NASA kini menyiapkan langkah paling ambisius dalam program Bulan mereka: membangun pangkalan berawak yang memungkinkan astronaut tinggal dan bekerja dalam jangka panjang di permukaan lunar. Rencana ini diposisikan sebagai lompatan besar dari sekadar pendaratan menuju kehadiran manusia yang menetap di wilayah kutub selatan Bulan.
Yang membuat rencana ini menarik adalah waktunya. Sejak akhir 2026, pendarat Bulan tak berawak bisa mulai berdatangan untuk meletakkan fondasi bagi outpost manusia pertama di dunia lain, sementara pembangunan penuh dirancang berlangsung dalam beberapa fase hingga setidaknya 2032.
Apa yang ingin dibangun NASA
Moon Base adalah nama yang digunakan NASA untuk outpost Bulan yang akan menjadi tempat hidup dan kerja jangka panjang di kutub selatan Bulan. Lokasi pastinya belum dipilih, tetapi wilayah itu menjadi target utama karena belum banyak dieksplorasi.
Gagasan ini muncul ketika Amerika Serikat berlomba dengan China untuk kembali mendaratkan astronaut di Bulan. Tidak ada manusia yang menginjakkan kaki di sana sejak program Apollo berakhir pada 1972.
Jadwal pembangunan yang diincar
NASA menyebut pembangunan Moon Base akan berjalan dalam tiga fase antara 2026 dan setidaknya 2032. Fase awal dimulai dengan misi pendarat robotik dan kendaraan lain yang menguji teknologi baru sekaligus memetakan lingkungan Bulan yang keras.
Setelah itu, NASA akan membangun sistem dan infrastruktur yang dibutuhkan untuk keberadaan manusia jangka panjang. Fase ketiga akan menghadirkan outpost operasional yang lengkap, dengan suplai kargo rutin dan astronaut yang hidup serta bekerja bergiliran di Bulan.
Biaya dan misi pendukung
Pejabat NASA memperkirakan pembangunan outpost lunar ini akan menelan biaya $20 miliar selama tujuh tahun ke depan. Dana itu akan dibelanjakan untuk puluhan misi, dan NASA juga sudah mengumumkan kontrak bernilai ratusan juta dolar dengan perusahaan dirgantara komersial untuk mengirim pendarat tak berawak ke Bulan antara 2026 dan 2028.
Rangkaian misi itu menjadi tulang punggung awal program. NASA menilai pendarat komersial akan membantu menguji operasi, teknologi, dan logistik sebelum manusia benar-benar tinggal di permukaan Bulan.
Mengapa kutub selatan jadi sasaran
Kutub selatan Bulan dikenal sebagai wilayah yang sangat ekstrem. Area itu memiliki suhu yang sangat dingin, periode gelap yang panjang, medan berbatu, dan kawah yang selalu berada dalam bayangan permanen.
Namun NASA menilai eksplorasi wilayah ini penting untuk membuka rahasia Bulan. Data dari kawasan itu juga dinilai bisa membantu menjawab pertanyaan yang lebih besar tentang bagaimana perjalanan antarbintang manusia ke depan dapat dilakukan.
Apa yang akan ada di pangkalan itu
Bayangan NASA tentang Moon Base menyerupai kota sederhana di Bulan. Intinya adalah rangkaian habitat tempat astronaut tinggal, ditopang oleh sistem energi, komunikasi, mobilitas, dan logistik.
Pangkalan itu diperkirakan memerlukan campuran sumber daya mandiri, panel surya, dan pada akhirnya fisi nuklir untuk pasokan listrik. NASA juga menekankan kebutuhan kendaraan seperti rover dan lunar terrain vehicle, serta sistem komunikasi berbasis satelit orbit dan jaringan darat untuk mengirim data antara Bulan dan Bumi.
Peran air es dan tujuan yang lebih besar
Salah satu alasan kutub selatan sangat diminati adalah dugaan keberadaan air es dalam jumlah besar. Jika benar tersedia dan bisa diekstraksi, air itu dapat dipakai untuk minum, bernapas, dan menghasilkan hidrogen serta oksigen sebagai bahan bakar roket.
Di atas semua itu, Bulan tetap dipandang sebagai batu loncatan. NASA ingin mengirim astronaut, teknologi, dan kendaraan ke Bulan untuk membantu merancang misi berawak pertama ke Mars, sehingga Moon Base bukan sekadar proyek tempat tinggal baru, tetapi bagian dari strategi eksplorasi antariksa yang lebih jauh.
