Kenapa Pohon Sering Jadi Sasaran Petir, 5 Fakta Ini Bikin Orang Tak Lagi Sembarangan Berteduh

Author: Qoo Media

Pohon sering menjadi sasaran petir bukan semata karena berdiri di ruang terbuka, tetapi karena kombinasi beberapa faktor fisik yang membuatnya lebih “menarik” bagi loncatan listrik. Saat hujan deras disertai petir, risiko pohon tumbang atau cabang besar jatuh juga meningkat, sehingga berteduh di bawah pohon menjadi pilihan yang berbahaya.

Petir cenderung mencari jalur paling mudah menuju tanah, dan pohon kerap masuk dalam jalur itu. Dalam banyak situasi, posisi, ukuran, hingga kandungan di dalam pohon membuat sambaran lebih mungkin terjadi dibandingkan objek lain di sekitarnya.

Pohon tinggi lebih mudah jadi target

Alasan paling mendasar adalah tinggi pohon itu sendiri. WX Research menerangkan bahwa petir biasanya menyambar objek yang paling tinggi di sekitarnya, meski tidak selalu.

Pohon yang menjulang tinggi memiliki jarak lebih dekat ke titik muatan negatif di awan. Itulah sebabnya pohon di dekat danau, kolam, sungai, dan tepi pantai juga lebih berisiko tersambar.

Air di dalam pohon menghantarkan listrik

Pohon hidup mengandung getah dan air yang membantu menghantarkan listrik. Laman Energized menjelaskan bahwa air merupakan konduktor listrik yang sangat baik.

Saat petir menyambar, aliran listrik dapat bergerak melalui tubuh pohon menuju tanah. Sifat penghantaran yang sama juga membuat sentuhan pada air yang dialiri listrik sangat berbahaya.

Komposisi pohon ikut menentukan risiko

Tidak semua pohon punya tingkat kerentanan yang sama. Woodland Tree Service menyebut pohon dengan kandungan resin tinggi lebih mudah menghantarkan listrik dibanding pohon dengan resin rendah.

Karena itu, pinus, cemara, dan hemlock lebih rentan mengalami pemanasan internal hingga ledakan. Pohon dengan kandungan pati tinggi seperti oak, maple, ash, poplar, dan tulip juga dikenal sebagai penghantar listrik yang baik.

Sebaliknya, beech dan birch cenderung lebih jarang terdampak petir. Keduanya memiliki kandungan minyak lebih tinggi, sementara minyak merupakan penghantar listrik yang buruk.

Lokasi pohon sangat menentukan

Posisi pohon di lanskap sekitar juga memengaruhi peluang tersambar petir. Menurut American Climbers, petir lebih sering mengarah ke pohon yang berada di area terbuka, dekat badan air, di tepi hutan, atau di lereng gunung dan puncak bukit.

Risiko juga meningkat pada pohon yang dekat dengan gedung. Kondisi serupa berlaku pada pohon yang memiliki lampu listrik tergantung di dahannya.

Hutan lebat bukan berarti aman

Kepadatan tanaman atau hutan juga berperan dalam frekuensi sambaran. Kids Grid menjelaskan bahwa hutan lebat biasanya memiliki lebih banyak pohon yang tersambar petir karena petir mencari titik tertinggi di sekitarnya.

Dalam area yang rapat, pohon yang sedikit lebih tinggi dari sekelilingnya bisa menjadi sasaran utama. Situasi ini membuat hutan bukan tempat yang otomatis aman saat badai datang.

Benturan antara ketinggian dan lingkungan sekitar

Pohon menjadi rentan karena gabungan faktor tinggi, kandungan air, komposisi kimia, dan lokasi tumbuh. Ketika beberapa faktor itu bertemu, peluang sambaran petir meningkat.

Karena itu, saat langit mulai gelap dan petir terdengar, menjauh dari pohon adalah langkah paling aman. Risiko tidak hanya datang dari sambaran langsung, tetapi juga dari cabang besar yang bisa patah dan jatuh saat badai berlangsung.

Source: www.idntimes.com
Terbaru