NASA telah mengumumkan bahwa International Space Station (ISS) akan memasuki masa pensiun dan diorbitkan kembali menuju Samudra Pasifik pada tahun 2031. Keputusan ini diambil setelah lebih dari 25 tahun stasiun luar angkasa tersebut beroperasi sebagai laboratorium orbit bagi para astronot dari berbagai negara.
ISS akan dijatuhkan secara terkontrol ke wilayah laut terpencil yang dikenal sebagai Point Nemo, yang disebut sebagai “kuburan satelit” paling sunyi di dunia. Lokasi ini dipilih karena jaraknya yang sangat jauh dari pulau-pulau terdekat, melebihi 2.600 kilometer, sehingga aman dari aktivitas manusia maupun rute pelayaran.
Apa Itu Point Nemo?
Point Nemo berada pada koordinat 48°52.6′S 123°23.6′W di Samudra Pasifik dan merupakan titik lautan yang paling jauh dari daratan manapun. Kondisi geografisnya yang ekstrem menyebabkan kawasan ini memiliki keanekaragaman hayati yang sangat rendah dan arus laut yang lemah. Karenanya, Point Nemo dianggap ideal untuk menjatuhkan puing-puing antariksa tanpa mengancam kehidupan di Bumi.
Sejak tahun 1970-an, berbagai badan antariksa dunia termasuk Rusia dan Amerika Serikat sudah menggunakan kawasan ini sebagai tempat pembuangan pesawat antariksa yang tidak terpakai. Namun, ISS akan menjadi objek terbesar yang pernah dijatuhkan di sana dengan bobot mencapai sekitar 460 ton dan panjang lebih dari 100 meter.
Alasan Penghentian Operasi ISS
ISS beroperasi secara permanen sejak November 2000 dan menjadi proyek internasional penting dalam eksplorasi luar angkasa. Selama dua setengah dekade, stasiun ini menjadi lokasi penelitian eksperimen medis, teknologi, dan dukungan eksplorasi ruang angkasa jangka panjang.
Namun struktur besar ISS mulai mengalami penuaan dan membutuhkan biaya perawatan yang semakin tinggi. NASA serta mitra internasional sepakat untuk mengakhiri operasional stasiun ini pada akhir dekade 2030. Pilihan ini juga didasari oleh kepentingan menjaga keselamatan di orbit Bumi yang saat ini semakin padat.
Risiko Menimbun Puing di Orbit
Menurut analis puing antariksa dari European Space Agency (ESA), Stijn Lemmens, membiarkan ISS mengorbit setelah pensiun bukanlah solusi aman. Saat ini terdapat sekitar 40.000 objek buatan manusia yang mengelilingi Bumi. Kepadatan objek ini meningkatkan risiko tabrakan dan menimbulkan efek Kessler Syndrome, di mana puing tabrakan dapat memicu konflik jangkar yang memperburuk kondisi orbit.
Lemmens menegaskan bahwa mengelola orbit agar tetap aman untuk satelit dan misi masa depan adalah prioritas utama. Pengendalian jatuhnya ISS ke Point Nemo merupakan langkah penting untuk meminimalisir potensi tabrakan dan polusi antariksa.
Proses Deorbit ISS
Ketika ISS memasuki kembali atmosfer Bumi, bagian-bagian stasiun akan mengalami pemanasan ekstrem dan pecah menjadi serpihan. NASA memetakan proses kerusakan ISS dalam tiga tahap. Pertama, panel surya dan radiator akan terlepas, kemudian modul struktur utama akan pecah, dan terakhir bagian paling keras seperti rangka baja akan jatuh ke laut.
Sebagian besar material ISS diperkirakan akan terbakar habis di atmosfer. Namun, beberapa komponen padat diperkirakan akan sampai ke permukaan laut. NASA akan menggunakan kapsul kargo SpaceX Dragon yang dimodifikasi untuk memberikan dorongan terakhir agar ISS memasuki jalur yang tepat menuju Point Nemo.
Dampak Lingkungan dan Kekhawatiran Polusi
Meski Point Nemo dipilih karena minim dampak lingkungan, para ahli tetap memperingatkan bahwa pembuangan puing antariksa tidak tanpa risiko. Studi menunjukkan adanya partikel aluminium di atmosfer yang diduga berasal dari pesawat antariksa yang terbakar saat re-entry, yang dapat menimbulkan polusi.
Kawasan Point Nemo memiliki biomassa mikroba terendah yang dicatat di permukaan laut. Namun, Stijn Lemmens menekankan pentingnya menjaga Bumi dari pembuangan limbah antariksa sembarangan sembari tetap melestarikan ruang angkasa agar tidak tercemar.
Pensiunnya ISS pada 2031 menjadi babak baru dalam sejarah eksplorasi luar angkasa. Stasiun luar angkasa terbesar dan terberat yang pernah mengorbit akan meninggalkan Bumi, membuka kesempatan bagi teknologi dan proyek antariksa generasi berikutnya untuk berkembang dengan orbit yang lebih aman dan terkelola.
Baca selengkapnya di: www.suara.com




