5 Tren Gen AI di Asia Tenggara: Automasi Laporan Tingkatkan Kinerja Bisnis

Adopsi kecerdasan buatan (AI) generatif di Asia Tenggara mengalami lonjakan signifikan, dengan tingkat adopsi mencapai 65%. Indonesia memimpin dalam hal ini, di mana 92% pekerja terampil mengakui kesiapan mereka untuk mengadopsi teknologi ini, jauh melampaui rata-rata global yang hanya 75% dan Asia Pasifik dengan 82%. Transformasi ini tidak hanya merubah cara perusahaan beroperasi, tetapi juga membentuk kompetensi yang dibutuhkan karyawan. Menteri Komunikasi dan Digital Indonesia menjelaskan bahwa perkembangan ini penting bagi masa depan digital di kawasan ini.

Selaras dengan data dari SAP, lima tren utama penggunaan AI generatif di Asia Tenggara telah diidentifikasi. Tren ini tidak hanya membantu meningkatkan efisiensi, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan bisnis dan pendapatan perusahaan.

1. Otomasi Laporan

Satu di antara cara yang paling diminati adalah otomasi laporan. AI kini dapat secara otomatis menghasilkan laporan pengeluaran, termasuk memproses foto struk pembayaran. Teknologi ini mempercepat penyelesaian laporan sekaligus mengurangi kesalahan manusia. Selain itu, AI dapat mengidentifikasi pola dalam data yang membuat laporan lebih informatif dan akurat.

2. Verifikasi Pengeluaran

AI juga digunakan untuk membantu verifikasi pengeluaran perusahaan. Dengan memeriksa kesesuaian pengeluaran dengan kebijakan yang ada, AI berperan penting dalam menjaga transparansi dan kepatuhan. Teknologi ini menciptakan peluang untuk mempersonalisasi layanan dan produk, serta mengurangi biaya operasional.

3. Penulisan Narasi HR

Dalam bidang sumber daya manusia, Generative AI membantu karyawan dalam menyusun narasi yang ringkas dan jelas. Hal ini mempermudah proses aplikasi HR, memungkinkan pemahaman yang lebih baik, dan menghemat waktu. AI membantu menghasilkan masukan yang lebih lengkap dan terstruktur bagi manajer HR.

4. Menyusun Sasaran Kinerja

Perusahaan di Asia Tenggara mulai menggunakan AI dalam penyusunan sasaran kinerja. AI dapat memproyeksikan target baik secara moderat maupun eksponensial. Dengan data yang diolah, manajer mampu melakukan percakapan berbasis data, mengidentifikasi tren, dan mendeteksi bias. Meskipun demikian, interaksi manusia tetap vital dan tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh AI.

5. Integrasi Dokumen Penting untuk Q&A

AI juga diintegrasikan ke dalam sistem yang mampu mengelola dokumen penting. Dengan cara ini, perusahaan bisa memberikan jawaban yang cepat dan akurat untuk pertanyaan yang muncul. Integrasi ini sangat penting, mengingat AI sering menghadapi isu halusinasi dalam memberikan jawaban yang tepat.

Mendesak kepada perusahaan untuk mengadopsi AI tidak hanya sebagai alat bantu, tetapi juga sebagai bagian integral dari strategi bisnis mereka adalah langkah yang penting dalam era digital ini. Penting bagi organisasi untuk memahami tren ini dan bersiap untuk beradaptasi dengan perubahan yang ditimbulkan oleh teknologi.

Liher Urbizu, President & Managing Director SAP Asia Tenggara, mengungkapkan bahwa pengembangan keterampilan teknis dan pola pikir adaptif menjadi sangat krusial. Perusahaan yang berhasil beradaptasi dengan cepat akan merasakan manfaat nyata dari teknologi ini, termasuk peningkatan efisiensi dan pertumbuhan bisnis. Adopsi AI yang cermat dan terencana akan menjadi kunci untuk memenangkan kompetisi di pasar yang semakin kompleks.

Penerapan teknologi canggih ini di Asia Tenggara menjanjikan era baru dalam cara perusahaan beroperasi, memberikan motivasi bagi banyak organisasi untuk mengintegrasikannya ke dalam praktik sehari-hari mereka. Di tengah kekhawatiran tentang dampak negatif teknologi, pendekatan seimbang dalam memanfaatkan AI menjadi sangat penting.

Berita Terkait

Back to top button