Cermin Raksasa di Antariksa Pernah Ubah Malam Jadi Terang, Rusia Sudah Mencobanya

Bayangkan malam tiba-tiba disinari cahaya buatan dari orbit, cukup terang untuk menyapu area selebar beberapa kilometer. Gagasan itu bukan lagi sekadar fiksi ilmiah, karena Rusia pernah mengujinya lewat proyek cermin raksasa bernama Znamya.

Eksperimen tersebut kembali menarik perhatian karena konsep serupa kini dihidupkan lagi oleh perusahaan rintisan asal Amerika Serikat, Reflect Orbital. Targetnya mirip, yakni memantulkan cahaya Matahari ke lokasi tertentu setelah Matahari terbenam.

Uji Coba Rusia yang Pernah Berhasil

Pada 1993, Rusia menjalankan Znamya 2 dengan cermin reflektif berdiameter sekitar 20 meter. Cermin itu dibawa wahana kargo Progress M-15 setelah menyelesaikan misinya di stasiun luar angkasa Mir.

Begitu dibentangkan di orbit, permukaannya memantulkan sinar Matahari ke Bumi dan menghasilkan berkas cahaya selebar sekitar 5 kilometer. Tingkat kecerahannya disebut mendekati cahaya bulan purnama.

Cahaya itu melintas dari Prancis selatan hingga Rusia barat dengan kecepatan sekitar 8 kilometer per detik. Meski banyak wilayah tertutup awan, sejumlah pengamat di darat sempat melihat kilatan terang yang menyapu langit.

Dari Solar Sail ke Cermin Orbit

Proyek Znamya dipimpin insinyur Rusia Vladimir Syromyatnikov. Awalnya, teknologi itu dirancang sebagai layar surya untuk mendorong wahana antariksa menggunakan tekanan cahaya Matahari.

Konsep tersebut kemudian diubah menjadi cermin orbit yang memantulkan sinar Matahari ke permukaan Bumi. Tujuan awalnya adalah memberi penerangan bagi wilayah terpencil di Siberia, kawasan Arktik, hingga lokasi bencana atau proyek konstruksi yang butuh cahaya tambahan pada malam hari.

Ambisi yang Berhenti di Znamya 2.5

Keberhasilan uji coba pertama mendorong Rusia menyiapkan Znamya 2.5 pada 1999. Cermin ini berdiameter 25 meter dan diperkirakan mampu menghasilkan cahaya setara lima hingga sepuluh kali terang bulan purnama.

Namun, eksperimen itu gagal setelah cermin tersangkut antena wahana Progress saat dibentangkan. Setelah beberapa upaya penyelamatan tidak berhasil, wahana diarahkan masuk kembali ke atmosfer dan proyek Znamya dihentikan. Rencana untuk membuat versi yang lebih besar, Znamya 3, juga dibatalkan.

Konsep Lama yang Kembali Dicoba

Meski proyek Rusia berhenti, ide memantulkan cahaya dari antariksa belum hilang. Reflect Orbital kini mengembangkan satelit dengan cermin reflektif besar untuk mengarahkan cahaya Matahari ke lokasi tertentu setelah malam tiba.

Perusahaan itu menyebut teknologi ini bisa dipakai untuk proyek konstruksi, operasi pencarian dan penyelamatan, penanggulangan bencana, serta membantu pembangkit listrik tenaga surya menghasilkan energi lebih lama setiap hari.

Menurut Reflect Orbital, satelit demonstrasi pertamanya dirancang membawa cermin berukuran sekitar 18 × 18 meter. Cermin itu disebut mampu memantulkan cahaya dengan intensitas setara sinar bulan ke area berdiameter sekitar 5 kilometer di permukaan Bumi.

Masih Menyisakan Kekhawatiran

Di balik janji penerangan malam, konsep cermin antariksa juga memunculkan pertanyaan besar. Para astronom menilai pantulan cahaya buatan berpotensi mengganggu pengamatan langit malam.

Ilmuwan lingkungan juga mengingatkan perlunya kajian lebih lanjut tentang dampaknya terhadap satwa nokturnal dan ekosistem. Karena itu, meski terdengar menjanjikan, teknologi ini tetap harus melewati penilaian yang hati-hati sebelum digunakan lebih luas.

Proyek Rusia pada 1993 setidaknya sudah menunjukkan bahwa malam bisa dibuat lebih terang dari orbit. Dengan teknologi satelit dan material ringan yang terus berkembang, gagasan itu kini kembali berada di batas antara eksperimen teknis dan solusi masa depan.

ProyekUkuran CerminHasil UjiStatus
Znamya 220 meterBerkas cahaya sekitar 5 kilometer, mendekati cahaya bulan purnamaBerhasil diuji
Znamya 2.525 meterDiperkirakan setara 5 hingga 10 kali terang bulan purnamaGagal dan dihentikan
Reflect Orbital18 × 18 meterDirancang memantulkan cahaya setara sinar bulan ke area diameter sekitar 5 kilometerMasih dikembangkan

Terkait