Temuan Baru Ungkap Dinosaurus Berkembang Pesat Sebelum Punah Massal

Penemuan terbaru dari situs fosil Naashoibito di New Mexico mengungkapkan bahwa dinosaurus masih mengalami perkembangan pesat sesaat sebelum kepunahan massal yang terjadi sekitar 66 juta tahun lalu. Studi ini menegaskan bahwa populasi serta keragaman spesies dinosaurus tidak menurun drastis sebelum hantaman asteroid yang menjadi pemicu punahnya sebagian besar kehidupan besar pada periode tersebut.

Data Penanggalan Mengungkap Waktu Kehidupan Dinosaurus

Para ilmuwan menggunakan dua metode penanggalan modern untuk menentukan usia fosil di situs tersebut. Pertama, analisis arah medan magnet Bumi yang terekam dalam batuan dan kedua, pengukuran peluruhan isotop radioaktif alami pada butiran pasir. Hasilnya menunjukkan fosil berasal dari sekitar 340.000 tahun sebelum tabrakan asteroid yang berlokasi di lepas pantai Semenanjung Yucatan, Meksiko.

“Usia fauna dinosaurus Naashoibito telah lama menjadi bahan perdebatan, dengan estimasi antara 70 juta dan akhir Zaman Kapur sekitar 66 juta tahun lalu,” kata Dan Peppe, ahli paleontologi dari Universitas Baylor yang memimpin studi. Data ini membantah teori lama yang menganjurkan dinosaurus sudah mengalami penurunan populasi sebelum asteroid menghantam Bumi.

Keanekaragaman Spesies yang Terpantau di Naashoibito

Temuan fosil menunjukkan komunitas dinosaurus Naashoibito sangat beragam, mencakup berbagai jenis yang mengisi relung ekologi berbeda. Di antara spesies yang ditemukan, Alamosaurus menonjol sebagai sauropoda raksasa pemakan tumbuhan dengan berat lebih dari 30 ton dan panjang mencapai 30 meter. Selain itu, fosil Tyrannosaurus, Torosaurus bertanduk, dinosaurus berparuh bebek, dan dinosaurus berlapis baja juga ditemukan di lokasi yang sama.

Menariknya, fauna dinosaurus di wilayah selatan Amerika Utara ini ternyata berbeda dengan yang pernah ditemukan di bagian utara seperti Montana dan Wyoming. Misalnya, Alamosaurus hanya ditemukan di selatan, sementara sauropoda tidak dijumpai di wilayah utara. Perbedaan spesies berparuh bebek pun semakin menegaskan variasi kawasan geografi tersebut.

Peppe menegaskan, “Temuan ini menunjukkan bahwa dinosaurus tidak terdiri dari komunitas homogen di seluruh Amerika Utara. Mereka sangat beragam, berkembang biak, dan mampu beradaptasi hingga akhir Zaman Kapur.”

Dinosaurus Masih Berjaya Jelang Kepunahan

Steve Brusatte, ahli paleontologi dari Universitas Edinburgh, menambahkan bahwa dinosaurus kala itu masih menjalankan pola adaptasi yang sukses selama 150 juta tahun. Mereka memanfaatkan berbagai relung ekologi dan menunjukkan keanekaragaman luar biasa di habitat yang berbeda.

Kehadiran Alamosaurus sebagai salah satu hewan darat terbesar dalam sejarah Bumi membuktikan dinosaurus masih bertahan dan berkembang pesat hingga sebelum peristiwa asteroid menghantam. Brusatte menggambarkan bahwa pemandangan pada saat itu mungkin satu menit dihuni oleh makhluk raksasa yang berjalan gagah, dan menit berikutnya terguncang oleh energi dahsyat dari tabrakan asteroid.

Implikasi Penemuan untuk Studi Periode Akhir Zaman Kapur

Penelitian ini memberikan wawasan baru mengenai dinamika populasi dan ekologi dinosaurus menjelang kepunahan massal. Fakta bahwa dinosaurus masih memiliki komunitas yang stabil dan beragam secara ilmiah membantah anggapan bahwa mereka sudah dalam keadaan menurun drastis sebelum bencana asteroid. Selain itu, diferensiasi fauna antara wilayah utara dan selatan Amerika Utara membuka peluang studi lebih lanjut tentang distribusi geografis dan adaptasi ekologi spesies purba.

Metode penanggalan canggih yang digunakan juga memperlihatkan kemajuan signifikan dalam rekonstruksi kronologi sejarah Bumi. Data ini sangat penting tidak hanya untuk paleontologi tetapi juga untuk memahami bagaimana kepunahan massal terjadi dan dampaknya pada ekosistem global.

Source: www.beritasatu.com

Exit mobile version