Saat hati terasa hancur setelah sebuah perpisahan, banyak orang secara naluriah memilih untuk mendengarkan lagu galau. Fenomena ini tidak hanya sekadar kebiasaan, melainkan dipahami melalui berbagai studi ilmiah yang menjelaskan mengapa lagu-lagu melankolis menjadi pelarian bagi mereka yang sedang patah hati. Berikut adalah tujuh alasan mengapa mendengarkan lagu galau bisa menjadi saluran emosi saat hati terluka.
1. Mengatur Emosi
Lagu sedih memiliki peran penting dalam pengaturan suasana hati. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Consumer Research oleh Annemarie Schu dari University of Berlin, lagu melankolis memungkinkan pendengar merenung dan memvalidasi perasaan mereka. Melodi dan liriknya membantu seseorang untuk fokus pada pengalaman estetis, yang dapat mengalihkan perhatian dari kondisi emosional yang negatif.
2. Efek Katarsis Emosional
Mendengarkan lagu galau sering kali mengarah pada reaksi emosional yang mendalam, termasuk tangisan. Penelitian oleh Matthew E. Sachs dan kolega dalam The Pleasures of Sad Music: A Systematic Review menunjukkan bahwa hasil dari tangisan ini dapat meningkatkan suasana hati dan memberikan kelegaan emosional. Dengan melepaskan emosi negatif, seseorang bisa merasakan proses terapi yang secara tidak langsung membantu menjaga kesehatan mental.
3. Pelepasan Hormon Prolaktin
David Huron, profesor di Ohio State University, menjelaskan bahwa lagu sedih dapat meningkatkan pelepasan hormon prolaktin di otak. Hormon ini berhubungan dengan tangisan dan memberikan efek menenangkan, membantu meredakan rasa sakit mental. Ketika orang mendengarkan lagu yang menyentuh, mereka merasa tenang meski konteks emosinalnya terkesan menyedihkan.
4. Rasa Empati dan Koneksi Sosial
Lagu galau tidak selalu membuat pendengar merasa menderita. Sebaliknya, musik melankolis dapat memicu rasa empati yang memperkuat koneksi sosial. Pendengar sering merasa terhubung dengan penyanyi atau tokoh dalam lirik, seolah mereka tidak sendirian dalam kesedihan. Rasa empati ini dapat menjadi dukungan emosional yang penting di waktu yang sulit.
5. Nostalgia yang Menyenangkan
Musik sedih sering menggugah kenangan masa lalu yang manis sekaligus pahit. Kenangan-kenangan ini, yang terkait dengan momen penting dalam hidup, dapat mengurangi kecemasan dan memberikan rasa nyaman. Nostalgia ini tidak hanya membawa kita kembali ke saat-saat bahagia, tetapi juga membantu kita merasa lebih terhubung dengan diri sendiri.
6. Hiburan Estetis
Banyak orang menganggap lagu sedih lebih indah dari segi estetika dibandingkan dengan lagu ceria. Melodi yang kompleks dan lirik mendalam dari lagu galau memberikan nilai seni yang bisa dinikmati bahkan ketika tidak sedang dalam suasana hati yang buruk. Ini menjelaskan mengapa orang tetap menyukai lagu semacam ini meskipun sedang merasa bahagia.
7. Refleksi Diri dan Pemecahan Masalah
Penelitian dari Plos One menunjukkan bahwa mendengarkan lagu sedih juga dapat memicu refleksi diri yang konstruktif. Keberadaan lagu-lagu galau mendorong pendengar untuk merenungkan pengalaman hidup mereka, sehingga membantu menemukan solusi untuk permasalahan emosional. Proses ini bisa menghadirkan kedamaian dan kelembutan, mendukung pengembangan diri yang lebih baik.
Mendengarkan musik melankolis saat hati sedih bukanlah tanda kelemahan. Sebaliknya, ini adalah mekanisme alami untuk mengelola emosi. Meski lagu sedih memberikan banyak manfaat, penting untuk tidak terlalu lama terlarut di dalamnya. Mengalihkan perhatian ke lagu yang lebih ceria setelah merasa lebih baik bisa menjadi langkah bijak untuk mempercepat pemulihan hati.





