Sebuah surat dua halaman yang ditandatangani Albert Einstein pada 1939 ikut membuka jalan bagi proyek senjata paling destruktif dalam sejarah modern. Bertahun-tahun kemudian, fisikawan itu menyesali dukungannya setelah bom atom digunakan di Jepang.
Uji coba bom atom pertama dunia berlangsung pada 16 Juli 1945 pukul 05.29 pagi di gurun Alamogordo, New Mexico, Amerika Serikat. Ledakan berkode “the gadget” itu menjadi bukti bahwa senjata nuklir telah berhasil diwujudkan.
Ledakan tersebut membentuk awan jamur setinggi sekitar 40.000 kaki atau 12.192 meter. Daya ledaknya diperkirakan setara 15.000 hingga 20.000 ton TNT dan menguapkan menara penyangganya.
Surat yang Mengubah Arah Proyek Nuklir AS
Awal kisahnya terjadi pada 2 Agustus 1939 ketika fisikawan kelahiran Hongaria, Leo Szilard, membujuk Einstein menandatangani surat untuk Presiden Franklin D. Roosevelt. Surat itu memperingatkan Amerika Serikat tentang potensi uranium sebagai sumber energi besar sekaligus bahan pembuatan bom baru yang sangat kuat.
Kekhawatiran muncul karena Jerman menghentikan penjualan uranium dari wilayah Cekoslowakia yang didudukinya. Einstein dan Szilard, yang sama-sama warga Yahudi pelarian dari rezim Nazi, menduga Jerman dapat lebih dahulu mengembangkan senjata nuklir.
Menurut BBC, surat tersebut mendorong pemerintah AS menaruh perhatian serius pada penelitian nuklir. Namun, Einstein tidak terlibat langsung dalam pembuatan bom karena tidak memperoleh izin keamanan.
Pandangan politik Einstein yang cenderung kiri serta latar belakangnya sebagai orang Jerman membuatnya dinilai mencurigakan. Ia kemudian menegaskan bahwa perannya dalam pelepasan energi atom bersifat “sangat tidak langsung”.
Dari Riset Terbatas Menjadi Manhattan Project
Pemerintah federal AS pada awalnya hanya menyediakan dana riset sebesar 6.000 dolar AS pada Februari 1940. Skala proyek berubah drastis setelah Amerika Serikat terlibat dalam Perang Dunia II melawan blok Poros pada awal 1942.
War Department lalu mengambil alih penelitian dan menghapus batasan anggaran. Proyek tersebut berkembang menjadi Manhattan Project, megaproyek lintas wilayah dengan nilai sekitar 2 miliar dolar AS.
| Tahap | Waktu | Peristiwa Utama |
|---|---|---|
| Surat kepada Roosevelt | 2 Agustus 1939 | Einstein dan Szilard memperingatkan potensi bom berbahan uranium. |
| Dana riset awal | Februari 1940 | Pemerintah federal mengucurkan 6.000 dolar AS. |
| Project Y di Los Alamos | 1943 | Pengembangan bom dipusatkan di bawah arahan J. Robert Oppenheimer. |
| Uji coba pertama | 16 Juli 1945 | “The gadget” diledakkan di Alamogordo, New Mexico. |
Brigadir Jenderal Leslie R. Groves memimpin proyek tersebut, sementara penelitian teori dilakukan di sejumlah lokasi. Di University of Chicago, Enrico Fermi berhasil memicu reaksi berantai fisi pertama.
Pada 1943, kegiatan utama dipusatkan di Los Alamos, New Mexico, melalui Project Y yang dipimpin J. Robert Oppenheimer. Hans Bethe, Edward Teller, dan Fermi termasuk ilmuwan yang merumuskan cara mencapai massa kritis hingga bom atom siap digunakan.
www.kompas.com mencatat bahwa uji coba di New Mexico terjadi ketika Jerman telah menyerah, sehingga perhatian penggunaan bom bergeser ke Jepang. Amerika Serikat kemudian menjatuhkan Little Boy di Hiroshima pada 6 Agustus 1945 dan Fat Man di Nagasaki tiga hari sesudahnya.
Serangan itu menewaskan dan melukai sekitar 200.000 orang seketika, serta meninggalkan penderitaan akibat radiasi dalam jangka panjang. Sehari setelah uji coba di New Mexico, Szilard sempat mengajukan petisi agar Jepang diberi kesempatan menyerah sebelum bom dijatuhkan, tetapi petisi itu terlambat sampai kepada otoritas terkait.
Penyesalan Einstein Setelah Hiroshima dan Nagasaki
Einstein dikenal sebagai pasifis, meski suratnya kepada Roosevelt kerap dianggap sebagai pemicu penting lahirnya Manhattan Project. Dalam wawancara Newsweek Magazine pada 1947, ia menyatakan bahwa dirinya tidak akan melakukan apa pun untuk bom itu jika mengetahui Jerman tidak akan berhasil mengembangkannya.
Pada 1954, Einstein berbicara kepada kimiawan peraih Nobel Linus Pauling dan menyebut surat kepada Roosevelt sebagai “satu kesalahan besar dalam hidup saya.” Menjelang wafat pada Juli 1955, namanya dikaitkan dengan Russell-Einstein Manifesto yang menentang perang nuklir dan mengingatkan risiko kematian massal global.







