Instagram berhasil mencapai tonggak sejarah dengan meraih 3 miliar pengguna aktif bulanan (Monthly Active Users/MAU) pada September 2025, meningkat 1 miliar pengguna dibandingkan posisi pada akhir 2021 yang mencapai 2 miliar MAU. Pencapaian ini menegaskan posisi Instagram sebagai salah satu jejaring sosial terbesar di dunia, sejajar dengan Facebook dan WhatsApp.
Pertumbuhan Pesat dalam Empat Tahun
CEO Meta, Mark Zuckerberg, mengungkapkan bahwa lonjakan pengguna Instagram terjadi hanya dalam rentang waktu empat tahun sejak platform ini menembus angka 2 miliar MAU pada Desember 2021. Seiring dengan pencapaian ini, Instagram menunjukkan kenaikan signifikan yang menunjukkan kekuatan dan relevansi platform di pasar global media sosial.
Menurut laporan Verge pada 25 September 2025, Instagram kini melengkapi keberhasilan keluarganya, setelah Facebook melewati 3 miliar pengguna pada Januari 2025, dan WhatsApp mencapai angka serupa pada April 2025. Ketiga platform ini menjadi pilar utama dalam ekosistem aplikasi Meta.
Faktor Pendukung Pertumbuhan
Salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan Instagram adalah kehadiran Threads, aplikasi pesaing X yang diluncurkan pada Juli 2023. Threads mengharuskan pengguna mengaitkan akun mereka dengan Instagram atau Facebook, sehingga berkontribusi pada penambahan pengguna Instagram secara keseluruhan.
Bloomberg melaporkan bahwa fitur pesan pribadi (DM) dan video pendek Reels menjadi motor utama peningkatan pengguna Instagram. Kepala Instagram, Adam Mosseri, menjelaskan bahwa platform akan segera melakukan pembaruan untuk memudahkan pengguna mengakses fitur tersebut, terutama lewat navigasi yang lebih intuitif di bilah beranda aplikasi. Selain itu, pembaruan algoritma terbaru memungkinkan pengguna mengontrol topik konten yang muncul di feed Instagram dan Reels, sehingga pengalaman pengguna menjadi lebih personal dan relevan.
Peran Kecerdasan Buatan dalam Meningkatkan Engagement
Meta menyatakan bahwa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) berperan besar dalam meningkatkan waktu yang dihabiskan pengguna di Instagram pada kuartal kedua tahun 2025. Meskipun banyak konsumen mengeluhkan melimpahnya konten AI berkualitas rendah, Meta mengklaim bahwa sistem AI mereka semakin efektif dalam merekomendasikan konten yang menarik dan bermanfaat bagi pengguna.
Mark Zuckerberg mengatakan bahwa peningkatan kualitas sistem rekomendasi ini berkontribusi pada kenaikan waktu penggunaan sebesar 6% di Instagram dan 5% di Facebook hanya dalam satu kuartal. "AI secara signifikan meningkatkan kemampuan kami untuk menampilkan konten yang menarik dan berguna bagi pengguna," ujar Zuckerberg.
Dampak terhadap Pendapatan dan Penggunaan Aplikasi Meta
Keseluruhan ekosistem aplikasi Meta kini digunakan oleh lebih dari 3,4 miliar orang setiap hari per Juni 2025, meningkat 6% dari tahun sebelumnya. Lonjakan pengguna yang solid ini turut mendongkrak pendapatan total Meta menjadi 47,1 miliar dolar AS, naik 22% year-on-year.
Selain itu, waktu menonton video di platform-platform Meta meningkat 20% dalam periode yang sama. Hal ini didukung oleh optimasi sistem peringkat dan promosi konten asli di Instagram, yang menjadi strategi kunci dalam mempertahankan minat dan interaksi pengguna. Threads juga tidak luput dari dampak positif pengintegrasian Large Language Model (LLM) yang meningkatkan durasi penggunaan aplikasi.
Pembaruan dan Inovasi Berkelanjutan
Adam Mosseri menegaskan komitmen Instagram untuk terus memperbarui fitur dan algoritma demi meningkatkan pengalaman pengguna. Fokus utama saat ini adalah menghubungkan pengguna dengan konten yang sesuai preferensi mereka serta memberikan akses mudah ke fungsi penting seperti DM dan Reels.
Dengan terus berinovasi dan memanfaatkan teknologi AI, Instagram diperkirakan akan mempertahankan posisinya sebagai platform penting dalam ranah media sosial global. Meta juga terus mengembangkan strategi untuk memperkuat konektivitas antar aplikasi di dalam keluarga besar Meta guna memberikan pengalaman yang terpadu dan menarik.
Dengan pencapaian 3 miliar pengguna aktif bulanan, Instagram tidak hanya menunjukkan popularitas luar biasa, tetapi juga menggambarkan tren konsumen yang bergeser secara digital dan kebutuhan akan konten serta interaksi yang terpersonalisasi di era modern.





