Elon Musk Bakal Luncurkan Grok 4.20 Bulan Ini, Siap Saingi GPT-5

Elon Musk melalui perusahaannya xAI bersiap meluncurkan versi terbaru dari model kecerdasan buatannya, Grok 4.20, pada akhir Agustus 2025. Model ini diklaim akan menjadi pesaing serius bagi GPT-5, yang saat ini dikembangkan oleh OpenAI, terutama dalam hal kecanggihan kemampuan multimodal dan pemahaman kontekstual yang lebih dalam.

Grok 4.20: Evolusi AI Multimodal Asli

Grok 4.20 dirancang sebagai model “multimodal asli”, yang berarti mampu memproses aliran video dan audio secara langsung tanpa perlu mengonversinya menjadi bentuk lain terlebih dahulu. Hal ini memungkinkan Grok 4.20 memahami elemen-elemen kompleks seperti suasana hati dan intonasi dalam percakapan secara lebih alami. Elon Musk menjelaskan, kemampuan ini memungkinkan AI untuk menangkap penekanan dalam cara berbicara pengguna, sehingga meningkatkan interaksi antara manusia dan mesin secara signifikan.

Sebelumnya, xAI telah mengembangkan model pondasi V7, yang baru saja menyelesaikan tahap pra-pelatihan. Melanjutkan keberhasilan Grok 4 yang diluncurkan sebelumnya, Grok 4.20 diyakini membawa peningkatan performa yang lebih optimal, terutama dalam penggunaan teknologi multimodal yang canggih.

Perbandingan dengan GPT-5

Meski Grok 4 mempunyai keunggulan dalam hal pemahaman dan kemampuan kognitif yang nyaris menyamai GPT-5, model ini masih menghadapi kendala pada kecepatan pemrosesan. Berdasarkan data dari Artificial Analysis, GPT-5 mampu menghasilkan 156 output token per detik, dua kali lipat dari Grok 4 yang hanya mencapai 72 token per detik. Namun dalam Indeks Kecerdasan Analisis Buatan, skor kecerdasan Grok 4 berada sangat dekat dengan GPT-5, yakni 68 berbanding 69.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun Grok 4 lebih lambat, tingkat "kepintaran" atau kemampuan analisisnya hampir setara dengan GPT-5. Peningkatan pada model baru Grok 4.20 diharapkan dapat mendekati atau bahkan menyaingi kecepatan pemrosesan GPT-5 dengan mempertahankan kecanggihan tersebut.

Tantangan Grok 4 dan Target Pengguna

Pada versi sebelumnya, Grok 4 memang unggul dalam evaluasi matematika dan sains terstruktur, serta memperkenalkan sistem multi-agen untuk penelitian dan analisis jangka panjang. Namun, fitur multimodalnya belum sempurna saat digunakan sehari-hari, terutama dalam pemahaman gambar dan video yang dinilai masih kurang responsif. Akibatnya, pengguna harus lebih berhati-hati dalam membuat prompt dan membatasi panjang input karena keterbatasan jendela konteks.

Grok 4 Heavy, versi yang diperuntukkan bagi riset intensif, menawarkan performa lebih baik tetapi dengan biaya yang lebih tinggi. Oleh karena itu, saat ini Grok 4 lebih disarankan untuk pengembang dan peneliti yang ingin menguji kemampuan AI ini secara mendalam. Sementara itu, pengguna umum masih dianjurkan menggunakan Grok 3 atau model mainstream lainnya yang lebih cepat dan responsif.

Strategi Elon Musk dan xAI

Peluncuran Grok 4.20 ini menegaskan ambisi Elon Musk dan xAI untuk bersaing ketat dengan raksasa AI seperti OpenAI. Dengan fokus pada pengembangan model AI multimodal asli yang mampu memahami konteks secara lebih manusiawi, xAI berharap dapat menciptakan terobosan inovatif yang tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi juga meningkatkan kualitas interaksi dan pemahaman AI.

Inovasi ini juga menjadi bagian dari tren global dalam pengembangan AI yang tidak hanya sekadar menghasilkan output teks, tetapi juga mampu memahami dan menanggapi berbagai bentuk data multimedia secara real-time. Grok 4.20 akan menjadi tonggak penting yang menentukan arah teknologi AI di masa depan.

Peluncuran model ini akan sangat dinantikan oleh komunitas AI dan pengguna teknologi cerdas, mengingat kemampuannya yang berpotensi merevolusi cara manusia berkomunikasi dan bekerja dengan mesin dalam berbagai sektor, mulai dari riset hingga pengembangan aplikasi sehari-hari.

Exit mobile version