Harga SSD Melonjak Drastis, Samsung & SK Hynix Pangkas Produksi NAND hingga 10%

Samsung Electronics dan SK Hynix mengambil kebijakan strategis untuk mengurangi produksi NAND flash. Langkah ini bertujuan mengalihkan kapasitas produksi ke segmen DRAM yang kini lebih menguntungkan, terutama karena permintaan DRAM melonjak tajam oleh perusahaan kecerdasan buatan (AI).

Kedua raksasa semikonduktor ini menguasai lebih dari 60% pangsa pasar NAND global. Samsung berencana memangkas produksi NAND hingga 4,5%, sedangkan SK Hynix mengurangi hingga 10,5% dari kapasitasnya. Kebijakan tersebut dipicu oleh lonjakan harga memori dan tren permintaan DRAM yang makin tinggi.

Kenaikan Harga SSD yang Signifikan

Pasar melihat perubahan harga SSD yang sangat drastis dalam beberapa bulan terakhir. Contohnya, SSD Samsung 990 Pro berkapasitas 1TB yang sebelumnya sekitar 90 dolar AS kini meningkat menjadi 199 dolar AS di Amazon. Kenaikan harga ini merupakan dampak langsung dari pengurangan pasokan NAND akibat keputusan produsen.

Dengan pengurangan produksi NAND, suplai komponen penyimpanan akan semakin ketat. Ini berpotensi menyebabkan harga SSD dan perangkat penyimpanan lain mengalami tekanan naik lebih lanjut. Konsumen dan pelaku industri harus bersiap menghadapi situasi pasar yang kurang menguntungkan dalam hal ketersediaan dan harga SSD.

Fokus Produksi Beralih ke DRAM yang Lebih Menguntungkan

Perpindahan fokus produksi bukan karena menurunnya permintaan NAND, melainkan karena tingkat keuntungan yang lebih besar dari produk DRAM. Produksi RAM untuk chip grafis, seperti Nvidia Vera Rubin yang digunakan di pusat data AI, menawarkan margin laba yang lebih tinggi.

Samsung dan SK Hynix memperkirakan bahwa DRAM akan terus menjadi produk unggulan pada tahun-tahun mendatang, terutama hingga 2026 dan 2027. Hal ini membuat kedua perusahaan berusaha memaksimalkan kapasitas produksi DRAM dibandingkan NAND.

Dampak Terhadap Pasar dan Prospek Harga Komponen Memori

Para analis memprediksi bahwa harga SSD dan DRAM tidak akan mengalami penurunan signifikan dalam jangka menengah. Hal ini dipengaruhi oleh dua faktor utama: berkurangnya pasokan NAND dari dua produsen utama serta waktu yang dibutuhkan produsen lain, seperti YMTC asal Tiongkok, untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Kondisi ini menciptakan tekanan pasar yang menyebabkan harga komponen penyimpanan dan memori tetap tinggi. Konsumen dan perusahaan yang menggunakan SSD dan RAM harus siap menghadapi biaya lebih besar dalam beberapa tahun mendatang.

Faktor Penyebab dan Dampak Harga yang Melonjak

  1. Pengurangan produksi NAND flash oleh Samsung dan SK Hynix sebesar 4,5% dan 10,5%.
  2. Lonjakan permintaan DRAM dari sektor kecerdasan buatan dan pusat data.
  3. Harga SSD Samsung 990 Pro 1TB yang melonjak dari $90 menjadi $199.
  4. Permintaan NAND tetap tinggi, tapi margin keuntungan lebih besar di DRAM.
  5. Produsen pesaing seperti YMTC masih membutuhkan waktu untuk mengisi kekosongan pasokan.

Strategi pengalihan kapasitas produksi ini langsung memengaruhi dinamika pasar penyimpanan data global. Para pengguna teknologi, utamanya penggemar perangkat berbasis SSD dan pusat data, harus menyesuaikan anggaran dan strategi pembelian menghadapi tekanan harga yang semakin berat.

Serangkaian keputusan yang diambil oleh Samsung dan SK Hynix ini menunjukkan bagaimana tren permintaan teknologi AI mengubah peta produksi dan distribusi komponen semikonduktor. Pasar NAND flash sedang mengalami tekanan signifikan, sementara segmen DRAM berada dalam posisi optimal untuk tumbuh dan memberikan keuntungan lebih besar bagi produsen utama.

Berita Terkait

Back to top button