Waspada! Miliaran Pengguna Google Maps Terancam oleh Ulasan Palsu

Maraknya praktik penipuan melalui Google Maps membuat miliaran pengguna aplikasi tersebut terancam ulasan palsu dan bisnis semu. Dalam beberapa bulan terakhir, pelaku penipuan telah menggunakan modus baru, yakni pembuatan dan penjualan profil bisnis tidak nyata. Hal ini terungkap dalam gugatan yang diajukan oleh Google terhadap Yaniv Asayag, seorang pria dari Maryland, yang dilaporkan menyalahgunakan dua perusahaan, yaitu Eagle Locksmith dan Eagle Services LLC, untuk menyebarkan iklan dan ulasan palsu.

Menurut data dari USA Today, Yaniv bersama dengan beberapa konspirator menjual dan memposting ulasan palsu yang merugikan banyak pengguna. Ulasan-ulasn tersebut tidak hanya menyesatkan, tetapi juga diikuti dengan penjualan data konsumen kepada pihak ketiga, yang berpotensi lebih jauh merugikan privasi pengguna. Akibat praktik ini, Google melakukan penyelidikan yang berhasil menghapus lebih dari 10.000 iklan palsu dan sedang menyelidiki bentuk penipuan lain yang terjadi dalam platform mereka.

Penasihat umum Google, Halimah DeLaine Prado, menekankan bahwa Google tidak akan mentolerir skema peniruan identitas ini. Ia menambahkan, "Daftar bisnis palsu dilarang di Google Maps, dan kami menggunakan berbagai alat untuk melindungi bisnis dan pengguna." Gugatan terhadap Yaniv menjadi salah satu langkah konkret dalam upaya melindungi integritas platform layanan mereka.

Modus Operandi Penipu

Metode yang digunakan penipu ini, dikenal sebagai "Umpan dan Tukar", menargetkan konsumen yang sedang mencari layanan lokal. Misalnya, ketika pengguna mencari jasa tertentu, mereka bisa terjebak oleh daftar bisnis yang tidak nyata. Saat menghubungi nomor yang terdaftar, pelanggan tersebut justru diarahkan kepada penipu yang tidak berhubungan dengan layanan yang mereka cari. Situasi ini sering dimanfaatkan untuk menetapkan harga yang jauh lebih tinggi dari yang seharusnya.

Penting untuk dicatat bahwa pengguna Google Maps perlu lebih berhati-hati dan cermat. DeLaine Prado mengingatkan pengguna untuk memverifikasi keabsahan profil bisnis sebelum melakukan kontak. "Berhentilah sejenak, periksa URL dan nomor telepon. Pastikan bahwa keduanya sesuai dengan bisnis yang diiklankan," ujarnya.

Tanda Bahaya Lain

Ada beberapa tanda bahaya yang sebaiknya diwaspadai oleh pengguna ketika menemukan profil bisnis. Misalnya, jika sebuah perusahaan meminta informasi sensitif yang tidak relevan, seperti nomor jaminan sosial, atau meminta pembayaran melalui metode tidak konvensional seperti kartu hadiah, hal ini patut dicurigai. Google juga menyebutkan bahwa dalam tahun 2023, mereka telah menghapus dan memblokir sekitar 12 juta profil bisnis palsu.

Langkah-Langkah Keamanan

Sebagai langkah pencegahan, Google merekomendasikan beberapa tips bagi pengguna:

  1. Selalu verifikasi informasi kontak dan website profil bisnis.
  2. Waspadai permintaan informasi yang tidak relevan.
  3. Pilih metode pembayaran yang umum dan aman.

Kegiatan penipuan tidak hanya merugikan konsumen, tetapi juga memengaruhi reputasi bisnis yang sah. Dalam upaya memerangi masalah ini, Google berkomitmen untuk menyumbangkan semua ganti rugi dari kasus yang dimenangkan kepada organisasi yang bekerja melawan penipuan.

Dengan banyak pengguna yang menggunakan Google Maps untuk kebutuhan sehari-hari, kewaspadaan terhadap praktik penipuan ini sangat penting. Para pengguna diimbau untuk selalu waspada dan tidak segan melakukan pengecekan lebih lanjut sebelum menggunakan layanan yang muncul di platform tersebut. Hal ini bukan hanya untuk melindungi diri sendiri, tetapi juga untuk menjaga kepercayaan dan keamanan komunitas digital secara menyeluruh.

Berita Terkait

Back to top button