Laporan dari China: Tencent Janji Perluas Bisnis AI di Indonesia 2024

Tencent Holding Ltd., perusahaan teknologi asal China, berkomitmen untuk memperluas bisnis kecerdasan buatannya (AI) di Indonesia dengan meningkatkan kemitraan bersama berbagai perusahaan lokal. Hal ini disampaikan langsung oleh Senior Executive Vice-President Tencent sekaligus CEO Cloud & Smart Industries Group, Dowson Tong, dalam Tencent Global Digital Ecosystem Summit (GDES) 2025 di Shenzhen, China, pada Senin (15/9/2025).

Perluasan Kemitraan dan Fokus pada Industri AI

Dowson Tong menegaskan bahwa setelah sukses bermitra dengan GoTo Group, Tencent ingin membuka pintu kerja sama dengan perusahaan-perusahaan lain di Indonesia. “Kami akan terus bekerja sama dengan mereka, memahami kebutuhan mereka,” ujar Dowson Tong. Langkah ini menunjukkan komitmen Tencent dalam mendukung berbagai sektor industri di Indonesia, khususnya yang membutuhkan solusi berbasis cloud dan AI.

Selain GoTo Group, Tencent juga telah berkolaborasi dengan sejumlah pelanggan di sektor internet, pembayaran digital, gim, ritel, hingga lembaga keuangan. Tencent menggarisbawahi bahwa perluasan bisnis mereka tidak hanya sebatas layanan cloud publik, melainkan juga pengembangan solusi perangkat lunak khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan industri lokal.

Teknologi dan Infrastruktur Pendukung

Keberhasilan migrasi ekstensif yang dilakukan oleh GoTo Group pada Juni 2025 menjadi bukti kapabilitas Tencent dalam mendukung operasional berskala besar. GoTo yang terdiri dari Gojek Indonesia berhasil memindahkan lebih dari 1.000 layanan mikroservice ke Tencent Cloud secara mulus menggunakan lebih dari 50 produk Tencent Cloud seperti Cloud Virtual Machine (CVM), Cloud Block Storage (CBS), Web Application Firewall (WAF), Tencent Kubernetes Engine (TKE), dan Elasticsearch Service (ES).

Tencent juga mempertajam keandalannya dengan menambah tiga zona ketersediaan di wilayah Jakarta, yang bertujuan untuk meningkatkan skalabilitas dan ketahanan layanan cloud. Migrasi berjalan lancar berkat teknologi migrasi panas yang memungkinkan transisi server antar pusat data tanpa gangguan, mendukung lebih dari 10 jenis basis data dengan fitur replikasi efisien, pemulihan bencana, dan kemampuan rollback.

Proses migrasi yang memerlukan persiapan, pengujian, dan simulasi mendalam tersebut berhasil diselesaikan dalam waktu 4 jam 54 menit, lebih cepat satu jam dari target waktu yang direncanakan. Pencapaian ini menunjukkan kesiapan Tencent untuk menghadirkan layanan cloud dan AI yang stabil dan adaptif di pasar Indonesia.

Komitmen Kepatuhan Regulasi dan Fleksibilitas Strategi

Dowson Tong juga menekankan bahwa Tencent siap mengikuti regulasi yang berlaku di Indonesia, termasuk aturan pengelolaan data yang mungkin menuntut pendekatan berbeda. “Kami ingin menjadi pemain yang fleksibel,” ujarnya. Hal ini menunjukkan kesadaran Tencent terhadap pentingnya adaptasi dalam menghadapi kebutuhan regulasi lokal, sebuah langkah yang krusial untuk keberlanjutan bisnis mereka di pasar global maupun regional.

Dengan fokus pada pengembangan ekosistem digital dan AI yang terpercaya, Tencent berupaya menjadi mitra strategis bagi perusahaan dan industri di Indonesia. Kesinambungan usaha ini diharapkan turut mendorong percepatan transformasi digital di Tanah Air, serta meningkatkan daya saing industri lokal melalui inovasi teknologi canggih.

Peluang dan Tantangan Bisnis AI di Indonesia

Ekspansi bisnis AI Tencent di Indonesia datang di tengah meningkatnya adopsi teknologi digital di berbagai sektor. Indonesia sebagai pasar potensial dengan pertumbuhan pengguna internet yang masif serta kebutuhan akan teknologi cerdas membuka peluang besar bagi pemain global seperti Tencent.

Namun, tantangan terkait keamanan data, regulasi, dan kesiapan infrastruktur juga menjadi hal yang perlu diperhatikan. Keberhasilan Tencent dalam menjalin kemitraan strategis yang kuat dan memahami dinamika pasar lokal menjadi faktor penting untuk mempertahankan daya saing.

Dengan perencanaan yang matang dan pergantian teknologi yang smooth, Tencent menunjukkan bahwa mereka bukan hanya hadir sebagai penyedia teknologi, tetapi juga mitra aktif dalam mendukung transformasi digital Indonesia yang berkelanjutan. Langkah ini berpotensi memperkuat ekosistem AI di Indonesia dengan berbagai solusi cloud mutakhir yang telah teruji di pasar internasional.

Berita Terkait

Back to top button