Trondheim, Kota Viking Yang Kini Jadi Pusat Teknologi Norwegia

Author: Qoo Media

Trondheim menyimpan dua lapis cerita yang jarang muncul bersamaan: kota teknologi modern dan jejak awal kekuasaan raja-raja Viking. Di Norwegia, kota ini bukan sekadar destinasi pesisir, tetapi juga pusat sejarah yang pernah memegang peran politik, agama, dan budaya.

Kota ini didirikan pada 997 M oleh Raja Olav Tryggvason, salah satu tokoh penting dalam sejarah Viking Norwegia. Trondheim bahkan pernah menjadi pusat pemerintahan raja-raja Viking sekaligus ibu kota Norwegia hingga 1217.

Nama awalnya adalah Nidaros, yang diambil dari sungai setempat, Nid. Dalam penjelasan nama itu, “oss” dimaknai sebagai muara sungai, sehingga Nidaros berarti tempat keluarnya Sungai Nid.

Olav Tryggvason dikenang bukan hanya sebagai pendiri kota, tetapi juga sebagai tokoh yang membawa agama Kristen ke Norwegia. Warisan dirinya masih terlihat kuat di Trondheim, termasuk lewat patung Olav Tryggvason yang berdiri menonjol di alun-alun pusat kota.

Setelah Raja Olav Tryggvason gugur dalam Pertempuran Stiklestad, makamnya menjadi magnet besar di Eropa Utara. Sejak 1153, Trondheim juga menjadi pusat kedudukan Uskup Agung Nidaros untuk Norwegia.

Jejak sejarah yang masih hidup

Di tengah statusnya sebagai kota modern, Trondheim tetap mempertahankan identitas sejarah yang kuat. Kota ini pernah dianeksasi oleh Swedia pada 1658 dan oleh Nazi Jerman pada Perang Dunia Kedua.

Salah satu penanda sejarah paling penting di kota ini adalah Gereja Nidaros. Gereja abad pertengahan itu dibangun di atas situs pemakaman Santo Olav dan diklaim sebagai gereja abad pertengahan paling utara di dunia.

Pembangunan Gereja Nidaros dimulai pada 1070 dan sejak abad pertengahan telah menjadi situs ziarah penting di Eropa Utara. Tempat ini juga menjadi lokasi penobatan raja-raja Norwegia, dengan Raja Haakon VII sebagai raja terakhir yang dinobatkan di sana pada 1906.

Kota pesisir dengan karakter geografi unik

Trondheim berdiri sebagai kota pesisir yang berada di zona Sungai Niveda yang mengalir ke Frojd Trondheim. Pada abad pertengahan, sungai ini sangat ramah bagi perahu yang berlabuh.

Namun, tanah longsor pada abad ke-17 membuat navigasi kapal menjadi lebih sulit. Kondisi itu menunjukkan bahwa geografi Trondheim ikut membentuk cara kota ini berkembang dari masa ke masa.

Titik tertinggi kota ini adalah bukit Storheia dengan ketinggian 565 meter di atas permukaan laut. Trondheim juga punya pola cahaya matahari yang khas, dengan matahari terbit biasanya pada pukul 3 pagi dan terbenam sangat larut, sekitar pukul 11:40 malam.

Pada Mei hingga Juli, langit cenderung terang saat cuaca cerah. Sebaliknya, pada musim dingin matahari terbit baru sekitar pukul 10 pagi dan terbenam lebih awal pada pukul 2:30 siang.

Dari pusat Viking ke kota teknologi

Kini Trondheim dikenal sebagai ibu kota teknologi Norwegia. Kota ini menjadi rumah bagi Universitas Sains dan Teknologi Norwegia yang mendorong penelitian energi terbarukan, kecerdasan buatan, dan robotika.

Ekosistem teknologinya juga didukung oleh perusahaan inkubator Siva dan sekitar 800 perusahaan teknologi. Nama-nama seperti Nordic Semiconductor yang bergerak di teknologi Bluetooth dan Sportradar di teknologi data olahraga ikut memperkuat reputasi itu.

Setiap tahun, Trondheim melahirkan ribuan lulusan teknik dan sains. Aliran talenta ini menjadi salah satu alasan kota tersebut terus mencetuskan inovasi teknologi di Norwegia.

Di luar sejarah dan teknologi, Trondheim juga muncul dalam budaya populer. Namanya disebut dalam album Monty Python berjudul Another Monty Phyton Record dan menjadi lokasi penting dalam gim Command & Conquer: Tiberian Sun.

Kota ini juga memiliki Rosenborg BK sebagai klub sepak bola kebanggaan setempat. Di Trondheim, jejak raja Viking, gereja bersejarah, dan identitas kota modern masih bertemu dalam satu ruang yang sama.

Source: www.idntimes.com
Terbaru