Pengiriman enam jet latih canggih T-50i tambahan dari Korea Selatan memberi dorongan baru bagi kemampuan pelatihan taktis TNI Angkatan Udara. Pesawat-pesawat ini diharapkan memperkuat operasional skuadron penerbang sekaligus mendukung peningkatan kemampuan pilot.
Dengan pengiriman terakhir tersebut, Indonesia kini memiliki total 22 pesawat latih T-50 buatan Korea Selatan. Tambahan armada ini menegaskan kelanjutan kerja sama pertahanan Indonesia dan Korea Selatan di sektor dirgantara.
Tambahan Armada untuk Pelatihan Taktis
Seorang pejabat TNI AU menyatakan enam unit T-50i yang baru diserahkan akan memberi kontribusi langsung terhadap kesiapan skuadron penerbang. Fokusnya bukan hanya menambah jumlah pesawat, melainkan juga mendukung proses pelatihan taktis bagi para pilot.
“Enam pesawat T-50i yang baru diserahkan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan operasional skuadron penerbang serta memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kemampuan pelatihan taktis para pilot,” ujar pejabat tersebut, seperti dikutip Chosun Biz.
T-50i merupakan varian ekspor dari pesawat latih supersonik buatan Korea Selatan. Korea Aerospace Industries atau KAI menjadi produsen pesawat jet latih tersebut.
Menurut laporan teknologi.bisnis.com yang mengutip Antara pada Jumat (17/7/2026), Indonesia merupakan pelanggan asing pertama untuk pemesanan jet T-50i. Posisi ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu pengguna awal varian ekspor pesawat latih tersebut.
| Jenis Pesawat | Jumlah untuk Indonesia | Keterangan |
|---|---|---|
| T-50/T-50i | 22 unit | 16 unit dari kerja sama 2011 dan 6 unit tambahan |
| KT-1 | 20 unit | Pesawat latih buatan Korea Selatan |
| Total pesawat Korea Selatan | 42 unit | Mencakup T-50/T-50i dan KT-1 |
Kontrak Tambahan Sejak 2021
KAI menandatangani kontrak penyediaan jet T-50i tambahan untuk TNI AU pada 2021. Pengiriman pertama dari pesanan tambahan itu dilakukan pada Februari, sebelum enam pesawat terakhir diselesaikan pengirimannya.
Program ini melanjutkan kerja sama sebelumnya yang dimulai pada 2011. Pada saat itu, KAI menandatangani kesepakatan untuk mengirimkan 16 pesawat latih T-50 ke Indonesia.
Pengiriman enam unit terbaru membuat akumulasi pesawat T-50 buatan Korea Selatan yang diterima Indonesia mencapai 22 unit. Angka tersebut menjadi bagian dari total 42 pesawat buatan Korea Selatan yang telah diperoleh Indonesia.
Selain keluarga T-50, Indonesia juga telah menerima 20 pesawat latih KT-1. Keberadaan dua jenis pesawat latih itu menunjukkan cakupan kerja sama dirgantara kedua negara yang tidak terbatas pada satu platform.
KAI Siapkan Dukungan Lanjutan
Pejabat KAI menilai penyelesaian pengiriman enam T-50i sebagai pencapaian penting bagi perusahaan. Menurutnya, proses itu memadukan kepercayaan pelanggan dengan kemampuan KAI dalam mengembangkan dan memproduksi pesawat.
KAI juga menyatakan akan menjaga dukungan setelah pesawat diserahkan kepada pengguna. “Kami juga akan melakukan yang terbaik dalam dukungan logistik dan dukungan teknis lanjutan yang stabil,” kata pejabat KAI.
Dukungan logistik dan teknis menjadi bagian yang disebut KAI setelah rampungnya pengiriman. Pernyataan tersebut menandai bahwa hubungan kerja sama tidak berhenti pada tahap produksi dan penyerahan pesawat.
Terhubung dengan Proyek KF-21
Kerja sama Indonesia dan Korea Selatan di bidang pertahanan juga mencakup proyek pengembangan jet tempur KF-21. Indonesia turut ambil bagian dalam proyek pesawat tempur buatan Korea Selatan tersebut.
Tambahan T-50i hadir di tengah perluasan kerja sama kedua negara dalam sektor pertahanan. Bagi TNI AU, enam pesawat baru itu diharapkan memperkuat kemampuan operasional skuadron serta pelatihan taktis penerbang.
