Kepala badan antariksa Rusia, Roscosmos, Dmitry Bakanov, melakukan kunjungan ke Houston, Amerika Serikat (AS) untuk berdiskusi dengan Sean Duffy, kepala sementara NASA. Pertemuan ini, yang berlangsung pada 31 Juli 2025, menandai momen penting setelah tujuh tahun, karena pertemuan terakhir antara kedua belah pihak terjadi pada Oktober 2018.
Dalam pertemuan ini, fokus utama adalah membahas proyek kerjasama yang sedang berlangsung antara Roscosmos dan NASA. Menurut keterangan dari Roscosmos, tujuan utama kunjungan ini adalah untuk berbicara tentang berbagai inisiatif, termasuk program lintas penerbangan dan perpanjangan masa operasional Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Mereka juga akan mendiskusikan rencana terkait deorbit ISS yang aman serta pembuangan laut terkendali di masa depan. Pihak Roscosmos menyatakan, “Kami, bersama NASA, berencana membahas proyek bersama yang sedang berlangsung.”
Kunjungan ini juga mencakup rencana untuk mengunjungi Johnson Space Center dan fasilitas produksi Boeing untuk mengadakan diskusi dengan pimpinan program luar angkasa perusahaan. Sebelum pertemuan besar ini, Bakanov akan bertemu dengan awak pesawat ruang angkasa Crew Dragon dalam konteks peluncuran SpaceX Crew-11 yang dijadwalkan pada 31 Juli. Di antara anggota awak tersebut terdapat kosmonot Rusia, Oleg Platonov, yang akan bergabung dengan tiga astronot lainnya dari NASA dan Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA).
Selama misi di ISS, keempat astronot ini akan melakukan penelitian yang bertujuan untuk mempersiapkan eksplorasi manusia di luar orbit rendah Bumi. Penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di Bumi. Meskipun hubungan Amerika Serikat dan Rusia dalam banyak bidang memburuk sejak invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022, kedua negara masih mempertahankan kerjasama di sektor luar angkasa.
Sejarah kerjasama luar angkasa antara Rusia dan AS telah berlangsung lama, dan meskipun ada ketegangan politik yang menyelimuti hubungan kedua negara, aktivitas luar angkasa tetap menjadi bidang di mana kolaborasi dapat terus berlangsung. Rusia dan AS berhasil menyatukan upaya dalam menjelajahi luar angkasa dan melakukan misi-misi ilmiah, yang menguntungkan kedua belah pihak.
Pertemuan ini menjadi simbol bahwa meskipun dalam keadaan sulit, dialog tetap dapat terjalin, terutama dalam bidang yang berpotensi menjembatani ketegangan antara kedua negara. Hingga kini, hubungan luar angkasa tetap menjadi salah satu dari sedikit area di mana kedua negara dapat bekerja sama secara produktif meskipun perbedaan politik yang tajam.
Bakanov dan Duffy berada dalam posisi penting untuk memupuk dialog ini lebih lanjut. Dalam konteks kerja sama luar angkasa, program lintas penerbangan yang telah disepakati memungkinkan baik kosmonot maupun astronot dari kedua negara untuk terlibat dalam misi live di luar angkasa, yang diharapkan meningkatkan pemahaman dan kolaborasi lebih lanjut.
Sementara itu, penting untuk dicatat bahwa pertemuan ini juga memiliki arti simbolis yang besar, menandai harapan untuk revitalisasi hubungan di bidang yang menjadi jembatan antara dua kekuatan besar ini. Meskipun tantangan yang ada, para pemimpin di bidang luar angkasa tetap optimis akan potensi kerjasama di masa depan.
Dengan langkah-langkah yang diambil dalam pertemuan ini, baik Roscosmos maupun NASA akan melanjutkan upaya untuk menjaga momentum kerjasama luar angkasa, yang diharapkan akan membawa manfaat tidak hanya bagi kedua negara tetapi juga untuk kemanusiaan secara keseluruhan.





