Misteri Lubang Aneh di Peru Terpecahkan, Diduga Pasar Kuno Abad ke-20

Sebuah misteri arkeologi yang telah membingungkan para peneliti selama hampir seratus tahun kini mulai terpecahkan. Ratusan lubang bundar yang tersusun rapi di perbukitan Lembah Pisco, Peru, diduga kuat merupakan bagian dari pasar kuno yang berfungsi sebagai pusat pertukaran ekonomi dan sosial.

Tim peneliti dari University of Sydney menggunakan teknologi drone untuk memetakan situs Monte Sierpe, yang dikenal juga dengan nama “Band of Holes” atau Gunung Ular. Drone menghasilkan gambar resolusi tinggi yang memperlihatkan pola lubang dengan susunan matematis yang tidak dibuat secara acak.

Analisis pola ini mengungkap kemiripan dengan struktur khipu, perangkat pencatatan kuno Inca yang terdiri atas tali dan simpul. Dr. Jacob Bongers, arkeolog digital yang memimpin penelitian, menyatakan bahwa temuan ini memperluas wawasan kita tentang sistem pencatatan masyarakat adat Andes sebelum pengaruh Inca menguat.

Selain pemetaan visual, tim mengambil sampel tanah dari beberapa lubang. Mereka menemukan jejak tanaman jagung dan bahan yang biasa digunakan untuk membuat keranjang, dua komoditas yang penting dalam aktivitas perdagangan masyarakat kuno Andes.

Dari temuan tersebut, muncul hipotesis bahwa ribuan lubang itu mungkin merupakan tempat bertemunya para pedagang dan masyarakat dari berbagai wilayah untuk melakukan barter. Lokasi Monte Sierpe, yang berada di zona peralihan ekologis antara pegunungan Andes dan pesisir, sangat strategis untuk pasar antarwilayah.

Dr. Bongers mengemukakan bahwa tempat ini kemungkinan menjadi pasar prapengaruh Inca, di mana petani, nelayan, dan pedagang keliling berkumpul untuk bertukar hasil bumi dan produk lokal lainnya. Situs ini berfungsi sebagai ruang sosial penting dalam sistem ekonomi regional saat itu.

Ketika kekaisaran Inca berkembang, struktur lubang tersebut diduga diadaptasi menjadi pusat penyimpanan dan pencatatan distribusi barang. Hal ini konsisten dengan tradisi administrasi Inca yang cermat dalam mengelola sumber daya dan perdagangan.

Penemuan Monte Sierpe juga menghubungkan situs tersebut dengan Kerajaan Chincha, yang mendominasi wilayah sebelum era Inca. Hal ini menegaskan bahwa sistem pengelolaan ekonomi tersebut memiliki akar kebudayaan yang lebih tua dari yang diperkirakan sebelumnya.

Sebelumnya, situs Monte Sierpe telah dikenal secara umum setelah foto udara pertama kali dipublikasikan National Geographic pada 1933. Namun, penelitian ilmiah mendalam baru dapat dilakukan belakangan ini karena kondisi kabut pesisir yang sering menutupi area tersebut dan menyulitkan pemetaan manual.

Menurut Profesor Charles Stanish dari University of South Florida, penggunaan drone menjadi terobosan penting dalam membuka misteri ini. Dengan gambar udara beresolusi tinggi, pola matematis di situs tersebut dapat dianalisis dengan lebih teliti.

Tim peneliti kini fokus mengidentifikasi lebih banyak sampel tanaman di sekitar situs, terutama tanaman obat. Penemuan berbagai jenis tumbuhan diharapkan dapat memberikan gambaran lebih lengkap tentang fungsi sosial dan ekonomi Monte Sierpe di masa lalu.

Temuan ini tidak hanya memecahkan teka-teki arkeologi lama tetapi juga menunjukkan bagaimana masyarakat Andes kuno mengembangkan teknologi sosial untuk mengelola perdagangan dan interaksi komunitas. Ini merupakan langkah penting dalam memahami sejarah dan budaya masyarakat adat di wilayah tersebut.

Dengan bukti baru yang lebih lengkap, Monte Sierpe kini dapat dipandang sebagai pusat pasar kuno yang vital dalam jaringan perdagangan pra-Inca di Peru. Penelitian ini mengembalikan narasi sejarah kepada akar pengetahuan lokal yang sempat terlupakan selama puluhan tahun.

Baca selengkapnya di: www.suara.com

Berita Terkait

Back to top button