OpenAI bersama Oracle dan SoftBank mengumumkan pembangunan lima pusat data kecerdasan buatan (AI) baru di Amerika Serikat sebagai bagian dari proyek Stargate, yang bertujuan memperkuat infrastruktur AI utama milik OpenAI. Investasi ini diperkirakan mencapai lebih dari US$400 miliar atau sekitar Rp6.642 triliun dalam tiga tahun ke depan, menegaskan komitmen ketiganya dalam mempercepat pengembangan teknologi AI.
Peningkatan Kapasitas Infrastruktur AI
Lima pusat data baru itu akan dibangun di lokasi strategis di Amerika Serikat, dengan tiga di antaranya berada di Shackelford County, Texas; Doña Ana County, New Mexico; serta lokasi di Midwest yang belum diumumkan. Ditambah potensi pengembangan tambahan kapasitas 600 megawatt di sekitar Abilene, ketiga tempat tersebut diperkirakan akan menambah kapasitas Stargate lebih dari 5,5 gigawatt.
Dua lokasi lainnya dikembangkan bekerja sama dengan SoftBank, yakni di Lordstown, Ohio, dan Milam County, Texas. Pembangunan di Lordstown dirancang sebagai pusat data dengan teknologi canggih dan dijadwalkan mulai beroperasi tahun depan. Sedangkan di Milam County, SoftBank melalui anak usahanya SB Energy menyediakan infrastruktur tenaga listrik yang mendukung operasionalnya.
Dengan total kapasitas yang bertambah hampir 7 gigawatt dari proyek baru ini, OpenAI semakin cepat memenuhi target investasi US$500 miliar (Rp8.302 triliun) guna mencapai kapasitas AI sebesar 10 gigawatt pada akhir 2025, lebih awal daripada jadwal semula.
Dampak Ekonomi dan Tenaga Kerja
Di samping memperluas kapasitas komputasi, proyek Stargate ini juga diperkirakan dapat menciptakan lebih dari 25.000 lapangan kerja langsung. Selain itu, akan ada puluhan ribu pekerjaan tidak langsung yang terserap di berbagai wilayah Amerika Serikat. Ini mencerminkan dampak sosial ekonomi signifikan dari pengembangan pusat data tersebut.
Pemilihan lima lokasi baru merupakan hasil seleksi ketat nasional yang dimulai Januari tahun ini. Lebih dari 300 proposal dari 30 negara bagian dievaluasi untuk memastikan setiap lokasi memenuhi kriteria teknis dan strategis dalam mendukung kapasitas AI berskala besar.
Kolaborasi Strategis Antar Perusahaan Teknologi
Kampus utama Stargate beroperasi di Abilene, Texas, dan telah menggunakan Oracle Cloud Infrastructure (OCI) sebagai dukungan utama. Oracle bahkan mengirimkan rak NVIDIA GB200 pertama sejak Juni 2025 untuk memperkuat kemampuan pelatihan serta inferensi AI generasi terbaru.
CEO OpenAI, Sam Altman, menekankan bahwa kemajuan AI sangat bergantung pada infrastruktur komputasi yang memadai. "Komputasi adalah kunci agar semua orang dapat memanfaatkan AI dan membuka terobosan baru," ujarnya. Ia menambahkan bahwa melalui Stargate, OpenAI bergerak cepat tidak hanya untuk memenuhi target investasi awal tetapi juga menyiapkan fondasi untuk pengembangan berikutnya.
Clay Magouyrk, CEO Oracle, menjelaskan bahwa OCI memainkan peran vital dalam mempercepat dan membuat pengembangan AI lebih efisien. Sementara Masayoshi Son, Chairman dan CEO SoftBank, menyatakan bahwa kolaborasi ini menggabungkan desain pusat data inovatif dengan keahlian SoftBank dalam sektor energi. Hal ini akan menghadirkan infrastruktur komputasi skala besar yang mendukung kemajuan AI di masa depan.
Upaya Nasional untuk Memperkuat Infrastruktur AI
Komitmen investasi sebesar US$500 miliar ini pertama kali diumumkan pada Januari 2025 di Gedung Putih bersama Presiden Amerika Serikat, sebagai bagian dari upaya untuk mendorong pertumbuhan infrastruktur AI di dalam negeri. Dengan tambahan lima pusat data baru, OpenAI, Oracle, dan SoftBank optimistis dapat memperkuat riset AI generasi mendatang sekaligus mendorong dampak ekonomi positif secara luas di tingkat lokal dan nasional.
Pusat data baru ini diharapkan akan menjadi fondasi penting bagi perkembangan teknologi AI yang lebih maju, serta memperkuat posisi Amerika Serikat sebagai pemimpin global dalam inovasi AI di masa depan.





