Bell Labs milik AT&T memperkenalkan Picturephone di World’s Fair New York, lengkap dengan delapan bilik demo dan satu instalasi tambahan di Disneyland, Anaheim.

Minat pengunjung memang tinggi, tetapi penggunaan komersialnya tidak langsung berhasil. Di New York City, Chicago, dan Washington, D.C., layanan yang dibuka pada Juni 1964 hanya mencatat 71 panggilan dalam enam bulan pertama, sementara layanan komersial di Pittsburgh pada 1970 juga gagal menarik pasar.

Biaya menjadi hambatan besar. Menyewa dua ruang untuk percakapan pada Juni 1964 memakan biaya $16–$27 untuk tiga menit pertama, setara $171.88–$290.05 setelah penyesuaian inflasi, sementara paket Pittsburgh dibanderol $160 per bulan plus $0.25 per menit tambahan.

LED sempat terlalu mahal untuk dipakai luas

LED memang terasa identik dengan era modern, tetapi versi praktis untuk penggunaan komersial sudah ada pada 1961. Texas Instruments kemudian merilis produk LED pertama pada tahun berikutnya, meski biayanya jauh lebih mahal dibanding bohlam pijar.

LED awal juga tidak efisien dan redup. Butuh waktu lama untuk mengembangkan LED biru, yang menjadi kunci lahirnya lampu putih terang dan layar warna penuh seperti pada smartphone.

Perkembangan itu begitu penting sampai para ilmuwan yang berhasil menciptakan LED biru memperoleh Hadiah Nobel Fisika. Hingga kini, riset LED terus berjalan dan masih melahirkan terobosan baru.

Komputer wearable pertama dibuat untuk roulette

Sebelum jam tangan pintar dipakai untuk kebugaran dan produktivitas, wearable computer pertama justru dibuat untuk perjudian. Pada 1961, dua matematikawan MIT, Edward Thorp dan Claude Shannon, mengembangkan komputer kecil untuk memprediksi hasil roulette.

Perangkat itu seukuran bungkus rokok, disembunyikan pada tubuh pengamat, lalu dioperasikan lewat sakelar di dalam sepatu. Pengguna memasukkan data dengan ibu jari kaki, dan komputer mengirimkan hasil perhitungan ke penerima di telinga melalui nada audio.

Thorp dan Shannon mengujinya di Las Vegas dan hasilnya cukup akurat, meski kabel ke speaker sering putus. Mereka tidak melanjutkan proyek itu karena khawatir tertangkap, lalu Thorp kemudian mengembangkan perangkat lain untuk penjudi sebelum Nevada melarang alat semacam itu pada 1985.

Shakey membuka jalan untuk robot cerdas

Jika AI kini hadir dalam chatbot dan robot, akarnya juga bisa ditarik ke 1960-an. Shakey the Robot, proyek SRI International dari 1966 sampai 1972, dianggap sebagai robot mobile pertama yang mampu mengenali lingkungan sekitarnya dan menalar berdasarkan informasi itu.

Menurut SRI, Shakey bisa menjalankan tugas yang memerlukan perencanaan, pencarian rute, dan pemindahan objek sederhana. Kemampuannya mungkin terlihat dasar hari ini, tetapi pada masanya itu merupakan pencapaian besar.

Dampaknya juga meluas ke ilmu komputer. Pengembangan Shakey ikut mendorong lahirnya A* search algorithm untuk mencari jalur terpendek dan Hough transform untuk mendeteksi bentuk geometris dalam citra digital.

Temuan yang terlalu dini untuk zamannya

Banyak ide dari 1960-an gagal langsung menyebar karena teknologi belum matang atau biaya belum masuk akal bagi konsumen. Namun justru di situlah letak nilainya, karena berbagai penemuan itu membentuk arah perangkat dan sistem yang dipakai sekarang.

Dari ARPANET hingga Picturephone, dari LED awal hingga Shakey, dekade itu memperlihatkan bahwa masa depan sering kali tidak datang tiba-tiba. Ia lebih dulu diuji dalam bentuk kasar, mahal, dan belum siap pasar, sebelum akhirnya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Berita Terkait

Back to top button