Advertisement

Rainbow Six Siege Kembali Diserang Hacker, Pemain Alami Larangan Akun Tidak Wajar

Rainbow Six Siege X kembali menghadapi serangan peretas yang mengganggu pengalaman bermain sejumlah pemain. Insiden terbaru ini menyebabkan banyak streamer menerima larangan bermain palsu selama 67 hari yang dibuat berdasarkan meme viral “6-7”.

Serangan ini terjadi tidak lama setelah insiden besar pada Desember lalu dimana peretas membanjiri server dengan mata uang dalam game secara berlebihan dan mengirim larangan bermain tidak masuk akal ke banyak akun. Saat itu, Ubisoft terpaksa menonaktifkan sementara game dan melakukan rollback server guna memulihkan kondisi.

Larangan Bermain Palsu pada Streamer

Pekan ini, para streamer Rainbow Six Siege X kembali menjadi sasaran. Mereka menerima pesan larangan bermain selama 67 hari dengan alasan “pelanggaran pelecehan”, namun larangan ini diketahui tidak valid. Chris ‘VarsityGaming’, salah satu streamer yang terkena dampak, sempat menerima notifikasi tersebut saat siaran langsung.

Meski pesan larangan muncul, VarsityGaming masih bisa mengikuti antrian pertandingan dan larangan tersebut hilang setelah game di-restart, walaupun terkadang muncul kembali. Selain itu, pesan notifikasi dari peretas juga memuat kalimat aneh seperti “67.676.767 laporan VarsityGaming telah ditindaklanjuti” dan tulisan tak bermakna lain, sebagai bentuk ejekan.

Streamer lain seperti ‘YazzD’ dan ‘Rasco100’ juga mengalami gangguan visual yang mencurigakan di layar mereka. YazzD menampilkan spanduk ungu bertuliskan “you are being HACKED”, sementara Rasco100 mendapatkan pesan berubah secara real-time, dari “hey furry princess” menjadi “you’re such a cute furry”. Rasco100 bahkan menunjukkan kemampuan peretas yang mengubah teks sesuai permintaannya, membuktikan pihak jahat benar-benar mengakses sistem siarannya.

Kelemahan Keamanan Server Masih Terbuka

Insiden yang terus berulang menunjukkan adanya celah serius dalam sistem keamanan Rainbow Six Siege X. Beberapa layanan game, termasuk otentikasi dan pencarian pertandingan, dilaporkan mengalami gangguan di semua platform. Status konektivitas pada halaman resmi juga tercatat menurun. Gangguan ini juga berimbas pada toko dalam game yang belum stabil pasca peretasan bulan lalu.

Hingga kini, Ubisoft belum memberikan pernyataan resmi terkait serangan terbaru. Mereka hanya menampilkan pesan singkat di laman status server yang menyatakan masalah sedang diselidiki dan mengucapkan terima kasih atas kesabaran para pemain. Namun, belum ada informasi lebih lanjut mengenai langkah yang diambil developer untuk mengatasi dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Pentingnya Evaluasi Keamanan Mendalam

Frekuensi dan ragam serangan siber yang dialami oleh game ini memberikan gambaran bahwa Ubisoft harus segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan mereka. Sebab, kejadian serupa yang menimpa game multipemain biasanya sudah jarang terjadi secara beruntun dan berdampak signifikan seperti ini.

Berikut beberapa poin penting terkait serangan terbaru di Rainbow Six Siege X:

  1. Larangan bermain palsu berdurasi 67 hari menyasar streamer, berdasarkan meme “6-7”.
  2. Pesan larangan bersifat tidak sah dan muncul secara acak.
  3. Beragam gangguan visual dan pesan aneh muncul selama siaran langsung.
  4. Gangguan otentikasi, pencarian pertandingan, dan toko dalam game juga dilaporkan.
  5. Ubisoft belum mengeluarkan pernyataan resmi, hanya pesan singkat di laman status.
  6. Kebocoran keamanan menuntut audit dan perbaikan sistem secara signifikan.

Masalah ini menjadi perhatian serius bagi komunitas pemain dan pengembang. Kerentanan yang masih ada membuka peluang bagi peretas untuk terus mengeksploitasi sistem, memperburuk kondisi layanan, dan merusak reputasi game. Pemain dan streamer diharap tetap waspada dan mengikuti perkembangan dari Ubisoft untuk mendapatkan pembaruan dan solusi resmi.

Berita Terkait

Back to top button