Mengapa Es Mengapung di Air? Penjelasan Ilmiah yang Perlu Anda Ketahui!

Fenomena es yang mengapung di air sering dianggap biasa oleh banyak orang. Namun, perilaku ini sebenarnya menarik dan unik dalam dunia sains karena bertentangan dengan sifat kebanyakan zat lainnya.

Secara umum, benda padat memiliki massa jenis lebih tinggi dibandingkan bentuk cairnya. Hal ini menyebabkan benda padat biasanya tenggelam ketika dimasukkan ke dalam air. Namun, air berbeda. Ketika air membeku menjadi es, volumenya justru bertambah sekitar 9 persen, sehingga massa jenisnya menurun. Akibatnya, es menjadi lebih ringan dan mengapung di permukaan air.

Prinsip Dasar Keterapungan Es

Fenomena keterapungan es dapat dijelaskan melalui Hukum Archimedes. Hukum ini menyatakan bahwa setiap benda yang dimasukkan ke dalam cairan akan menerima gaya ke atas yang besarnya sama dengan berat cairan yang dipindahkan oleh benda tersebut. Jika gaya ke atas ini lebih besar atau sama dengan berat benda, maka benda tersebut akan mengapung.

Dalam kasus es, massa jenisnya lebih kecil dari air cair. Oleh karena itu, saat es berada di air, gaya apung yang diterima cukup untuk menopang beratnya dan membuatnya tetap terapung di permukaan. Perbedaan massa jenis ini terjadi karena molekul air membentuk struktur berbeda saat membeku.

Struktur Molekul Air dan Ikatan Hidrogen

Molekul air terdiri atas satu atom oksigen dan dua atom hidrogen yang tersusun membentuk sudut seperti huruf V. Ikatan antar atom bersifat kovalen, namun muatan listrik dalam molekul tidak merata. Bagian oksigen bermuatan negatif sedangkan hidrogen bermuatan positif. Perbedaan muatan ini menyebabkan terbentuknya ikatan hidrogen antar molekul air.

Ikatan hidrogen bukan ikatan kimia yang permanen, melainkan tarik-menarik antar molekul yang cukup kuat untuk mempengaruhi sifat fisik air. Saat air dalam keadaan cair, ikatan ini terus terbentuk dan terputus, sehingga molekul air bisa bergerak bebas. Saat air mendingin, ikatan hidrogen mulai stabil dan membentuk kisi-kisi yang renggang.

Kisi-kisi molekul yang lebih renggang ini menyebabkan volume air membeku bertambah. Meskipun massanya sama, volume yang bertambah membuat massa jenis es menjadi lebih rendah daripada air cair. Struktur ini menjadikan es lebih ringan sehingga mampu terapung.

Tekanan Besar Saat Air Membeku

Perubahan volume saat air membeku juga menghasilkan tekanan yang sangat besar, terutama jika air dibekukan dalam wadah tertutup. Menurut ahli dari London South Bank University, tekanan ini bisa mencapai lebih dari 7000 atmosfer. Tekanan sebegitu besar dapat merusak banyak material, menjelaskan mengapa botol kaca atau kaleng berisi air bisa pecah saat dibekukan.

Peran Es dalam Ekosistem Bumi

Sifat air yang aneh ini memberi manfaat besar bagi kehidupan di Bumi. Jika es lebih padat dan tenggelam, maka danau dan laut bisa membeku dari dasar ke permukaan, mengakibatkan habitat makhluk hidup yang ada di dalamnya menjadi rusak. Karena es mengapung, lapisan es di permukaan bertindak sebagai insulator yang menjaga suhu air di bawahnya tetap stabil dan memungkinkan organisme hidup bertahan di musim dingin.

Hal ini membuktikan bahwa air bukan hanya zat biasa, melainkan memiliki perilaku fisika yang unik dan krusial untuk keseimbangan ekosistem. Menurut BBC Science Focus, perilaku tidak lazim ini adalah salah satu keanehan sains yang memberikan kehidupan pada planet kita.

Fakta-fakta Penting Mengenai Es dan Air

  1. Massa jenis air tertinggi terjadi pada suhu sekitar 4°C.
  2. Saat suhu air turun di bawah 4°C menuju titik bekunya, air mulai mengembang.
  3. Volume air meningkat sekitar 9% saat membeku menjadi es.
  4. Ikatan hidrogen memungkinkan pembentukan struktur kisi yang renggang pada es.
  5. Tekanan pembekuan air dalam wadah tertutup bisa mencapai ribuan atmosfer.
  6. Es mengapung menjaga suhu air di bawahnya tetap stabil untuk kehidupan air.
  7. Fenomena ini menunjukkan air memiliki sifat fisika yang berbeda dari zat lain.

Fenomena es terapung tidak terjadi secara kebetulan. Ini merupakan hasil interaksi molekul air melalui ikatan hidrogen dan struktur kristal yang unik saat membeku. Keunikan ini tidak hanya menarik untuk dipelajari, tetapi juga vital dalam menjaga ekosistem dan kelangsungan hidup di Bumi. Sehingga, bongkahan es sederhana dalam gelas minuman sebenarnya menyimpan rahasia ilmiah yang luar biasa.

Baca selengkapnya di: www.suara.com
Exit mobile version