Ini Titik Terendah Daratan Bumi: 430 Meter di Bawah Permukaan Laut

Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA) mengonfirmasi bahwa titik terendah di daratan Bumi terletak di sisi tepi Laut Mati, yang berada sekitar 430 meter di bawah permukaan laut. Laut Mati, meskipun disebut "laut", sebenarnya adalah danau air asin besar dengan panjang sekitar 76 kilometer dan lebar 18 kilometer. Nama "Laut Mati" sendiri diberikan oleh para biarawan yang mengamati bahwa tidak ada satu pun bentuk kehidupan yang dapat bertahan dalam lingkungan yang sangat asin ini.

Proses Pembentukan Laut Mati

Laut Mati terbentuk sekitar 20 juta tahun yang lalu. Cekungan ini terus mengalami perubahan karena aktivitas geologis dan atmosferik di sekitarnya. Data dari NASA menunjukkan bahwa kedalaman permukaan Laut Mati bisa bervariasi setiap harinya, dengan penurunan hingga 2 sampai 3 sentimeter saat musim panas yang kering akibat penguapan yang tinggi.

Wilayah ini terletak di batas antara lempeng tektonik Afrika dan lempeng Arab, yang bergerak satu sama lain melalui Sesar Laut Mati. Penyebab utama dari kedalaman Laut Mati adalah pergerakan kedua sisi patahan yang menyebabkan cekungan ini semakin dalam. Menurut Zvi Ben-Avraham, direktur Pusat Penelitian Laut Mati di Universitas Tel Aviv, meskipun kedua sisi patahan bergerak ke utara, sisi timur bergerak lebih cepat, sekitar lima milimeter per tahun. Sebagai perbandingan, Sesar San Andreas di Amerika Serikat bergerak sepuluh kali lebih cepat.

Faktor Geologis dan Iklim

Selain pergerakan lempeng, hipotesis yang diajukan oleh peneliti menunjukkan bahwa kondisi fisik dan geologis dari sesar memiliki peran penting. Apakah kondisi tersebut memiliki zig-zag atau lurus, secara signifikan memengaruhi pembentukan cekungan di Laut Mati. Jika sesar bergerak secara zig-zag, celah yang lebih dalam bisa terbentuk yang memperparah kedalaman cekungan.

Namun, penting untuk dicatat bahwa menjadi titik terendah di daratan bukan berarti Laut Mati adalah tempat terdalam di Bumi. Palung Mariana, yang terletak di Samudera Pasifik, memiliki kedalaman sekitar 10.935 meter di bawah permukaan laut dan dianggap sebagai titik terdalam di Bumi. Perbandingan antara Laut Mati dan Palung Mariana menunjukkan betapa bervariasinya fitur geologis di planet ini.

Keunikan Laut Mati

Fenomena unik yang terjadi di Laut Mati tidak hanya terletak pada kedalamannya, tetapi juga pada sifat kimianya. Dengan kandungan garam yang sangat tinggi, hingga sembilan kali lipat lebih asin dibandingkan dengan air laut biasa, Laut Mati menjadi tempat yang menarik untuk penelitian ilmiah. Airnya yang asin memungkinkan orang untuk mengapung dengan mudah, menjadikannya daya tarik bagi wisatawan.

Namun, perubahan cuaca dan intervensi manusia telah berpotensi mengubah keunikan ini. Dengan penurunan permukaan air yang terus-menerus, para peneliti khawatir akan dampak jangka panjang terhadap ekosistem serta perekonomian yang bergantung pada pariwisata di sekitarnya.

Penelitian dan Tantangan

Meskipun banyak penelitian telah dilakukan, para ilmuwan menghadapi tantangan dalam memahami sepenuhnya kondisi dan dinamika yang terjadi di Laut Mati. Tingginya biaya untuk mengeksplorasi lebih dalam serta pergeseran lambat dari sesar menjadi hambatan besar. Ben-Avraham mencatat bahwa setiap pengembangan model yang akurat untuk menjelaskan sejarah geologis dan pembentukan Laut Mati adalah sebuah tantangan yang berkelanjutan.

Keberadaan Laut Mati sebagai titik terendah di daratan Bumi tidak hanya memberikan wawasan tentang proses geologis tetapi juga menyoroti pentingnya memelihara ekosistem. Dengan semua karakteristik unik yang ditawarkan, Laut Mati tetap menjadi objek penelitian dan daya tarik bagi banyak orang di seluruh dunia.

Berita Terkait

Back to top button