Warga Kota Depok menyambut fenomena gerhana bulan sebagian dengan menggelar salat khusus di sejumlah masjid. Salah satu tempat yang ramai dikunjungi adalah Masjid Nur Albasyiroh di kompleks Poin Mas, Kelurahan Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoran Mas. Pengurus masjid mengumumkan melalui pengeras suara agar warga segera bergabung melaksanakan salat gerhana pada Minggu malam (7/9/2025).
Pengumuman tersebut menyampaikan, “Kepada bapak-ibu warga yang ingin melaksanakan salat gerhana agar disegerakan menuju ke masjid.” Sebagai pelengkap ibadah, salat gerhana ini dilakukan sebagai bentuk syukur dan refleksi atas fenomena alam yang jarang terjadi tersebut. Kegiatan ini rutin digelar ketika terjadi gerhana dengan harapan mendapat keberkahan.
Menurut pengamatan dari Observatorium Bosscha, proses gerhana bulan total mulai tampak secara visual tepat pada pukul 23.37 WIB. Meski pada awalnya hanya terlihat sebagian bulan yang tertutup bayangan bumi, fenomena ini tetap menarik perhatian masyarakat Depok maupun daerah lainnya. Melalui siaran langsung kanal YouTube Bosscha, warga yang tidak dapat langsung mengamati fenomena langit tersebut tetap bisa menyaksikan secara virtual.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah merilis informasi resmi soal peristiwa alam langka ini. BMKG menyebutkan bahwa gerhana bulan total akan berlangsung mulai Minggu malam (7/9/2025) hingga Senin dini hari (8/9/2025). Pada puncak gerhana, posisi bulan akan berubah warna menjadi merah gelap karena cahaya matahari yang terbiaskan oleh atmosfer bumi, sebuah fenomena yang dikenal sebagai “bulan darah”.
Berikut data penting terkait gerhana bulan total yang dirilis BMKG:
1. Waktu berlangsung: malam Minggu (7/9/2025) sampai dini hari Senin (8/9/2025).
2. Lokasi pengamatan: beberapa titik di Indonesia, termasuk Kota Depok.
3. Fase puncak: bulan berwarna merah gelap akibat pembiasan cahaya matahari.
4. Pengamatan: dapat dilakukan dengan mata telanjang, namun terlihat lebih jelas dengan teleskop.
Masyarakat Antusias Mengikuti Salat Gerhana
Fenomena gerhana bulan total ini tidak hanya menjadi momen ilmiah tapi juga spiritual bagi umat Muslim di Depok. Banyak warga yang hadir malam itu dan berkumpul di masjid-masjid untuk melaksanakan salat gerhana bersama. Ini menunjukkan bagaimana fenomena alam menjadi bagian dari kegiatan keagamaan dan budaya di masyarakat.
Selain di Depok, fenomena ini juga menarik perhatian di berbagai kota lain di Indonesia. Di Planetarium, misalnya, banyak masyarakat memadati lokasi untuk menyaksikan gerhana bulan total. Bahkan BMKG juga mengantisipasi cuaca agar masyarakat bisa menikmati fenomena ini dengan tampilan langit yang cerah.
Gerhana bulan menjadi peristiwa langka yang menggabungkan aspek ilmu pengetahuan dan kepercayaan. Kehadirannya memicu rasa ingin tahu sekaligus syukur, seperti terlihat dari antusiasme warga yang melaksanakan salat tepat saat gerhana terjadi.
Masyarakat dihimbau untuk memanfaatkan momen ini sebaik-baiknya. Selain menjalankan salat gerhana, warga juga dianjurkan melakukan pengamatan secara aman. Penggunaan alat bantu seperti teleskop akan meningkatkan kejelasan pengamatan, terutama bagi yang ingin belajar lebih dalam soal fenomena astronomi.
Gerhana bulan ini menjadi pengingat akan betapa alam semesta ini penuh dengan keajaiban yang terus bisa diamati dan dipelajari. Kegiatan salat gerhana yang diselenggarakan warga Depok menyiratkan nilai religius yang kuat sekaligus bagian dari tradisi Islam dalam menyambut tanda-tanda alam sebagai bagian dari rahmat dan kekuasaan Tuhan.





