Dosen Informatika UMM: Kiat Efektif Mencegah Ancaman Siber di Era Digital

Serangan siber kini menjadi isu serius yang dihadapi masyarakat di era digital. Dosen Informatika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Aminuddin, mengingatkan bahwa ancaman ini sangat nyata dan perlu ditangani dengan bijak. Salah satu mode kejahatan rumit yang sering kali diabaikan adalah penyebaran file berbahaya, seperti undangan pernikahan berformat .apk. File ini, ketika dibuka, bisa membuka akses bagi peretas untuk menguras rekening bank penggunanya.

Aminuddin, yang juga menjabat sebagai Kepala Bagian Sistem Informasi dan Pendidikan Digital UMM, menjelaskan bahwa banyak peretas menggunakan metode pengiriman file atau tautan yang tampak meyakinkan untuk menipu korban. Saat korban mengeklik file tersebut, malware di dalamnya secara otomatis diinstal ke perangkat yang digunakan. “Satu klik pada file yang tampak sepele itu mampu memberikan akses penuh kepada peretas untuk menguras isi rekening bank Anda,” ungkap Aminuddin.

Pentingnya Menyadari Ancaman Malware

Malware adalah perangkat lunak jahat yang menjadi salah satu ancaman paling serius bagi pengguna internet saat ini. Aminuddin menekankan bahwa pencurian data pribadi dan finansial sering kali berawal dari ketidakwaspadaan pengguna. Ketika malware berhasil diinstal di perangkat, ia dapat merekam semua aktivitas pengguna, termasuk interaksi dengan aplikasi perbankan, dan mencuri informasi sensitif seperti username, password, dan kode OTP (One Time Password).

Misalnya, file dengan ekstensi .apk adalah installer untuk aplikasi Android. Pengguna yang terjebak rasa ingin tahu seringkali meng-klik file ini, tanpa menyadari bahwa mereka telah menginstal program berbahaya. Dengan mencatat semua aktivitas di perangkat, peretas bisa dengan mudah mengambil alih akun dan menguras saldo secara diam-diam.

Bahaya Jaringan WiFi Publik

Di samping itu, Aminuddin juga mengingatkan tentang risiko penggunaan jaringan WiFi publik yang tidak aman. Jaringan ini dapat menjadi celah bagi peretas untuk memantau lalu lintas data pengguna. “Ketidakamanan dalam jaringan WiFi publik sangat berisiko, dan bisa dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk menyusup,” katanya.

Kiat Mencegah Ancaman Siber

Agar terhindar dari serangan siber, Aminuddin merekomendasikan langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan oleh masyarakat:

  1. Hati-Hati dengan Sumber Tautan: Jangan membuka file atau mengeklik tautan dari sumber yang tidak dikenal. Pesan dari nomor asing yang mengatasnamakan institusi besar juga perlu diwaspadai jika tidak dilengkapi verifikasi resmi.

  2. Periksa Jenis File: Waspadai file dengan ekstensi asing atau tidak umum. Sebaiknya, hanya buka file dengan ekstensi umum seperti .jpg, .pdf, atau .docx.

  3. Reset Perangkat jika Terinfeksi: Jika perangkat sudah terlanjur terinfeksi, langkah terbaik adalah melakukan factory reset. Meskipun ekstrem, ini adalah cara paling efektif untuk menghilangkan malware yang mungkin telah menyusup ke sistem terdalam perangkat.

Peran Digital Literacy dalam Masyarakat

Aminuddin juga menekankan pentingnya literasi digital yang tinggi di tengah masyarakat. Kesadaran akan keamanan digital bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga membutuhkan dukungan dari pemerintah melalui sosialisasi dan edukasi. Dengan pemahaman yang baik tentang risiko dan cara mencegahnya, masyarakat dapat memanfaatkan manfaat positif internet sambil tetap waspada terhadap berbagai ancaman.

Dalam konteks ini, penting untuk mengedukasi masyarakat agar tidak menjadi korban kejahatan siber. Dengan informasi yang tepat dan sikap hati-hati, kita bisa melindungi diri dari ancaman siber yang mengintai.

Berita Terkait

Back to top button