Wamen Stella Dorong Transformasi Perguruan Tinggi Jadi Institusi Riset Unggul

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menegaskan pentingnya mengubah perguruan tinggi di Indonesia menjadi institusi riset aktif. Menurut Stella, riset bukan hanya soal beban anggaran, melainkan investasi strategis yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Stella mengungkapkan bahwa riset menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi yang nyata, baik dalam jangka pendek maupun panjang. Hal ini dibuktikan dengan hasil riset yang bernilai ekonomis tinggi, seperti pengembangan daun nilam dari Aceh yang sudah menembus pasar internasional. Selain itu, potensi sumber daya alam lain seperti rumput laut juga memiliki peluang besar apabila diolah dengan inovasi hasil penelitian yang tepat.

Indonesia sejatinya memiliki kekayaan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang sangat besar. Namun, menurut Stella, potensi tersebut masih belum optimal dimanfaatkan karena lemahnya inovasi dan riset yang berorientasi pada penciptaan nilai tambah. Oleh karena itu, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) berupaya mendorong perguruan tinggi agar lebih fokus pada riset dan bekerja sama dengan dunia industri.

“Perguruan tinggi harus menjadi institusi riset yang aktif. Jangan sampai hasil penelitian hanya berhenti di publikasi akademik, tetapi harus dikembangkan dan diaplikasikan di dunia nyata,” ujar Stella. Ia menambahkan, kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri sangat penting agar inovasi riset dapat mendorong ekonomi nasional, menciptakan lapangan kerja, serta membawa Indonesia ke panggung global.

Dalam upaya tersebut, Stella menekankan pentingnya kualitas riset di perguruan tinggi. Ia menyoroti bahwa kualitas jauh lebih penting dibanding mengejar kuantitas publikasi tanpa dampak nyata. Kemdiktisaintek terus memberikan dorongan agar perguruan tinggi mengutamakan riset berkualitas yang aplikatif dan berdampak langsung terhadap perekonomian.

Strategi ini sekaligus menjadi bagian dari visi penguatan ekosistem riset nasional. Dengan menjadikan perguruan tinggi sebagai pusat riset yang unggul, Indonesia diharapkan bisa menghadapi persaingan global, terutama dalam era disrupsi teknologi dan artificial intelligence (AI). Stella juga mengingatkan agar pendidikan tinggi fokus pada tiga hal utama agar tidak kalah dengan kemajuan AI, yakni penguasaan kompetensi riset, inovasi, dan jejaring kerja sama.

Dukungan sumber daya, baik dari sisi anggaran maupun kebijakan, juga terus digenjot pemerintah untuk memastikan riset menjadi prioritas nasional. Berbagai inisiatif seperti peningkatan dana riset, pelatihan penguatan kapasitas peneliti, serta pengembangan pusat riset berstandar internasional mulai diimplementasikan.

Secara praktis, beberapa perguruan tinggi telah menunjukkan kemajuan dengan menerapkan model riset yang terintegrasi dengan kebutuhan industri dan masyarakat. Contohnya adalah pengembangan produk berbasis sumber daya lokal yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memberikan solusi bagi permasalahan riil di lapangan.

Mengacu pada hal ini, pemerintah berupaya memastikan bahwa institusi pendidikan tinggi tidak sekadar sebagai tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi pusat inovasi berkelanjutan yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan kemajuan sosial. Transformasi perguruan tinggi menjadi institusi riset yang produktif menjadi kunci untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara yang maju dan berdaya saing tinggi.

Dengan demikian, kebijakan ini mengusung paradigma baru bagi pendidikan tinggi di Indonesia, di mana riset dan inovasi menjadi tulang punggung pembangunan nasional. Melalui pendekatan terintegrasi antara pendidikan, riset, dan industri, diharapkan percepatan pemanfaatan hasil riset dapat menjamin kemakmuran dan kemajuan bangsa dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Berita Terkait

Back to top button