Wahana penjelajah Perseverance milik NASA berhasil menemukan nodul mineral langka di Kawah Jezero, Mars, yang diduga kuat terkait dengan kemungkinan adanya kehidupan purba di planet tersebut. Nodul mineral yang teridentifikasi memiliki komposisi unik, terutama mengandung mineral lempung yang diperkaya dengan besi fosfat dan besi sulfida. Senyawa ini merupakan indikator penting karena sering dikaitkan dengan karbon organik, yang menjadi salah satu unsur dasar kehidupan.
Penemuan dari Wilayah Neretva Vallis
Sampel mineral langka ini dikumpulkan dari Neretva Vallis, sebuah bekas aliran sungai yang bermuara ke danau purba di Kawah Jezero sekitar 3,8 miliar tahun silam. Kondisi geologis dan kimia dari daerah ini memberikan peluang untuk mempertimbangkan keberadaan proses kimia prebiotik atau bahkan aktivitas mikroba pada masa lampau. Tim ilmuwan internasional dari berbagai institusi, seperti Centro de Astrobiología Spanyol (INTA-CSIC), Universidad de Valladolid (UVA), dan Instituto de Geociencias del CSIC, melakukan analisis mendalam terhadap sampel tersebut.
Nodul mineral sendiri merupakan struktur padat dengan bentuk bulat atau tidak beraturan yang terbentuk melalui proses konkresi atau pengendapan mineral di sekitar inti tertentu. Contoh nodul penting lainnya ditemukan di dasar laut Bumi dan diketahui mengandung logam seperti nikel, kobalt, dan tembaga, yang memiliki nilai besar bagi teknologi energi bersih. Penemuan nodul serupa dengan kandungan kimia spesifik di Mars menjadi tanda bahwa planet merah tersebut pernah mengalami proses kimiawi yang serupa dengan yang ada di Bumi.
Biosignature dan Indikasi Kehidupan Mars
Penemuan ini memungkinkan para ilmuwan untuk menganggap nodul tersebut sebagai biosignature, yaitu jejak kimia yang menandai potensi keberadaan kehidupan di masa lalu. Proses pembentukan nodul terkait dengan reaksi kimia dasar yang dihubungkan dengan kehidupan, terbukti terjadi setelah sedimen mengendap di lingkungan danau pada suhu rendah. Hal ini mendukung gagasan bahwa lingkungan Mars purba memiliki kondisi yang mungkin mendukung perkembangan bentuk kehidupan mikroba.
Namun, para peneliti tetap berhati-hati dalam menyimpulkan penemuan ini sebagai bukti kehidupan. Mereka menegaskan bahwa jejak kimiawi yang ditemukan bukan hanya dapat dijelaskan oleh aktivitas biologis, melainkan juga mungkin dihasilkan oleh proses geologi abiotik (non-biologis). Oleh karena itu, penafsiran hasil harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan analisis lebih lanjut menjadi krusial.
Tantangan dan Langkah Selanjutnya
Meskipun penemuan nodul mineral ini sangat menarik, para ilmuwan menekankan pentingnya membawa sampel Mars yang dikumpulkan Perseverance ini kembali ke Bumi. Analisis di laboratorium canggih di Bumi akan memberikan gambaran yang jauh lebih rinci dan akurat tentang komposisi kimia dan potensi kehadiran kehidupan masa lalu Mars. Sampai saat ini, program pemulangan sampel Mars masih belum mendapat kepastian, terutama karena kebijakan antariksa yang berubah sejak era pemerintahan sebelumnya di Amerika Serikat.
Pengembalian sampel tersebut akan memungkinkan teknologi analisis mutakhir seperti mikroskop elektron, spektrometri massa presisi tinggi, dan teknik kimia lainnya untuk memeriksa apakah nodul mineral tersebut benar-benar mengandung bukti kehidupan purba.
Implikasi Penemuan bagi Astrobiologi dan Eksplorasi Mars
Penemuan ini membuka babak baru dalam eksplorasi Mars, memperkuat harapan bahwa planet merah pernah menjadi rumah bagi kehidupan mikroba. Hal tersebut juga memberikan dorongan bagi misi antariksa masa depan yang fokus pada pencarian biosignature dan pemahaman lebih dalam tentang sejarah geologi Mars.
Di sisi lain, penemuan mineral langka ini juga menambah pengetahuan tentang komposisi dan evolusi Mars secara umum, yang berguna untuk perencanaan kolonisasi dan pemanfaatan sumber daya lokal di misi manusia ke Mars. Dengan adanya indikasi kimia yang mendukung kemungkinan adanya kehidupan purba, Mars semakin menjadi target utama dalam pencarian tanda kehidupan di luar Bumi.
Sekalipun masih diperlukan penelitian lebih lanjut, penemuan nodul mineral berkomposisi unik ini menempatkan NASA dan komunitas ilmiah internasional selangkah lebih maju dalam memahami asal usul kehidupan tidak hanya di Bumi tetapi juga di planet lain yang sebelumnya dianggap tandus dan tidak ramah hidup.





