Gurita terus menarik perhatian ilmuwan karena kecerdasannya tidak lahir dari jalur evolusi yang sama dengan manusia. Hewan laut ini mampu memecahkan masalah, belajar dari pengalaman, menggunakan alat, dan bahkan menemukan cara untuk melarikan diri dari akuarium.
Yang membuatnya semakin unik, kemampuan itu muncul pada tubuh tanpa tulang belakang dan sistem saraf yang sangat berbeda dari mamalia. Dari cara berburu sampai cara berkamuflase, gurita menunjukkan bahwa kecerdasan bisa berkembang lewat jalur biologis yang benar-benar lain.
Sistem saraf yang tidak biasa
Salah satu kunci utama kecerdasan gurita ada pada sistem sarafnya. Gurita memiliki sekitar 500 juta neuron, jumlah yang sebanding dengan beberapa mamalia seperti anjing.
Lebih dari dua pertiga neuron itu tidak berada di otak pusat. Sebagian besar justru tersebar di delapan lengan, sehingga tiap lengan bisa mengambil keputusan sederhana secara mandiri.
Karena struktur ini, para ilmuwan sering menyebut gurita memiliki “sembilan otak”. Satu otak utama bekerja bersama delapan pusat saraf di lengan untuk menjalankan banyak tugas sekaligus secara efisien.
Tekanan hidup yang membentuk kecerdasan
Gurita tidak memiliki cangkang keras atau lapisan pelindung yang kuat. Tubuhnya lunak dan jauh lebih rentan terhadap predator dibanding banyak hewan laut lain.
Kondisi itu membuat kecerdasan menjadi alat bertahan hidup yang penting. Selama jutaan tahun, tekanan evolusi mendorong gurita mengasah kemampuan mencari makan dan menghindari bahaya.
Mereka pun memakai banyak strategi saat berburu. Gurita bisa menyergap mangsa, menguntit diam-diam, menyamar, atau memancing mangsa agar mendekat.
Belajar, mengingat, dan beradaptasi
Kemampuan belajar gurita juga menonjol dalam berbagai pengujian laboratorium. Hewan ini dapat mengenali pola, mempelajari lingkungan sekitar, dan mengingat pengalaman sebelumnya.
Dalam eksperimen, gurita berhasil menyelesaikan labirin sederhana dan membuka wadah untuk mendapatkan makanan. Mereka juga bisa mengingat solusi dari masalah yang pernah dihadapi.
Selain itu, gurita mampu membedakan objek berdasarkan bentuk dan warna. Mereka memiliki memori jangka pendek dan memori jangka panjang yang membantu adaptasi terhadap lingkungan.
Kulit pintar untuk bertahan hidup
Gurita dikenal sebagai ahli kamuflase yang sangat efektif. Dalam hitungan detik, mereka dapat mengubah warna, pola, bahkan tekstur kulit.
Kemampuan itu bukan refleks sederhana. Otak dan sistem saraf gurita memproses informasi visual lalu mengoordinasikan perubahan pada jutaan sel pigmen di kulit.
Fungsi kamuflase ini sangat luas. Gurita memakainya untuk bersembunyi dari predator, mengejutkan mangsa, atau berkomunikasi dengan gurita lain.
Pengguna alat yang jarang ditemui
Penggunaan alat sering dianggap sebagai tanda kecerdasan tingkat tinggi. Gurita termasuk sedikit hewan yang mampu menunjukkan perilaku ini.
Beberapa spesies gurita diketahui mengumpulkan tempurung kelapa atau cangkang untuk dijadikan tempat berlindung. Mereka juga dapat membawa benda itu dan merakitnya saat dibutuhkan.
Perilaku tersebut menunjukkan adanya kemampuan perencanaan dan pemecahan masalah. Hal ini jarang ditemukan pada hewan tanpa tulang belakang.
Jejak genetik di balik otak gurita
Rahasia kecerdasan gurita juga dikaitkan dengan mekanisme genetik yang unik. Otak gurita memiliki banyak molekul pengatur bernama microRNA yang membantu mengendalikan aktivitas gen dan perkembangan sistem saraf.
Peningkatan jumlah microRNA juga ditemukan dalam evolusi vertebrata, termasuk manusia. Temuan ini memberi petunjuk bahwa gurita dan vertebrata bisa mengembangkan kecerdasan lewat mekanisme biologis yang serupa.
Para ilmuwan melihat gurita sebagai contoh evolusi konvergen yang menonjol. Nenek moyang terakhir gurita dan vertebrata hidup lebih dari 550 juta tahun lalu, sehingga kecerdasan mereka berkembang terpisah di jalur evolusi yang berbeda.
Kombinasi sistem saraf terdesentralisasi, tekanan hidup tanpa perlindungan fisik, kemampuan belajar, kamuflase, penggunaan alat, dan inovasi genetik membuat gurita menempati posisi istimewa di dunia hewan. Bagi penelitian biologi dan evolusi, gurita menunjukkan bahwa kecerdasan tidak hanya milik hewan bertulang belakang.
Source: www.idntimes.com






