Prabowo Dikabarkan Boyong 100 Unit Tank MBT Altay dari Turki, Ini Spesifikasinya

Pemerintah Indonesia dikabarkan telah memesan 100 unit Tank Altay buatan Turki, sebuah tank tempur utama (Main Battle Tank/MBT) generasi keempat yang dikembangkan oleh perusahaan Turki Otokar dan diproduksi oleh BMC dengan dukungan desain serta transfer teknologi dari Korea Selatan melalui K2 Black Panther. Pembelian ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kemampuan pertahanan Indonesia dengan teknologi militer modern.

Menurut data yang diperoleh dari akun Instagram @Air_defenders pada 29 Oktober 2025, Turki telah mengekspor Tank Altay sebanyak 1.000 unit ke berbagai negara. Selain Indonesia yang mendapatkan 100 unit, negara lain yang memesan termasuk Qatar (200 unit), Azerbaijan (200 unit), Pakistan (200 unit), Malaysia (80 unit), Arab Saudi (120 unit), Uni Emirat Arab (60 unit), serta Oman (40 unit). Total nilai ekspor diperkirakan mencapai antara US$10 miliar hingga US$12 miliar atau sekitar Rp165,9 triliun. Dengan harga per unit diperkirakan mencapai US$100 juta (setara Rp165 miliar), maka nilai pembelian Indonesia untuk 100 unit tank diperkirakan sekitar Rp16,5 triliun.

Spesifikasi dan Fitur Tank Altay

Tank Altay merupakan adaptasi lokal dari K2 Black Panther milik Korea Selatan, dengan sejumlah penyesuaian material dan komponen agar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan produksi Turki. Produksi massal tank ini melibatkan beberapa perusahaan Turki antara lain BMC, MKE, Roketsan, dan Aselsan, yang menyediakan berbagai komponen kritis dan sistem senjata.

Tank Altay memiliki panjang 7,3 meter, lebar 3,9 meter, tinggi 2,6 meter, dan bobot sekitar 65 ton. Tank ini dioperasikan oleh empat awak dan dilengkapi dengan sistem kesadaran situasional 360 derajat yang mampu meningkatkan efektivitas tempur dengan deteksi ancaman secara menyeluruh.

Beberapa fitur unggulan tank ini meliputi:

  1. Meriam utama kaliber 120mm yang canggih untuk menyerang target darat dengan efektif.
  2. Sistem perlindungan aktif dan pasif, termasuk ERA (Explosive Reactive Armor) serta pelindung lantai ROKETSAN Boron Carbide Armor yang memenuhi standar NATO STANAG 4569 Level 4, memberikan perlindungan terhadap ranjau dan Improvised Explosive Devices (IED).
  3. Sistem kendali tembakan modern yang memungkinkan penargetan akurat dalam berbagai kondisi medan tempur.
  4. Sistem proteksi AKKOR yang mencakup smoke grenade, laser warning, dan sistem identifikasi target digital.
  5. Perlindungan CBRN (Chemical, Biological, Radiological, and Nuclear) untuk keselamatan awak dari berbagai ancaman peperangan non-konvensional.
  6. Mesin dan transmisi buatan lokal Turki yang mendukung mobilitas tinggi di medan konvensional maupun perkotaan.

Kerjasama Indonesia-Turki di Bidang Industri Pertahanan

Pada April 2025, Indonesia dan Turki menegaskan komitmen bersama untuk mempercepat penyelesaian Perjanjian Perdagangan Preferensial (Preferential Trade Agreement/PTA) yang juga bertujuan memperdalam kerja sama di sektor industri pertahanan. Presiden Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan bahwa dirinya bersama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menginstruksikan menteri perdagangan kedua negara untuk menyelesaikan negosiasi tersebut segera.

Dalam visi kerjasama yang lebih luas, kedua negara sepakat untuk memperluas akses pasar dan menghilangkan hambatan perdagangan guna memperkuat kekuatan ekonomi kedua negara. Prabowo menambahkan bahwa investasi akan didorong di berbagai bidang, termasuk industri baterai, energi terbarukan, tekstil kelas atas, dan infrastruktur energi. Perusahaan Turki juga diundang untuk terlibat dalam pembangunan infrastruktur kesehatan di Indonesia, seperti pembangunan rumah sakit, serta kolaborasi produksi vaksin.

Kehadiran Tank Altay di Indonesia bukan hanya menghadirkan alat tempur canggih, tapi juga membawa potensi transfer teknologi dan kolaborasi industri pertahanan yang dapat memperkuat basis produksi dan kemandirian teknologi dalam negeri. Dengan pengiriman awal tank yang telah dimulai tahun ini kepada Angkatan Bersenjata Turki, diharapkan pengadaan dan integrasi Tank Altay di Indonesia juga dapat berlangsung secara optimal dan menjadi bagian penting dari modernisasi militer Indonesia.

Nama Altay sendiri merupakan penghormatan kepada Jenderal Fahrettin Altay, tokoh militer Turki pada masa Perang Kemerdekaan, menandakan semangat nasionalisme dan kedaulatan yang dibawa oleh tank ini dalam operasi tempur di masa depan. Dengan investasi besar dan teknologi mutakhir yang dimiliki, Tank Altay dapat menjadi tulang punggung kekuatan darat Indonesia di era modern.

Source: teknologi.bisnis.com

Exit mobile version