AS Kirim Teknologi Nuklir ke ISS, Langkah Awal Eksplorasi Mars yang Revolusioner

Amerika Serikat memulai langkah penting dengan mengirim teknologi tenaga nuklir ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Ini menjadi persiapan krusial untuk misi eksplorasi lebih jauh ke Bulan dan Mars.

Teknologi yang dikirim adalah sistem pembangkit listrik berbasis mesin Stirling. Sistem ini dirancang oleh Intuitive Machines dan didukung oleh US Air Force Research Laboratory (AFRL).

Uji Coba Teknologi Stirling di ISS

Sistem yang disebut Stirling Technology spAce Research experimenT (START) akan diuji langsung di lingkungan luar angkasa. Tujuannya untuk melihat ketahanan teknologi nuklir dalam kondisi ekstrem yang mempercepat kerusakan sistem daya konvensional.

Pengujian ini penting agar teknologi pembangkit energi nuklir dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi produk nyata. Selain itu, teknologi ini diyakini memiliki potensi besar untuk digunakan di sektor sipil, komersial, dan pertahanan.

Manfaat Teknologi Nuklir untuk Misi Bulan dan Mars

Tenaga nuklir menjadi solusi utama karena keterbatasan sumber daya energi di luar angkasa. Bulan, contohnya, mengalami malam selama dua minggu dengan suhu turun hingga minus 129 derajat Celsius. Kondisi tersebut membuat energi surya sulit diandalkan secara terus-menerus.

Dengan sistem tenaga nuklir berbasis mesin Stirling, misi ke Bulan dan Mars bisa lebih efisien dan berkelanjutan. Teknologi ini dapat menyediakan pasokan listrik stabil dan tahan lama untuk peralatan dan aktivitas astronot.

Dukungan dan Pendanaan Proyek

AFRL memberikan pendanaan awal sebesar 9,5 juta dolar AS kepada Intuitive Machines untuk mengembangkan teknologi ini. Setelah berhasil melewati tahap Preliminary Design Review pada 2024, dana tambahan sebesar 8,2 juta dolar AS dikucurkan untuk pengembangan versi lanjut.

Intuitive Machines bukan pendatang baru dalam eksplorasi luar angkasa. Perusahaan ini telah menyelenggarakan dua misi ke Bulan dan dipercaya membuat Lunar Terrain Vehicle untuk program Artemis NASA.

Dampak Jangka Panjang Teknologi Nuklir untuk Eksplorasi

Jika uji coba di ISS sukses, teknologi ini akan membuka peluang besar untuk eksplorasi luar angkasa lebih jauh. Energi nuklir bisa menjadi tulang punggung bagi misi jangka panjang yang memerlukan sumber daya listrik handal di lokasi yang jauh dari Bumi.

Teknologi ini juga dapat mengurangi ketergantungan pada baterai dan panel surya yang rentan terhadap kondisi atmosfer luar angkasa yang keras. Dengan teknologi ini, kemungkinan manusia membangun pangkalan di Bulan dan Mars menjadi lebih nyata.

Langkah Strategis Menuju Mars

Pengujian di ISS merupakan bagian dari rangkaian strategi Amerika Serikat mempersiapkan misi berawak ke Mars. Sistem tenaga nuklir ini diperkirakan mempermudah pengoperasian kendaraan, modul habitat, dan alat komunikasi tanpa khawatir terganggu oleh sumber energi.

Dari sisi inovasi, teknologi pembangkit listrik berkelanjutan ini juga bisa menginspirasi pengembangan alat-alat baru bagi eksplorasi planet lain di masa depan. NASA dan mitra-mitranya berharap teknologi ini mempercepat kehadiran manusia di planet merah.

Pengiriman teknologi tenaga nuklir ke ISS tidak hanya menandai kemajuan teknologi, tetapi juga komitmen Amerika Serikat untuk menjadi pionir dalam misi angkasa yang lebih jauh. Dengan dukungan teknologi mutakhir, perjalanan manusia menuju Mars semakin bisa diwujudkan secara nyata dan efisien.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com

Berita Terkait

Back to top button