Advertisement

Razer Tampilkan Project Motoko, Headphone AI Canggih Tembus Batas Kacamata Pintar

Razer kembali menjadi sorotan di ajang CES 2026 dengan memperkenalkan Project Motoko, sebuah konsep headphone yang dilengkapi kecerdasan buatan (AI). Perangkat ini diklaim menjadi masa depan wearable AI, menggantikan tren kacamata pintar yang selama ini lebih populer di kategori tersebut.

Project Motoko bukan sekadar headphone biasa karena dilengkapi dua kamera 4K dan mikrofon jarak dekat serta jauh. Perangkat ini menggunakan cip Qualcomm Snapdragon yang masih dirahasiakan detailnya oleh Razer, menandakan kemungkinan perubahan sebelum peluncuran resmi ke pasar.

Keunggulan Headphone AI dibanding Kacamata Pintar

Razer menegaskan bahwa headphone memberikan pengalaman AI on-the-go yang lebih unggul daripada kacamata pintar. Berikut adalah beberapa keunggulan yang ditawarkan oleh Project Motoko:

  1. Daya Tahan Baterai Lebih Lama
    Dalam pengujian internal, Project Motoko mampu bertahan hingga 36 jam, jauh melampaui daya tahan kacamata Ray-Ban Meta yang hanya sekitar enam jam.

  2. Penggunaan Sambil Isi Daya
    Headphone ini dapat digunakan ketika sedang mengisi daya, berbeda dengan kacamata pintar yang umumnya tidak memungkinkan fungsi ini sekaligus pengisian baterai.

  3. Rekaman Sudut Pandang Natural
    Kamera yang terpasang di earcup menawarkan sudut pandang rekaman yang dianggap lebih natural. Namun, klaim ini masih diperdebatkan oleh beberapa pengamat teknologi karena sangat bergantung pada desain kacamata pintar.

  4. Privasi Lebih Terjamin
    Project Motoko hadir dengan model over-the-ear sehingga percakapan dengan asisten AI tidak terdengar oleh orang di sekitar. Hal ini berbeda dengan kacamata pintar yang menggunakan audio open-ear, berpotensi mengurangi privasi pengguna.

Fungsionalitas dan Demonstrasi Project Motoko

Dalam demonstrasi live, Project Motoko mampu menangani berbagai interaksi AI layaknya kacamata pintar canggih. Pengguna dapat mengambil foto, mengajukan pertanyaan, dan berinteraksi dengan asisten AI, termasuk ChatGPT yang sudah terintegrasi pada model demo.

Salah satu fitur menarik yang diperlihatkan adalah kemampuan menerjemahkan menu kafe berbahasa Jepang secara real-time. Headphone ini juga mengidentifikasi tablet sebagai miniatur Rosetta Stone dengan tepat. Sebuah contoh lain adalah penerjemahan kalimat “One matcha latte, please” ke dalam bahasa Jepang disertai pengucapan fonetik yang jelas.

Razer menyatakan beberapa tugas AI dapat diproses secara lokal pada headphone, sementara yang lebih kompleks memerlukan koneksi internet dari perangkat seperti ponsel atau PC. Hal ini ditujukan untuk menjaga kebutuhan konektivitas tetap minimal.

Tantangan dan Isu Privasi

Razer menghadapi tantangan terkait privasi dengan keberadaan lampu indikator perekaman yang sangat kecil pada Project Motoko. Ada kekhawatiran lampu tersebut sulit terlihat di lingkungan terang atau ketika rambut pengguna menutupi area lampu tersebut.

Victoria Song dari The Verge juga mempertanyakan efektivitas kamera jika tertutup rambut tebal, mirip pada kondisi poni yang dapat mengganggu rekaman pada kacamata pintar. Isu ini menjadi sorotan penting bagi perangkat wearable AI yang mengandalkan kamera.

Inspirasi dan Prospek Pasar

Konsep Project Motoko digadang-gadang terinspirasi dari proyek perangkat keras AI misterius yang diumumkan oleh Sam Altman dan Jony Ive. Produk tersebut dikembangkan tanpa layar dan bukan berupa kacamata, melainkan perangkat wearable berukuran seukuran ponsel.

Razer sendiri sebelumnya telah bereksperimen dengan kacamata pintar namun mendapatkan respons yang kurang memuaskan. Hal ini diduga menjadi alasan perusahaan beralih ke pengembangan headphone AI.

Meskipun masih berupa produk konsep, Razer sangat optimistis Project Motoko akan tersedia secara komersial. Perusahaan menolak mengungkap harga, tetapi memastikan perangkat ini akan meluncur ke pasar pada akhir tahun.

Project Motoko dapat menjadi tonggak baru dalam evolusi perangkat wearable AI. Inovasi dalam hal daya tahan baterai, privasi, dan fungsionalitas dapat menjadikannya pilihan utama, menggantikan tren kacamata pintar yang selama ini mendominasi. Razer berusaha menawarkan pengalaman AI yang lebih praktis dan nyaman bagi para pengguna yang membutuhkan perangkat on-the-go.

Berita Terkait

Back to top button