Viture memperkenalkan kacamata augmented reality (AR) terbaru mereka, bernama “The Beast,” di Consumer Electronics Show (CES) 2026. Produk ini dibanderol seharga 549 dolar AS dan sudah bisa dipesan, dengan pengiriman dijadwalkan dimulai pada Februari mendatang.
Kacamata ini hadir dengan fitur unggulan yang diklaim mengalami peningkatan signifikan dibandingkan model sebelumnya. Salah satunya adalah dukungan built-in untuk tiga degrees of freedom (3DoF). Fitur ini membuat pengguna dapat mengunci tampilan layar pada ruang virtual atau membuat layar mengikuti gerakan kepala dengan lancar tanpa perlu perangkat tambahan.
Lebar field of view (FoV) “The Beast” mencapai 58 derajat, meningkat enam derajat dari model flagship Viture terdahulu. Untuk perbandingan, pesaing seperti Xreal 1S hanya menawarkan FoV sebesar 52 derajat. Dengan FoV yang luas, pengguna bisa merasakan pengalaman melihat konten AR yang lebih imersif dan nyaman.
Selain itu, kacamata ini menyematkan sembilan tingkat penyesuaian electrochromic tint, jauh lebih banyak daripada tiga opsi yang biasanya ditemukan di perangkat sejenis. Pengaturan ini memungkinkan pemakai untuk menyesuaikan tingkat kegelapan lensa sesuai kebutuhan, sehingga bisa mengatur seberapa banyak lingkungan nyata yang terlihat saat menggunakan kacamata.
Kamera yang terdapat pada “The Beast” juga menyiapkan dukungan untuk enam degrees of freedom (6DoF) di masa depan. Fitur ini telah diantisipasi untuk memperluas penggunaan kacamata dalam berbagai situasi dan kebutuhan yang memerlukan pelacakan gerak lebih kompleks.
Namun, “The Beast” memiliki beberapa kekurangan. Kacamata ini tidak menyediakan fitur penyesuaian miopia secara otomatis. Model sebelumnya memiliki dial kecil di setiap layar yang memungkinkan penyesuaian fokus untuk rabun jauh secara sederhana. Pengguna dengan mata minus harus menggunakan lensa resep tambahan untuk mendapat gambar yang tajam.
Bobot kacamata baru ini juga lebih berat, yaitu sekitar 96 gram versi pra-produksi dan diperkirakan turun menjadi 94 gram pada versi final. Bobot tersebut lebih berat dibandingkan Xreal 1S yang hanya 86 gram. Perbedaan berat ini terasa pada kenyamanan pemakaian, sehingga bantalan hidung pada “The Beast” menjadi komponen penting untuk memastikan kacamata tidak membuat pengguna cepat lelah.
Kedua perangkat, baik “The Beast” maupun Xreal 1S, mendukung resolusi hingga 1200p dengan refresh rate 120Hz dan memiliki fitur konversi 2D ke 3D. Meski begitu, implementasi fitur konversi ini belum mendapat respons positif secara menyeluruh dari para penguji awal.
Dalam hal kualitas tampilan, “The Beast” menunjukkan performa yang lebih unggul dalam penampilan game dan film. Layar micro OLED yang digunakan sama-sama berasal dari Sony, tetapi kontras dan kejernihan gambar pada model Viture lebih kaya dan tajam. Teks dan detail grafis terlihat jelas, memberikan pengalaman visual yang memuaskan bagi pengguna.
Berdasarkan perbandingan secara menyeluruh, “The Beast” lebih cocok bagi pengguna yang menginginkan spesifikasi tinggi dan fitur khusus seperti 3DoF built-in dan FoV lebih luas. Namun, bagi konsumen yang mencari perangkat ringan dengan harga lebih terjangkau, Xreal 1S tetap menjadi pilihan utama.
Viture menargetkan “The Beast” untuk pengguna yang ingin mengoptimalkan pengalaman AR tanpa mengorbankan kualitas visual. Pengembangan teknologi pelacakan dan fitur penyesuaian warna yang lebih fleksibel diharapkan dapat mempercepat adopsi kacamata pintar ini di berbagai bidang, mulai dari hiburan hingga pekerjaan profesional di masa depan.





