Astronaut China Catat Sejarah Gelar Barbeku Pertama di Luar Angkasa, Fakta & Detil

Para astronaut China di stasiun luar angkasa Tiangong mencatat sejarah baru dengan menggelar barbeku pertama di luar angkasa. Inovasi ini menandai kemajuan besar dalam teknologi pengolahan makanan selama misi di orbit, yang selama ini dianggap sangat menantang.

Selama beberapa dekade, astronaut biasanya mengonsumsi makanan yang mudah disimpan dan praktis, tetapi terbatas dari sisi rasa dan variasi. Sejarah makanan luar angkasa dimulai sejak Yuri Gagarin, manusia pertama yang mengorbit Bumi, yang mengonsumsi pasta daging sapi dan hati dalam tabung.

Makanan luar angkasa terus berkembang seiring waktu. Pada misi Gemini, makanan kering dilapisi gel agar tahan lebih lama, sedangkan di era Apollo, NASA menggunakan air panas untuk merehidrasi makanan dalam kantung khusus. Namun, mencoba membuat sandwich di orbit terbukti tidak ideal karena remah-remah roti yang bisa membahayakan peralatan dan kesehatan astronaut.

Pembangunan stasiun luar angkasa permanen meningkatkan kualitas makanan. Skylab menjadi stasiun pertama yang memiliki freezer, dan pesawat ulang-alik memiliki dapur mini untuk menghangatkan makanan. Di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), astronaut menikmati menu lebih beragam, meskipun tampilan makanan masih sederhana.

Menggelar barbeku di luar angkasa menghadapi tantangan besar karena perilaku api dalam kondisi gravitasi mikro berbeda. Nyalanya berbentuk bulat dan sulit dikontrol, serta asap tidak naik melainkan mengikuti sirkulasi ventilasi, sehingga deteksi kebakaran menjadi lebih lambat. Hal ini dijelaskan oleh Guillaume Legros dari Institut Combustion Prancis, yang bekerja sama dengan Badan Antariksa Eropa.

Teknologi memasak baru yang digunakan oleh astronaut China memungkinkan penerapan oven udara panas di orbit. Oven ini dikirim melalui wahana Shenzhou-21 dan dapat memanggang makanan langsung, seperti ayam dan daging sapi, bukan hanya menghangatkan. Liu Weibo dari China Astronaut Research and Training Center menyatakan bahwa suhu oven dapat mencapai hingga 190 derajat Celsius.

Dalam proses memasak ini, keamanan menjadi prioritas utama. Oven dirancang tanpa asap dengan sistem katalis suhu tinggi dan filtrasi berlapis untuk menjaga kualitas udara. Permukaan oven tetap dingin saat disentuh, sehingga menghindari risiko luka bakar bagi astronaut. Menurut Xian Yong, peneliti di pusat pelatihan astronaut China, teknologi ini memastikan proses pemanggangan aman dan bersih.

Memanggang ayam membutuhkan waktu sekitar 28 menit agar matang sempurna. Namun, pencapaian ini merupakan lompatan besar dalam teknologi makanan antariksa. Astronaut kini dapat menikmati sensasi makanan yang baru dimasak, yang membuat suasana hidup di stasiun luar angkasa menjadi lebih hangat dan menyenangkan.

Keberhasilan oven tanpa asap ini juga membuka peluang untuk lebih banyak variasi hidangan yang bisa disantap di orbit. Para astronaut dapat merayakan momen spesial seperti ulang tahun atau hari raya dengan makanan yang lebih beragam dan nikmat. Hal ini tentu meningkatkan kualitas hidup sekaligus menjadi tonggak penting bagi perkembangan eksplorasi manusia di luar angkasa.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com

Berita Terkait

Back to top button