Sinkhole atau lubang raksasa yang tiba-tiba muncul di permukaan tanah merupakan fenomena alam yang dapat terjadi di berbagai lokasi di dunia, termasuk daerah perkotaan. Fenomena ini terjadi ketika bagian atas tanah amblas ke dalam bumi akibat runtuhnya ruang kosong atau rongga di bawah permukaan. Sinkhole bisa berukuran beragam, mulai dari yang kecil hingga puluhan meter dengan kedalaman sangat bervariasi.
Pengertian Sinkhole
Menurut informasi dari laman resmi Universitas Sumatera Utara, sinkhole adalah lubang yang terbentuk secara tiba-tiba karena amblasnya lapisan tanah bagian atas. Proses ini menyebabkan terjadinya depresi alami atau lubang pada topografi permukaan yang disebabkan hilangnya lapisan tanah maupun batuan penopang di bawahnya. Keruntuhan ini biasanya dipicu oleh erosi akibat aliran air bawah tanah yang mengikis struktur pendukung, sehingga permukaan tanah tidak lagi kuat dan akhirnya runtuh.
Ukuran sinkhole sangat bervariasi, mulai dari kurang dari satu meter hingga ratusan meter dalam diameter dan kedalamuannya. Terjadinya lubang runtuhan ini bisa berlangsung secara perlahan atau secara tiba-tiba. Sinkhole dapat ditemukan hampir di berbagai wilayah di dunia, baik di daerah pedesaan maupun perkotaan.
Penyebab Terjadinya Sinkhole
Salah satu penyebab utama sinkhole adalah keberadaan medan karst. Medan ini ditandai oleh jenis batuan di bawah permukaan, seperti batu kapur, gipsum, garam, dan karbonat lain yang mudah larut oleh air. Air tanah yang mengalir secara alami akan melarutkan batuan tersebut sehingga tercipta rongga atau gua-gua bawah tanah.
Ketika rongga di bawah tanah sudah membesar dan tidak mampu menopang berat tanah di atasnya, maka lapisan permukaan tanah akan runtuh secara tiba-tiba dan membentuk lubang raksasa. Faktor cuaca juga dapat mempercepat proses ini. Hujan deras, banjir, maupun kondisi kekeringan yang ekstrem mampu menggoyahkan kestabilan rongga bawah tanah dan memicu terbentuknya sinkhole.
Selain faktor alam, aktivitas manusia juga berperan dalam terjadinya sinkhole. Pekerjaan konstruksi, kerusakan saluran pipa air, serta penambangan yang tidak terkendali dapat memengaruhi struktur tanah dan sistem drainase. Misalnya, kebocoran pipa air di bawah tanah dapat mengikis lapisan pendukung, menyebabkan tanah di permukaan menjadi rapuh dan amblas. Fenomena ini baru-baru ini terjadi di tengah Kota Bangkok, dimana sinkhole besar muncul di Jalan Samsen akibat kebocoran pipa air pada sistem transportasi bawah tanah yang sedang dibangun.
Tanah yang mengandung kalsium karbonat juga menjadi wilayah rawan terjadinya sinkhole. Daerah yang memiliki lapisan tanah liat dan pasir di atas batu kapur maupun gipsum paling berisiko mengalami peristiwa ini. Gipsum dikenal sebagai mineral lunak yang lebih mudah larut dibanding batu kapur, sehingga daerah dengan lapisan gipsum sangat rentan terhadap keruntuhan tanah.
Bagaimana Proses Sinkhole Terjadi?
Sinkhole di perkotaan biasanya terjadi karena kerusakan pada infrastruktur yang berada di bawah tanah, seperti saluran air dan sistem pembuangan yang sudah tua dan mengalami keretakan. Kondisi ini memungkinkan air mengalir ke bawah tanah secara tidak terkendali sehingga mengikis lapisan pendukung.
Selain itu, proses overpumping atau ekstraksi air tanah yang berlebihan dapat menyebabkan penurunan muka tanah. Sistem drainase yang berubah, baik karena pengalihan aliran air alami maupun pembangunan fasilitas baru seperti kolam penyimpanan limbah atau drainase industri, juga mampu menyebabkan ketidakseimbangan tekanan di bawah permukaan tanah. Beban berat dari material baru yang ditumpuk di atas tanah juga bisa menggoyahkan struktur tanah dan mencetuskan keruntuhan.
Studi yang diterbitkan oleh berbagai lembaga geologi dan pengamat lingkungan menegaskan bahwa kombinasi antara proses pelarutan batuan, faktor cuaca ekstrem, serta aktivitas manusia menjadi pemicu utama terbentuknya sinkhole. Oleh karena itu, pengawasan terhadap kondisi tanah dan pemeliharaan infrastruktur bawah tanah penting untuk mengantisipasi risiko bencana ini.
Kejadian sinkhole tidak hanya merugikan secara materi, tetapi juga sangat berbahaya bagi keselamatan manusia. Di Jepang, misalnya, terjadi kasus di mana sebuah truk beserta sopirnya tertelan dalam sinkhole yang muncul tiba-tiba. Peristiwa semacam ini menggarisbawahi perlunya penanganan dan mitigasi risiko yang efektif guna menjaga keamanan wilayah yang rawan mengalami lubang runtuhan tanah.
Informasi mengenai penyebab dan mekanisme sinkhole penting untuk dipahami sebagai langkah awal dalam upaya pencegahan dan mitigasi. Data dan penelitian terkait fenomena ini dapat menjadi bahan acuan dalam perencanaan wilayah dan pembangunan yang lebih aman serta berkelanjutan.





