Kerang Ternyata Bisa “Terbang” Di Air, 5 Cara Mereka Kabur Dari Predator

Kerang ternyata bukan sekadar hewan bercangkang yang pasif di dasar laut. Beberapa jenisnya punya kemampuan bergerak aktif di dalam air dan memakainya sebagai mekanisme pertahanan saat menghadapi ancaman.

Kemampuan itu paling menarik karena kerang tidak berenang seperti ikan. Mereka tidak punya sirip atau ekor, tetapi tetap bisa meluncur, bergerak cepat, dan mengubah arah dengan pola yang tidak biasa saat mendeteksi predator.

Berenang sebagai cara lolos dari bahaya

Gerakan berenang pada kerang umumnya muncul ketika mereka merasa terancam. Respons ini tidak dipicu sembarangan, karena kerang dapat membedakan jenis ancaman di sekitarnya, termasuk keberadaan bintang laut predator yang memang memangsa kelompok moluska.

Saat ancaman terdeteksi, kerang mengaktifkan sistem propulsi air. Gerakan itu membantu mereka berpindah tempat dengan cepat untuk menghindari serangan, meski hanya dalam waktu singkat.

Menepuk cangkang dengan cepat

Salah satu cara utama kerang bergerak adalah dengan menepuk kedua cangkangnya seperti sayap. Gerakan mengatup ini berlangsung sangat cepat dan menghasilkan dorongan yang mendorong tubuh kerang bergerak di dalam air.

Teknik ini menjadi bagian dari mekanisme pertahanan yang efisien. Alih-alih diam menunggu dimangsa, kerang memanfaatkan gerak cangkang untuk menciptakan tenaga dorong dari dalam tubuhnya.

Menyemburkan air dari rongga tubuh

Kerang juga berenang dengan propulsi jet atau semburan air. Prosesnya dimulai saat cangkang dibuka lebar agar air laut masuk dan memenuhi rongga tubuh, lalu ditutup mendadak melalui gerakan clapping.

Kontraksi cepat itu memaksa air keluar lewat celah khusus di dekat engsel cangkang. Semburan kuat tersebut menghasilkan gaya dorong yang meluncurkan tubuh kerang ke depan atau ke atas di air.

Mengandalkan otot adduktor yang kuat

Pada scallop, gerakan meloloskan diri sangat bergantung pada otot adduktor yang kuat dan ligament engsel yang lentur. Otot adduktor berfungsi menutup cangkang dengan cepat, sedangkan ligament membukanya kembali.

Agar bisa maju di air, gaya dari penutupan cangkang harus lebih besar daripada gaya pembuka dari ligament. Kombinasi itu membuat scallop dapat memanfaatkan dorongan jet secara efektif saat ingin menjauh dari ancaman.

Membuat lintasan zig-zag

Gerakan kerang tidak selalu lurus. Saat melarikan diri dari predator, sebagian kerang bergerak zig-zag karena dorongan air dan biomekanika cangkang bekerja bergantian.

Pola ini muncul dari semburan air di rongga mantel yang dipicu kontraksi cepat otot adduktor secara berulang. Di sela-sela itu, ligamen engsel membuka cangkang sehingga lintasan yang terbentuk menjadi tidak beraturan.

Hanya berenang sebentar sebelum jatuh lagi

Meski terlihat lincah, kemampuan berenang kerang sangat terbatas. Gerakan itu biasanya hanya berlangsung beberapa detik sebelum gaya gravitasi dan kelelahan energi membuat tubuhnya jatuh kembali ke dasar.

Biaya energinya memang besar, apalagi tanpa otot sirip seperti ikan. Karena itu, berenang bagi kerang bukan untuk migrasi jauh, melainkan sekadar langkah darurat untuk berpindah tempat secepat mungkin.

Fakta ini menunjukkan bahwa kerang jauh lebih dinamis daripada kesan umum yang melekat pada mereka. Di bawah permukaan laut, hewan bercangkang ini punya cara bertahan hidup yang sangat kreatif dan sangat bergantung pada kerja cepat cangkang, otot, dan dorongan air.

Source: www.idntimes.com

Terkait