Bukan Bulan Kedua, Asteroid 10 Meter Ini Akhirnya Tertangkap Jelas dari Dekat

Author: Qoo Media

Sebuah benda langit kecil yang sempat menjadi “bulan mini” Bumi kini berhasil dipotret dari jarak dekat untuk pertama kalinya. Capaian ini penting karena objek tersebut sebelumnya hanya terlihat sebagai titik cahaya redup yang bergerak cepat di langit.

Objek bernama 2024 PT5 bukan satelit permanen seperti Bulan, melainkan asteroid yang sementara tertangkap gravitasi Bumi. Setelah berada di sekitar planet ini selama beberapa bulan, benda tersebut kembali melanjutkan orbitnya mengelilingi Matahari.

Jauh Lebih Kecil dari Bulan

Ukuran 2024 PT5 membuat pengamatannya sangat menantang. Diameter asteroid ini diperkirakan sekitar 10 meter, sementara diameter Bulan mencapai sekitar 3.474 kilometer.

Objek Status di Dekat Bumi Ukuran
2024 PT5 Asteroid yang sementara tertangkap gravitasi Bumi Sekitar 10 meter
Bulan Satelit permanen Bumi Sekitar 3.474 kilometer

Istilah minimoon atau mikrobulan digunakan untuk menggambarkan objek kecil yang untuk sementara mengorbit Bumi. Sebutan itu tidak berarti Bumi memiliki Bulan kedua, sebab lintasan benda seperti 2024 PT5 tidak stabil dan keberadaannya hanya sementara.

Interaksi gravitasi Matahari, Bumi, dan asteroid membuat orbit minimoon mudah berubah. Ketika pengaruh gravitasi Bumi tidak lagi menahannya, objek itu kembali mengitari Matahari dan dapat melintas dekat Bumi pada kesempatan lain.

Dipantau dengan Instrumen di Chile

Foto 2024 PT5 diperoleh menggunakan Multi Unit Spectroscopic Explorer atau MUSE yang dipasang pada Very Large Telescope milik European Southern Observatory di Chile. Instrumen ini mampu menangkap citra benda yang sangat redup sekaligus menganalisis spektrum cahaya dari permukaannya.

Pengamatan spektrum membantu ilmuwan mencari petunjuk tentang komposisi asteroid yang sulit dijangkau secara langsung. Menurut laporan inet.detik.com, hasil tersebut menjadi tonggak penting untuk studi benda-benda kecil yang hanya singgah sementara di sekitar Bumi.

Tim peneliti menyatakan, “Ini adalah pertama kalinya kami berhasil memperoleh citra jarak dekat dari sebuah minimoon.” Mereka menilai hasil itu membuka peluang untuk mempelajari objek sementara yang sebelumnya hampir mustahil diamati secara rinci.

Keberhasilan memotret bentuk 2024 PT5 memberi lebih banyak informasi dibanding sekadar mendeteksi titik cahaya. Ukurannya yang kecil dan pergerakannya yang cepat selama ini menjadi dua hambatan utama dalam pengamatan minimoon.

Ada Petunjuk Berasal dari Bulan

Analisis cahaya dari permukaan 2024 PT5 menunjukkan kemiripan komposisi mineral dengan batuan Bulan. Temuan itu memunculkan dugaan bahwa asteroid tersebut mungkin merupakan pecahan material Bulan yang terlempar akibat tumbukan besar pada masa lalu.

Para ilmuwan menduga pecahan itu kemudian mengorbit Matahari selama jutaan tahun sebelum sesekali melintas dekat Bumi. Spektrumnya disebut sangat mirip dengan sampel batuan Bulan, sehingga asal-usul dari permukaan Bulan dinilai sangat mungkin.

Meski begitu, 2024 PT5 tetap dikategorikan sebagai asteroid kecil, bukan bagian Bulan yang sedang mengorbit Bumi secara permanen. Statusnya sebagai minimoon ditentukan oleh fase ketika gravitasi Bumi menahannya dalam lintasan sementara.

Objek seperti ini bernilai bagi penelitian karena posisinya relatif dekat dibanding banyak asteroid lain. Minimoon dapat membantu ilmuwan memahami evolusi asteroid kecil dan menelusuri sejarah tumbukan yang pernah membentuk permukaan Bulan.

Keberadaan minimoon juga dinilai menarik sebagai sasaran potensial misi antariksa pada masa depan. Dengan citra dan data spektrum yang lebih baik, ilmuwan dapat mengkaji sifat objek kecil di sekitar Bumi tanpa hanya mengandalkan pantulan cahaya dari kejauhan.

Pengamatan 2024 PT5 memperlihatkan bahwa benda berukuran sangat kecil pun dapat menyimpan jejak perjalanan panjang di Tata Surya. Saat objek serupa kembali tertangkap gravitasi Bumi, teknologi pengamatan seperti MUSE dapat memberi kesempatan baru untuk menelitinya lebih detail.

Terbaru