10 Suara Terkeras dan Mematikan di Dunia: Letusan Krakatau hingga Sound Horeg

Sebanyak sepuluh suara paling keras dan mematikan yang tercatat dalam sejarah manusia menawarkan perspektif menakutkan tentang dampak kebisingan terhadap kesehatan dan keselamatan manusia. Suara tersebut berasal dari berbagai peristiwa—mulai dari konser musik hingga bencana alam yang dahsyat—dan memiliki kemampuan untuk menyebabkan kerusakan permanen pada pendengaran.

Suara dari Konser dan Sound Horeg (135-145 dB)
Suara yang dihasilkan dari konser musik atau sound horeg bisa mencapai level berbahaya, sekitar 135-145 desibel. Dalam situasi ini, risiko kerusakan pendengaran sangat tinggi jika tanpa perlindungan telinga. Banyak penonton merasakan gangguan ini saat berada dekat sumber suara tersebut.

Ledakan Kembang Api (145-150 dB)
Satu lagi sumber suara keras adalah ledakan kembang api yang besar, yang mampu mencapai 145-150 desibel. Suara yang setara dengan mesin jet saat lepas landas ini bisa menyebabkan kerusakan pendengaran permanen jika seseorang berada terlalu dekat saat ledakan terjadi.

Suara Tembakan (145-155 dB)
Dentuman senjata api juga berada dalam kisaran 145-155 desibel. Suara ini sangat berbahaya, dan bahkan satu tembakan bisa langsung merusak gendang telinga dalam jarak dekat tanpa pelindung.

Suara Balapan (155-160 dB)
Di arena balapan drag race NHRA, suara bisa mencapai 155-160 desibel. Pengalaman menyaksikan balapan ini bisa sangat menakutkan tanpa pelindung telinga, karena suara yang dihasilkan cukup kuat untuk membuat lingkungan sekitar bergetar.

Peluncuran Pesawat Ulang Alik (165-170 dB)
Peluncuran pesawat ulang alik menghasilkan suara hingga 165-170 desibel. Suara ini berasal dari ledakan bahan bakar roket dan tekanan udara saat lepas landas, yang cukup berbahaya bagi siapa pun yang berada di dekat lokasi peluncuran.

Suara Paus Biru (188 dB)
Dalam dunia hewan, paus biru diketahui menghasilkan suara yang sangat kuat, mencapai 188 desibel. Suara ini tidak hanya berguna dalam komunikasi antar paus, tetapi juga dapat terdengar sejauh ratusan kilometer di lautan.

Letusan Gunung Krakatau (180 dB)
Isi daftar ini tidak lengkap tanpa membahas letusan gunung Krakatau pada tahun 1883. Suara letusannya terdengar hingga ribuan kilometer, pada level 180 desibel, cukup untuk memecahkan gendang telinga dalam radius 60 kilometer.

Bom TNT Seberat 1 Ton (210 dB)
Ketika berbicara tentang eksplosif, dentuman bom TNT seberat satu ton dapat melebihi 210 desibel. Ini bukan hanya suara yang memekakkan telinga, tetapi gelombang kejut yang dihasilkan juga bisa merusak organ dalam.

Gempa Bumi (235 dB)
Gempa bumi dengan skala 5,0 SR menghasilkan suara sekitar 235 desibel. Suara ini berpotensi fatal bagi manusia, meskipun tidak selalu terdengar. Getaran yang ditimbulkan dapat mengganggu keseimbangan dan memicu kepanikan.

Meteor Tungsuka 1908 (300-315 dB)
Dalam sejarah, meteor Tungsuka yang meledak di Siberia pada tahun 1908 menghasilkan suara yang mencapai 300-315 desibel. Dampaknya menghancurkan area seluas 2.000 km² dan masih menjadi misteri ilmiah hingga kini.

Mengacu pada data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), batas aman tekanan suara adalah 80 dB, yang bisa didengarkan selama 40 jam dalam satu minggu. Ini menunjukkan betapa pentingnya melindungi pendengaran kita dari suara yang berbahaya. Saat menikmati berbagai hiburan atau pengalaman luar biasa, kesadaran akan risiko suara yang ekstrem harus selalu diutamakan.

Berita Terkait

Back to top button