Nezar Patria: Indonesia Butuh SDM Teknologi Kuat Hadapi Bonus Demografi

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan pentingnya peningkatan kemampuan sumber daya manusia (SDM) di bidang teknologi untuk menghadapi bonus demografi Indonesia. Menurut Nezar, keberhasilan pemanfaatan bonus demografi sangat ditentukan oleh kecakapan tenaga kerja dalam beradaptasi dan menguasai teknologi terkini, khususnya teknologi digital seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Nezar menyatakan bahwa pada tahun 2035, sekitar 70 persen penduduk Indonesia akan berada dalam usia angkatan kerja produktif, yakni antara 16 hingga 65 tahun. Namun, masa keemasan tersebut diprediksi akan mulai menurun setelah mencapai titik puncaknya. Oleh karena itu, pemerintah harus mempersiapkan SDM yang cakap agar potensi besar tersebut tidak sia-sia.

Kemandirian Teknologi sebagai Tantangan Global

Dalam perspektif global, Nezar mengingatkan bahwa banyak negara berkembang, terutama di kawasan global selatan, masih sangat bergantung pada teknologi dari luar negeri. Ketergantungan ini berisiko karena solusi teknologi asing tidak selalu cocok dengan kebutuhan dan karakteristik lokal Indonesia. Oleh karena itu, kemandirian dalam pengembangan teknologi menjadi prioritas penting agar inovasi nasional dapat berakar pada nilai budaya bangsa sekaligus mampu bersaing secara global.

"Talenta nasional harus mampu mengembangkan teknologi AI dan teknologi digital lainnya secara mandiri," ujar Nezar. Hal ini sekaligus mendorong tumbuhnya ekosistem inovasi yang sesuai dengan konteks Indonesia.

Peningkatan Kapasitas dan Keterampilan SDM Digital

Menjawab tantangan tersebut, pemerintah tengah menggalakkan berbagai program untuk memperkuat kapasitas dan keterampilan SDM di bidang teknologi. Langkah ini meliputi pelatihan intensif, pembinaan usaha bidang digital, serta dukungan pengembangan startup teknologi yang berorientasi pada solusi lokal. Program-program tersebut diharapkan dapat menghasilkan tenaga kerja yang siap menghadapi revolusi industri 4.0 dan dinamika teknologi masa depan.

Nezar menekankan bahwa kesuksesan bonus demografi sangat bergantung pada kesiapan tenaga kerja yang tidak hanya banyak secara kuantitas, tetapi juga unggul dalam kualitas. Skill teknologi digital menjadi keharusan agar generasi produktif dapat berkontribusi nyata dalam pembangunan ekonomi berbasis inovasi.

Bonus Demografi sebagai Momentum Ekonomi dan Sosial

Bonus demografi adalah kesempatan emas yang tidak sering muncul dan harus dimanfaatkan dengan strategi tepat. Selain dampak ekonomi berupa peningkatan produktivitas dan daya beli, momentum ini juga potensial mendorong kemajuan sosial dan kemajuan teknologi nasional. Nezar mengingatkan bahwa kegagalan memanfaatkan bonus demografi bukan hanya kerugian ekonomi, tapi juga risiko menurunnya daya saing Indonesia di kancah global.

“Pengembangan SDM teknologi menjadi kunci untuk membuka peluang baru yang lebih besar dalam menghadapi tantangan dan transformasi ekonomi digital,” kata Nezar.

Ke depan, pemerintah akan terus mengintensifkan kerja sama lintas sektor, baik dengan dunia pendidikan, swasta, maupun komunitas teknologi untuk memastikan transfer ilmu dan penguasaan teknologi berjalan efektif. Ketersediaan infrastruktur digital yang memadai juga akan didorong agar akses belajar dan inovasi teknologi semakin merata di seluruh Indonesia.

Kesiapan SDM teknologi ini tidak hanya soal menguasai perangkat dan aplikasi digital, tetapi juga bagaimana membangun kapasitas inovasi, kewirausahaan, dan adaptif terhadap perubahan cepat di era digital. Mendorong budaya belajar seumur hidup dan kolaborasi lintas disiplin sangat diperlukan untuk mewujudkan ekosistem digital nasional yang kuat.

Dengan strategi yang tepat, Indonesia dapat mengonversi bonus demografi menjadi keuntungan kompetitif global, sekaligus mempercepat proses transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Nezar Patria meyakini bahwa talenta muda yang unggul dan berdaya saing digital akan menjadi garda terdepan dalam membawa bangsa menuju masa depan yang lebih sejahtera dan mandiri secara teknologi.

Source: www.beritasatu.com

Exit mobile version