Geotab Ubah Kendali Armada Aerotrans, Risiko Kecelakaan Turun 60% Dalam Senyap

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap keselamatan transportasi pendukung aviasi, Aerotrans menemukan cara baru untuk mengendalikan armada besar secara lebih presisi. Perusahaan yang mengelola lebih dari 700 kendaraan itu memanfaatkan teknologi telematika Geotab untuk memperkuat visibilitas operasional, memantau risiko, dan meningkatkan keselamatan pengemudi secara langsung.

Langkah ini memberi dampak terukur pada operasi harian, termasuk penurunan risiko kecelakaan dan perbaikan perilaku berkendara. Dalam praktiknya, pemantauan berbasis data membantu Aerotrans mengambil keputusan lebih cepat saat armada bergerak di lingkungan yang menuntut ketepatan tinggi.

Dari pengawasan terbatas ke kendali berbasis data

Sebelum memakai sistem telematika, Aerotrans menghadapi tantangan dalam melihat kondisi armada secara menyeluruh. Perusahaan juga sulit menelusuri penyebab insiden di lapangan dengan cepat karena operasi kendaraan berjalan dalam skala besar dan dinamis.

Untuk menjawab kebutuhan itu, Aerotrans bermitra dengan Geotab, penyedia global solusi armada terhubung. Platform ini memberi akses ke data dan informasi real-time, mulai dari lokasi kendaraan, kondisi mesin, perilaku pengemudi, hingga potensi risiko operasional.

Direktur Aerotrans, Kadek Bayu Temaja, menyebut perubahan ini bukan sekadar adopsi alat baru. Ia menegaskan bahwa fokus utamanya ada pada keselamatan dan presisi operasional yang konsisten di seluruh armada.

Risiko kecelakaan turun, perilaku berkendara membaik

Sejak implementasi pada September 2024, Aerotrans mencatat hasil yang menonjol pada aspek keselamatan. Salah satu indikator utamanya adalah peningkatan 61% dalam prediksi tingkat kecelakaan per kilometer, yang menjadi dasar penting dalam strategi mitigasi risiko.

Perusahaan juga membukukan peringkat keselamatan 89%, melampaui armada sejenis di kawasan regional. Selain itu, data operasional menunjukkan penurunan 57% pada kejadian rem mendadak dan 66% pada akselerasi agresif, dua perilaku yang sering berkaitan dengan risiko keselamatan di jalan.

Efek lain terlihat pada efisiensi armada. Durasi idle turun 22%, sehingga operasi menjadi lebih hemat dan lebih terkendali dari sisi penggunaan kendaraan.

Relevansi bagi transportasi pendukung aviasi

Dalam industri aviasi, transportasi darat untuk awak pesawat memegang peran penting karena ketepatan waktu ikut memengaruhi kesiapan penerbangan. Karena itu, Aerotrans memanfaatkan geofencing dan pemetaan lokasi real-time agar proses penjemputan awak berjalan lebih presisi dan minim keterlambatan.

Kepala Pusat Pengendalian Operasi Transportasi Aerotrans, Hermawan, mengatakan geofencing memberi visibilitas real-time di area bandara utama. Fitur itu membantu pusat kendali memantau pergerakan armada dengan lebih jelas, terutama saat koordinasi di lingkungan bandara membutuhkan ketepatan tinggi.

Kemitraan yang diarahkan ke ekosistem lebih luas

Geotab menilai kerja sama ini menunjukkan bagaimana insight real-time dapat membantu meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat keselamatan transportasi awak. Associate Vice President Southeast Asia Geotab, Ezanne Soh, menyebut platform tersebut dirancang untuk membantu organisasi memaksimalkan potensi armada melalui data dan teknologi canggih.

Aerotrans juga menyiapkan langkah lanjutan dengan mengintegrasikan Geotab ke TMS agar ekosistem transportasi menjadi lebih terhubung. Arah pengembangan itu tidak hanya ditujukan untuk operasional aviasi, tetapi juga berpotensi mendukung sektor lain seperti pariwisata dan logistik.

Source: teknologi.bisnis.com

Terkait