Badai PHK Sektor Teknologi 2025: Amazon, Meta, dan Microsoft Terpukul Berat

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali melanda sektor teknologi global pada tahun 2025, dengan sejumlah perusahaan raksasa seperti Amazon, Meta, dan Microsoft mengumumkan pemangkasan tenaga kerja besar-besaran. Langkah ini merupakan respons strategis terhadap perubahan industri yang semakin dipengaruhi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sekaligus upaya efisiensi di tengah kondisi ekonomi yang menantang.

Amazon Pangkas Ribuan Karyawan

Amazon menjadi salah satu perusahaan yang paling terdampak oleh gelombang PHK ini. Raksasa e-commerce asal Amerika Serikat itu mengumumkan rencana pemangkasan sekitar 14.000 karyawan di tingkat korporat secara global. Namun, merujuk pada laporan Reuters tanggal 29 Oktober 2024, jumlah karyawan yang terkena dampak dapat meningkat hingga sekitar 30.000 orang. Dalam surat elektronik internal, Amazon menyatakan bahwa pemangkasan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan menyesuaikan jumlah tenaga kerja yang berlebih akibat perekrutan besar selama masa pandemi, serta upaya menekan biaya menjelang musim belanja akhir tahun.

Microsoft Terus Perketat Struktur Organisasi

Perusahaan teknologi lainnya, Microsoft, juga melanjutkan pemangkasan tenaga kerja setelah sebelumnya melakukan PHK massal pada Mei 2025 yang berdampak pada sekitar 6.000 karyawan. Kini, perusahaan tersebut mengumumkan gelombang kedua PHK yang mencakup sekitar 9.000 posisi, yang berarti kurang dari 4% dari total karyawan global mereka. PHK ini dilakukan secara lintas divisi, wilayah, dan jabatan, termasuk merampingkan lapisan manajemen. Seorang juru bicara Microsoft menyatakan bahwa perubahan ini bertujuan menyesuaikan organisasi agar lebih gesit dan adaptif terhadap dinamika pasar yang cepat berubah, terutama dalam rangka peningkatan investasi di bidang AI.

Intel Lakukan Pemangkasan Terbesar

Intel Corp. menjadi salah satu perusahaan dengan jumlah pengurangan karyawan terbesar, menyasar 15% dari total tenaga kerja global pada kuartal terakhir tahun ini. Manajemen perusahaan mengonfirmasi bahwa sebagian besar pemangkasan sudah dimulai, dengan fokus di fasilitas di California, Oregon, Arizona, Texas, dan Israel. Target akhir tahun ini adalah memiliki 75.000 karyawan inti, menurun drastis dari 99.500 pada akhir 2024, sehingga terdapat pengurangan sekitar 24.500 tenaga kerja sejak awal tahun. Pengurangan ini menjadi bagian dari restrukturisasi untuk menghadapi tantangan persaingan global dan kebutuhan mempercepat transformasi organisasi agar lebih ramping dan lincah.

Meta Fokus Pangkas Divisi AI

Meta Platforms Inc., induk perusahaan Facebook, mengumumkan akan memangkas sekitar 600 pekerja dari divisi AI Superintelligence Labs. Program PHK ini mencakup tim Fundamental Artificial Intelligence Research (FAIR), divisi produk AI, dan infrastruktur AI. Langkah ini mencerminkan tantangan dan penyesuaian strategi di tengah persaingan ketat dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan.

Gelombang PHK Meluas ke Berbagai Industri

Selain sektor teknologi, sejumlah perusahaan besar dari berbagai industri juga mengumumkan PHK massal dalam beberapa bulan terakhir. Berdasarkan data dari akun analis pasar The Kobeissi Letter, berikut beberapa perusahaan dan jumlah karyawan yang akan di-PHK:

  1. UPS: 48.000 karyawan
  2. Nestle: 16.000 karyawan
  3. Accenture: 11.000 karyawan
  4. Ford: 11.000 karyawan
  5. Novo Nordisk: 9.000 karyawan
  6. PwC: 5.600 karyawan
  7. Salesforce: 4.000 karyawan
  8. Paramount: 2.000 karyawan
  9. Kroger: 1.000 karyawan
  10. Applied Materials: 1.444 karyawan

Analis pasar menilai bahwa pasar tenaga kerja global saat ini menunjukkan tren melemah, diwarnai oleh penyesuaian terhadap ketidakpastian ekonomi dan perubahan teknologi yang cepat.

Dampak dan Prospek

Pemangkasan tenaga kerja di sektor teknologi mencerminkan realitas transformasi industri yang tengah berlangsung. Perusahaan-perusahaan ini memilih untuk fokus pada pengembangan teknologi AI dan efisiensi operasional guna mempertahankan daya saing jangka panjang. Namun, dampak dari PHK ini juga akan dirasakan secara luas, terutama dalam hal dinamika pasar tenaga kerja dan stabilitas ekonomi di sejumlah wilayah.

Perusahaan teknologi terbesar dunia masih dihadapkan pada tantangan mengelola sumber daya manusia secara optimal di era serba cepat dan penuh tekanan biaya. Dengan meningkatnya peran AI, restrukturisasi dianggap sebagai jalan untuk menciptakan organisasi yang lebih responsif dan inovatif di masa depan.

Source: teknologi.bisnis.com

Berita Terkait

Back to top button