Rover Perseverance milik NASA berhasil menemukan petunjuk baru yang memperkuat dugaan adanya kehidupan purba di Mars. Dari analisis sampel batuan di kawah Jezero, terdapat mineral fosfat besi (Fe-phosphates) langka yang selama ini jarang terdeteksi di permukaan Mars. Penemuan ini membuka peluang riset lebih dalam terkait kemungkinan aktivitas biologis di planet merah tersebut.
Kawah Jezero, lokasi mendaratnya Perseverance pada 18 Februari 2021, merupakan kawah berdiameter 45 kilometer yang dahulu pernah menjadi danau dan kompleks delta pengendapan. Sedimen kawah ini diperkirakan terbentuk lebih dari 3,2 miliar tahun lalu akibat aliran sungai. Dengan lingkungan fisik dan kimia yang bersifat perairan purba, Jezero menjadi lokasi ideal untuk menelusuri jejak kehidupan mikroba masa lalu.
Penelitian yang dipimpin oleh tim sains NASA mengemukakan bahwa mineral fosfat besi yang ditemukan dalam batuan singkapan “Onahu” mengandung beberapa varietas seperti metavivianit, ferolaut, dan santabarbarait. Mineral-mineral ini tertanam dalam matriks kaya karbonat yang kerap terbentuk dari proses kimia yang melibatkan air dan karbon dioksida. Dalam konteks biologi, fosfor adalah unsur esensial yang mendukung proses kehidupan, sehingga keberadaan mineral ini mengindikasikan kemungkinan lingkungan yang “mungkin” pernah mendukung aktivitas biologis.
Selain mineral fosfat besi, batuan tersebut menunjukkan pola unik yang dijuluki “Poppy Seed” dan “Leopard Spots.” Pola-pola ini menyiratkan potensi biosignatur, yaitu tanda-tanda yang dapat menandakan interaksi prinsip kehidupan, meskipun sifat non-biologis mineral juga masih memungkinkan. Para ilmuwan NASA meyakini bahwa untuk bisa memastikan apakah mineral tersebut terbentuk akibat aktivitas mikroba atau proses kimia abiotik, dibutuhkan analisis mendalam yang hanya dapat dilakukan dengan membawa sampel batuan kembali ke Bumi.
Jumlah sampel yang telah dikumpulkan oleh Perseverance sampai saat ini mencapai 30 alat tabung, yang kemudian akan direncanakan pengambilan kembali oleh misi masa depan NASA. Sampel-sampel tersebut diberi nama sesuai lokasi pengambilannya, salah satunya “Ngarai Safir,” yakni batuan merah yang diambil dari tepi lembah sungai purba di kawasan Neretva Vallis, yang berukuran sekitar seperempat mil lebar.
Nicky Fox, Associate Administrator NASA, menyatakan bahwa penemuan ini meningkatkan harapan mendapatkan bukti kehidupan purba di Mars. Meski begitu, Fox menekankan bahwa jalan untuk membuktikan hal tersebut masih panjang dan membutuhkan data ilmiah yang lebih kuat. Menurutnya, tiap mineral dan pola yang ditemukan adalah petunjuk yang harus diinterpretasikan dengan cermat, mengingat beberapa mineral ini juga bisa terbentuk melalui proses geokimia non-biologis.
Perseverance menggunakan perangkat pencitraan resolusi tinggi dan mikrostruktur analisis untuk mendeteksi mineral fosfat besi langsung di permukaan Mars. Penemuan ini menjadi sangat penting karena fosfat besi termasuk mineral yang sangat langka di Mars, sementara jenis fosfat lain seperti fluorapatit dan merrillite lebih umum ditemukan. Di Bumi, mineral fosfat sering berasosiasi dengan metabolisme mikroba, yang menjadikan keberadaannya sebagai target utama bagi studi bioavailabilitas fosfor bagi kemungkinan prebiotik dan kondisi perairan kuno.
Penemuan terbaru ini tidak hanya menambah khazanah pengetahuan tentang sejarah geologi Mars tetapi juga memberikan informasi berharga untuk rencana eksplorasi masa depan. Kawah Jezero yang sebelumnya terbentuk dari dampak meteorit dan dikenal sebagai daerah yang pernah dialiri air, menjadi titik fokus NASA untuk memahami bagaimana lingkungan ini dapat mendukung kehidupan atau setidaknya proses kimia yang mendekati aktivitas biologis.
Penelitian yang sedang berlangsung ini juga menunjukkan perlunya pengembalian sampel agar bisa dilakukan analisis laboratorium dengan teknologi tercanggih di Bumi. Hal tersebut dianggap sebagai langkah krusial untuk mengonfirmasi apakah tanda-tanda mineral dan pola dalam batuan itu benar-benar biosignatur. Jika terbukti, ini akan menjadi temuan monumental yang mengubah pemahaman manusia mengenai potensi kehidupan di luar planet Bumi.
Sementara Perseverance terus menjalankan misinya di Mars, ilmu pengetahuan dari sampel batuannya menjadi kunci untuk membuka misteri yang selama ini menyelimuti planet merah. Temuan mineral fosfat besi beserta pola khas dalam batuan ini memberi harapan baru bagi pencarian kehidupan purba dan menegaskan bahwa Mars pernah memiliki kondisi yang layak huni lebih dari tiga miliar tahun silam. NASA masih berupaya merancang misi pengambilan sampel untuk membawa penemuan ini ke laboratorium di Bumi guna analisis lebih lanjut yang mendalam dan akurat.





